
Kayla saat ini sudah tak bisa membendung lagi tangis nya, air mata nya kini meluncur bebas membasahi pipi cantik nya.
"Kakek minta maaf Kay, kakek tak bermaksud melupakan kalian kakek pun mencari mamah mu tetapi dia pintar sekali bersembunyi dari kakek. Bahkan dia sampai pergi ke negara ini agar orang suruhan kakek tak bisa lagi melacak nya" tuan Yui menatap Kayla dengan intens sambil menghela nafas beratnya
"Kakek akan terima jika kamu pun tak menerima kakek, kakek mengaku salah maafkan kakek" Tuan Yui liu berdiri dan menundukkan sebagian tubuh nya membentuk huruf L
"Kakek apa yang kamu lakukan?!!" Kayla yang terkejut dengan tindakan tuan Yui pun langsung memegang bahu nya agar tuan Yui tegak kembali.
"Apa kah kamu memaafkan kakek nak?" Mereka saling beradu pandang melihat matik mata satu sama lain yang berkaca-kaca.
"Iya kakek aku memaafkan kakek"
"Terimakasih cucu ku" Akhirnya mereka pun berpelukan, menyalurkan kasih sayang yang belum pernah Kayla rasakan.
"Sekarang maukah kamu tinggal di sini bersama kakek? Kakek sendirian kamu bisa memilih mana saja kamar yang kamu mau" ucap tuan Yui dengan semangat nya.
"Tapi kek aku tak bawa apapun dan sekarang aku sedang memikirkan anak kecil yang tadi aku bawa ke mall bersama ku, aku khawatir dengan ya" ucap Kayla mengutarakan kegundahan hati nya.
Tuan Yui tersenyum memandangi Kayla, sifat kayla seperti mamahnya yang menyayangi anak kecil.
"Kamu persis seperti mamah mu yang sangat menyukai anak kecil" tuan Yui mengusap kepala Kayla dengan sayang.
"Kay ada hal yang akan kakek sampaikan saat ini, Duduk lah" tuan Yui menepuk sebelah tempat duduknya yang kosong mengisyaratkan kalau Kayla harus duduk di sana.
Kayla pun menurut dan duduk di sisi tuan Yui.
"Ada apa kek?"
"kamu harus mempersiapkan untuk mengelola perusahaan yang kakek miliki mulai saat ini" Kayla yang mendengar itu pun merasa kaget karena terlalu cepat untuk nya.
"Kakek jangan bercanda kek, aku kuliah saja tidak terus bagaimana cara nya aku bisa memimpin perusahaan, apa kata orang nanti kek? Mereka pasti akan membully aku" ucap Kayla menundukkan kepala nya.
"Kau benar ya sudah bagaimana kalau kamu mulai kuliah saat ini?"
"Tapi aku sedang bekerja kek" ucap Kayla yang mencoba menolak dengan halus permintaan kakeknya ini.
Pasalnya ini memang terlalu mendadak untuk Kayla, dia belum siap untuk menerima ini semua.
"Kalau masalah kamu di perusahaan itu tak masalah bagi kakek nanti kakek akan mengurusnya semua untuk kamu" tuan Yui melebarkan senyumnya.
"Hm..... Baiklah bagaimana kakek saja terus bagaimana dengan Bella kek? Kemana dia?" Kini Kayla sudah tak bisa membendung penasarannya terhadap Bella
"Tenang lah anak buah kakek sudah mengantar nya pulang"
"Kakek apa boleh aku bertanya?"
"Ya bukankah sedari tadi kamu bertanya?"
Seketika Kayla nyengir kuda dan menggaruk bagian belakang lehernya merasa apa yang di katakan tuan Yui benar.
"Ada hal yang mengganjalkah?" tanya tuan Yui.
"Iya kek, Apa kakek yang melakukan ini semua?"
"Maksud kamu?"
"Kakek yang membuat aku tak sadarkan diri? Lalu menculikku?"
