Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
Winda salahpaham terhadap tio


Winda datang dari arah lift dan langsung menuju tempat Kayla yang sudah Winda lihat sedari lift itu terbuka.


"Hai Kay.... bagaimana tadi interview nya? Lancar?" Tanya Winda ketika sudah dekat dengan Kayla.


Kayla menghela nafas panjang menunjukan raut wajah yang di buat sesedih mungkin.


"Kay.... Apa ada kejadian yang tak enak?" Tanya Winda kembali.


"Kakak maaf....." ucap Kayla seolah-olah dia bersedih, Winda berfikir kalau Kayla tak di terima bekerja disini.


"Apa kamu tak di terima oleh pihak HRD? Mau bikin masalah sepertinya mereka denganku!!" Geram Winda dan berbalik ingin pergi ke bagian kepala HRD berada tetapi ketika Winda berbalik Kayla memegang tangan Winda untuk menghentikan langkah wanita tersebut.


"Kak.... Kayla di terima di sini..." ucap Kayla yang kini berbinar bahagia merubah raut wajahnya seketika.


Winda yang melihat itu pun merasa aneh terhadap Kayla tadi Winda melihat kalau Kayla seperti bersedih lalu sekarang dia bahagia.


"Kamu nggak berbohong kan Kay? jangan coba-coba membohongi aku Kay!" tegas Winda yang selama ini Kayla tak pernah melihatnya


"Benar kak aku di terima tadi aku cuma bercanda dengan kakak ingin memberi kejutan tetapi kakak malah marah begitu" Winda pun mengusap rambut Kayla dengan sayang.


"Kamu ini Kay persis seperti adikku" ucap Winda dengan sendu.


Kayla yang mendengarnya pun merasa bersalah karena telah mengingatkan Winda akan adik nya yang telah tiada.


"Maaf kak aku tak bermaksud mengingatkan kakak pada adik kakak"


"Sudah lah lupakan yuk kita makan siang sebelum aku nanti harus masuk untuk bekerja lagi" Mereka berdua pun pergi dari loby perusahaan tersebut dengan tersenyum lebar.


Tetapi Kayla masih merasa tak enak perasaannya, dia masih merasakan ada orang yang selalu mengikuti nya kemana pun dia pergi dan itu tertangkap pula oleh Winda.


"Ada apa Kay? Seperti nya kamu tak nyaman kali ini?"


"Iya kak entah mengapa aku merasa dari tadi semenjak kita pergi ke kantor kakak dan sampai sekarang kok seperti ada yang mengikuti aku? Apa hanya perasaan aku saja?" ungkap Kayla pada Winda kemudian.


Winda pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru yang bisa ia jangkau dengan mata nya sendiri.


"Mungkin hanya perasaan kamu saja Kay sudah yuk kita lanjut kan, kamu mau makan di mana? biar aku yang terakhir buat sekarang"


"Tapi kak aku jadi merepotkan kakak kalau begitu"


"Sudah lah uang kamu kan bisa untuk kamu makan nanti sedang kan aku mah gak usah kamu pikirin tenang saja uang di ATM aku masih buanyaak Kay jadi kamu tak perlu khawatir, ok?"


Kayla yang mendengar ucapan Winda pun akhirnya pasrah menerima tawaran yang Winda berikan kepada nya, memang benar apa yang di ucapkan Winda tadi dia bisa berhemat untuk makan siang kali ini dan jatah makan siang nya bisa buat makan malam nanti.


"Kak aku sering sekali merepotkan kakak makasih, aku gak tau lagi harus gimana. disini aku seperti memiliki kakak kandung yang sangat baik"


"Kay sudah lah, kamu tak perlu merasa sungkan kepadaku,aku cuma mau kamu menjadi adikku saja itu sudah lebih dari cukup" Winda tersenyum kembali. dan memasuki mobil nya untuk menuju restoran tempat makan siang mereka.


