Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
melamar pekerjaan kembali


Keesokan pagi nya Winda menemui Kayla kembali ingin memberitahukan bahwa perusahaan tempat Winda bekerja sedang membutuhkan office girl.


"Kay....." Winda membuka pintu kost yang Kayla tempati.


"Masuk kak tak di kunci" suara Kayla bergema di kamar mandi, tak lama setelah itu Kayla pun keluar dengan wajah yang lebih segar dari sebelumnya.


"Apa kamu sudah merasa baik-baik saja Kay? Apa perlu kita periksa ke klinik?" ucap Winda sambil memegang kening Kayla dengan punggung tangannya.


"Nggak usah kak aku sudah lebih baik kok" Sambil tersenyum Kayla pun menjawab pertanyaan sahabat rasa saudara itu.


" Syukur kalau kamu sudah membaik Kay"


"Kenapa kak? Tumben pagi-pagi sekali kakak kesini? Apa gak kerja hari ini?" cecar Kayla pada Winda karena tak biasa nya dia pagi-pagi sekali ke kamar kost Kayla.


"Oya aku sampai lupa Kay, apa kamu masih mau bekerja Kay?"


"Masih dong kak uang tabungan aku semakin menipis kalau aku gak kerja nanti aku bayar kost dari mana? Terus buat makan dan biaya lain-lain juga belum" ucap Kayla jujur.


"Ya sudah nanti besok kamu ikut aku ya sekalian bawa lamaran kamu ok?"


"ok kak makasih ya kak, kakak selalu membantu aku. Aku gak tau harus membalas nya dengan cara bagaimana?" mata Kayla berkaca-kaca memandang Winda yang tersenyum pada nya.


"Sudah lah tak usah kamu bersikap lebay gitu" Winda terkekeh sambil mengacak rambut Kayla gemas.


***


Hari ini Angga masuk kantor karena sudah merasa lebih baik dan tak bisa menunda lagi pekerjaan yang selama ini dia tinggalkan.


Setibanya di kantor Angga langsung menuju ruangan nya di lantai 12 gedung ini.


"Selamat pagi pak" ucap Tio ketika melihat atasannya ini datang dan akan memasuki ruangannya.


Angga yang mendengar suara sekretaris nya pun hanya menunduk sedikit sebagai jawaban.


Angga yang teringat sesuatu pun berhenti melangkah ketika akan sampai pintu ruangan itu.


"Tio, Ikut aku" Tio yang akan duduk pun seketika berdiri kembali dan menganggukkan kepala nya kemudian dia mengikuti langkah sang atasan masuk ke ruangan yang di peruntukan untuk Angga.


Angga yang sudah memasuki ruangan pun langsung duduk di kursi kebesarannya dengan arogannya.


"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan waktu kemarin?" tanya Angga tanpa basa-bqsi lagi kepada Tio.


"Belum semua nya tuan, Baru sebagian yang terkumpul dari informasi yang tuan inginkan"


"Katakan aku sudah ingin mengetahui siapa wanita yang menolongku malam itu"


"Baik tuan" Tio pun memberitahukan kepada Angga siapa nama si perempuan itu dan tempat tinggal nya.


"Namanya : Kayla tuan dia tinggal sendiri di sebuah kost-kostan di dekat terminal kota dan juga dia sedang mencari pekerjaan" Angga mendengar penjelasan Tio pun mengetuk-ngetuk ujung pulpen yang dia pegang ke dahi nya seperti sedang berfikir.


"Kamu ada foto nya?"


"Ada tuan, malah saya mendapat wajah nya dari rekaman cctv rumah sakit Puspa" Ya tidak sulit bagi Tio untuk meminta rekaman cctv pada pihak keamanan sebab rumah sakit itu milik Angga sendiri.


"Bagus lalu apa lagi yang kamu ketahui?"


"Sudah tuan belum semua informasi yang aku dapatkan" jawab Tio jujur.


"Baiklah silahkan kembali ketempat kamu" ucap Angga kemudian dia akan mencari cara untuk berterimakasih kepada Kayla karena dia Angga masih bisa bernafas.


Tio pun hanya menganggukkan kepala dan meninggalkan Angga sendiri di ruangannya.


"Ah.... Tio pasti lupa apa saja jadwalku, sekretaris itu selalu saja ceroboh" Angga menggerutu ketika mengingat Tio tak memberikannya jadwal hari ini dia pun menghubungi Tio melalui interkom.