Bukannya marah tuan Yui malah meledakkan tawa keras nya mendengar ucapan Kayla barusan.
"Kenapa kakek tertawa? Aku kan bertanya" ucap Kayla tanpa sadar dia mengerucutkan bibir nya.
"Kamu lucu nak, kalau aku mau menculik mu sudah dari awal aku lakukan kepada mu" Tuan Yui mengelus kepala Kayla lagi.
"Untuk apa aku melakukannya sekarang?"
"Entah lah orang suruhan kakek masih mencari nya jadi kau harus waspada mulai saat ini, kakek harap kamu tidak mempercayai orang baru selain kakek" ucap tuan Yui menatap tajam tepat di manik Kayla.
"Baik kek akan Kay coba lakukan"
"Makan lah sedari tadi bukankah kau belum makan? Maid di sini akan melayani mu dengan baik"
"Terimakasih kakek, kek apa aku boleh memasak?"
"Kenapa kamu ingin memasak sendiri?"
"Iya kek aku terbiasa melakukannya sendiri"
"Lakukan lah sesuai apa yang kamu mau, tak akan ada yang melarang mu" ucap tuan Yui dengan senyum terkembang.
"Terimakasih kakek" Kayla pun melenggang pergi menuju ruang makan tetapi di jalan dia terdiam melihat sekeliling ruangan itu.
"Eeeh..... Aku harus kemana ini....? Aku ga tau dimana ruang makannya?" Kayla celangak celinguk melihat sekeliling tempat beruntung bagi Kayla dia melihat seorang maid melintas.
di depannya.
"Mbak...... maaf mau tanya" ucap kayla sedikit berteriak karena maid itu jarak nya sedikit jauh
Maid yang di panggil Kayla pun mendekat untuk mengetahui apa yang bisa dia bantu untuk sang nona muda nya ini.
"Iya nona ada yang bisa saya bantu?"
"Dimana ruang makan dan dapur di sini?" tanya Kayla setelah maid itu dekat dengannya.
"Oooh mari nona saya antar" Kayla pun mengikuti arah maid itu.
"Ini ruang makan dan di sana ruang dapur nya nona, Apa ada lagi yang saya bisa bantu?"
"Sudah makasih"
"Kalau begitu saya permisi"
"Iya silahkan" maid itu pun mengundurkan diri untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
sedangkan Kayla melihat sekeliling dapur dan ruang makan yang sangat mewah menurutnya.
"Wow mewah sekali ini..."
Di tempat lain seorang wanita sedang meradang karena rencana nya gagal.
"Sialan kenapa kalian bisa gagal sih!!! Percuma dong aku membayar kalian mahal-mahal kalo gini aja kalian ga becus!!"
"Maaf nona tetapi ada orang lain yang membantu wanita itu dan kami tak siap untuk hal tersebut kami kira dia tak memiliki orang yang melindungi nya"
"Alasan saja kalian!!! Sudah lah sana aku gak perlu kalian dan ingat aku gak mau ada yang tau kalau aku yang membayar kalian!!"
"Tapi bagaimana dengan pembayaran kami?"
"Ish kalian kalau masalah bayaran aja nomer satu deh!!"
"Aku akan transfer ke rekening kalian dan kalian harus tutup mulut!!"
"Baik nona kami akan lakukan terimakasih senang bekerja sama dengan anda "
"A.......h....." Wilona berteriak frustasi karena semua rencana nya gagal.
"Awas saja kamu Kayla akan aku buat kamu tak bisa mendekati Angga dan anakku, ok kali ini aku gagal tapi tidak untuk lain kali!!!" Wilona tersenyum sinis kala membayangkan rencana selanjutnya berhasil.
"Ya aku harus merencanakan ini dengan matang dan jangan sampai gagal lagi untuk ke dua kali nya, Aku harus mendapatkan simpati Angga. Aku gak mau hidup miskin, aku harus menikah kembali dengan Angga ya harus!!" Wilona tersenyum sinis kali ini sambil merencanakan untuk memisahkan Kayla dengan angga