"Kay apa kamu tak ingin meneruskan pendidikan mu?"


"Ada sih kak tapi saat ini kakak juga tau kan kalau untuk melanjutkan pendidikan aku tak cukup uang maka dari itu aku harus mengumpulkan dulu untuk ketahap selanjutnya kalau aku sudah cukup baru aku akan melanjutkan nya agar kehidupan aku juga terjamin jika pendidikan aku tinggi orang lain juga tak akan menghina aku kan kak" ucap panjang lebar Kayla pada Winda.


Winda pun menyetujui ucapan Kayla benar bahwa saat ini pendidikan lah yang nomer satu agar tak di pandang remeh oleh orang di sekitar.


"Sedangkan sekarang itu lulusan SMA seperti setara dengan lulusan SD atau gak SMP kak jadi pekerjaan juga tak akan bisa meningkat jika hanya lulusan itu berbeda jika di zaman dulu SMP itu sudah wah kalau sekarang....." ucap Kayla lesu.


"Benar kamu Kay, terus lah m ngejar cita-cita kamu aku akan dukung terus kok"


Tak terasa mereka pun sampai restoran yang hanya berjarak 15menit dari kantor Winda tadi.


"Yuk kita turun" ajak Winda pada Kayla. Kayla pun menuruti ucapan Winda dan langsung turun dari mobil.


Mereka langsung duduk di dekat kaca restoran tersebut yang mengusung konsep modern.


"Kay pesan lah apa yang kamu mau"


Mereka pun memesan menu masing-masing tanpa mereka sadari ada empat pasang mata yang memperhatikan mereka sedari mereka datang.


"Tuan bukankah itu nona Kayla yang membantu anda malam itu?" ucap Tio pada Angga yang membuat Angga melihat ke arah dimana Tio menunjukan jari nya.


Angga pun tersenyum sinis memandang siapa yang ada di sebelah wanita itu.


"Bukankah itu juga wanita mu Tio?"


Tio yang mendengar nya pun menjadi salah tingkah dan menggaruk kepala nya yang tak gatal dan tersenyum salah tingkah kepada Angga.


"Apa anda ingin bertemu tuan?"


"Tidak biarkan saja tetapi jika kamu mau makan bersama kekasihmu silahkan aku akan pulang ke kantor sendiri" ucap Angga lalu dia berdiri bersiap akan meninggalkan restoran tersebut.


"Apa boleh saya makan siang bersama mereka tuan?"


"Silahkan aku tak akan melarang mu ini juga kan waktu makan siang dan istirahat bagi mu silahkan nikmati waktu istirahatmu Tio" Angga sambil berlalu meninggalkan Tio sendiri di meja yang dia pesan tadi.


Setelah Angga pergi dari restoran itu kini Tio mulai mendekati meja yang tengah Winda dan Kayla tempati.


"Selamat siang semua" ucap Tio pada dua wanita yang tengah asik mengobrol tersebut.


"Siang....." ucap Kayla karena merasa Winda tak menjawab pertanyaan orang yang sedang mengucap salam itu.


"Hai win.... Bolehkah aku duduk dan makan siang bareng kalian?" tanya Tio kembali


Kayla yang melihat raut wajah Winda yang tak bersahabat pun menjadi salah tingkah dan akhirnya hanya bisa terdiam menyaksikan kebisuan yang Winda lakukan saat ini.


"Win aku minta maaf atas kejadian kemarin sungguh itu aku melakukannya karena tugas yang di berikan bos gak ada maksud lain" terang Tio kemudian Kayla hanya dapat memperhatikan Tio yang sedang membujuk Winda, seperti nya wanita ini marah dengan orang yang berada di depannya.


"Win.... Dengarkan aku aku hanya sayang sama kamu beneran" Ketika Tio sedang membujuk Winda pelayan restoran pun datang untuk menyajikan makanan yang sudah Winda dan Kayla pesan.