"Tio apa tak ada jadwalku saat ini!!" Angga meninggikan suara nya untuk mengingatkan Tio.


Tio yang baru saja sampai dan ingin membuka buku catatan jadwal bos nya pun kaget mendengar suara telpon berdering pasalnya dia baru saja ke ruangan bos nya itu.


"Maaf tuan ini saya baru saja mau ke ruangan tuan kembali setelah mengambil buku jadwal tuan" ungkap Tio memberikan alasan yang masuk akal.


Setelah mendengar alasan yang Tio ucapkan, Angga pun menutup telponnya secara sepihak dan tak mendengar lagi ucapan yang Tio berikan.


Tio yang sudah terbiasa dengan tingkah Angga pun hanya dapat menarik nafas panjang dan menetralkan detak jantungnya.


Ya walaupun Tio laki-laki tetap saja bukan dia manusia yang dapat kaget dan deg-degan.


Tok....tok....


"Masuk..." Tio pun masuk ke ruangan Angga dengan sedikit menundukkan kepala nya.


"Maaf tuan jadwal hari ini anda ada meeting dengan salah seorang kolega dari Jepang jam 10 nanti di lanjutkan melihat proyek yang sedang kita kembangkan di daerah Bandung"


"Ok kalau begitu ada lagi?"


"Sekarang kita sedang membuka lowongan pekerjaan tuan untuk di tempatkan di kantor cabang yang akan kita buka"


Angga hanya menganggukkan kepala nya sambil mengecek pekerjaan yang selama ini dia tinggalkan.


"Sudah tuan apa ada yang perlu tuan tanyakan?"


"Tidak kembalilah bekerja"


"Baik tuan permisi" ucap Tio dan melangkah menuju pintu keluar.


****


Hari ini Kayla akan ikut bersama Winda untuk melamar pekerjaan Kayla berharap kali ini dia mendapatkannya karena dia sudah tak mempunyai pegangan uang untuk bulan depan.


"Kak bagaimana penampilan aku?" tanya Kayla saat Winda sudah berada di dalam kamar kost nya.


"Lumayan, Apa kamu sudah siap Kay?" ucap Winda kepada Kayla memastikan kalau Kay sudah siap pergi.


"Kok aku jadi gerogi begini sih kak?"


"Santai saja Kay pasti keterima kok, kamu sudah aku titipkan kepada pihak HRD jadi kamu tak perlu khawatir soal itu" Winda tersenyum menenangkan Kayla bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Kayla mulai berfikir sebenarnya Winda itu bekerja nya apa kok bisa winda menitipkan dirinya pada pihak HRD.


"Sudah jangan banyak berpikir seperti itu nanti keriput loh muka nya" Winda berusaha membuat suasana menjadi lebih nyaman lagi.


"Baiklah kak, aku sangat-sangat be terimakasih sama kakak"


"Sampai kapan kamu akan berterima kasih pada ku Kay? sudah lah bekerja lah dengan baik di sana ok?"


Kayla hanya menganggukkan kepala. Dia bertekad tak akan membuat Winda kesusahan apa bila dia di terima bekerja disana.


Mereka berdua pun berangkat menggunakan sebuah mobil milik Winda untuk menuju perusahan.


Ketika sampai Kayla merasa sangat mengenal perusahaan itu.


"Kak?" Kay melihat ke wajah Winda yang sedang mengemudikan mobil masuk kedalam parkiran yang di peruntukan bagi staf perusahaan itu


"Hm...." Winda hanya menggumam mendengar Kay memanggil diri nya.


"Kak ini kan perusahaan yang pertama kali aku ingin melamar ketika aku baru sampai sini kak?" Winda pun tersenyum mendengarkannya tak salah memang banyak orang yang ingin masuk ke perusahaan ini sebab gaji serta tunjangan yang di berikan oleh perusahaan sangat mensejahterakan karyawannya bahkan hanya menjadi office boy atau girl saja sudah bisa mencukupi beberapa keluarga dan mengontrak rumah yang layak.


"Oya? Bagus dong sekarang kamu bisa masuk ke perusahaan yang selama ini kamu inginkan bukan?" Kayla pun mengangguk kembali.


"Tetapi kenapa kakak mengontrak di tempat ku kak? kan kakak bisa mengontrak di tempat yang lebih layak?"


"Sebenarnya aku ini banyak tanggungan Kay maka aku harus lebih berhemat lagi" akhir nya Kay paham bagaimana kehidupan Winda