
Sambil melangkahkan kaki nya menuju lobi kantor, Kayla mengagumi gedung yang baru pertama kali dia lihat itu tetapi ketika Kayla sampai di post satpam dia dihentikan oleh suara berat.
"Maaf mbak ada yang bisa saya bantu?" ucap suara berat itu dengan ramah seketika Kayla pun memutarkan badannya untuk melihat siapa yang mengeluarkan suara itu.
"Eh iya pak?" ucap Kayla gugup ternyata yang mengucapkan nya itu adalah satpam yang berada di post nya.
"Apa ada yang bisa saya bantu?" Ulang satpam tersebut.
"Ini pak saya mau melamar pekerjaan, kemarin saya lihat kalau di sini ada loker"
Satpam tersebut pun tersenyum ramah kepada Kayla.
"Apakah mbak punya kenalan orang dalam?" tanya satpam tersebut membuat Kayla mengernyitkan alis tak mengerti.
"Maksudnya pak?"
"Apa mbak punya kenalan di dalam kantor ini?" ulang nya dengan lembut.
Kayla mendengar ucapan satpam itu pun otomatis menggelengkan kepala nya bertanda dia tak mempunyai kenalan siapapun di sana.
"Kalau mbak tak ada kenalan di dalam silahkan taruh lamaran ada disini" tunjuk satpam itu ke tempat yang sudah banyak sekali tumpukan map lamaran di sana.
Kayla melihat tumpukan map dan beralih ke wajah satpam yang masih dengan senyum ramah nya.
"Jadi saya simpan lamaran saya di sini pak? Apa tidak langsung diinterview?" Tanya Kayla agak ragu.
"Tidak mbak nanti kalau mbak akan interview akan di kabari lewat nomer telpon atau email yang sudah mbak cantumkan didalam map" ujar satpam yang baru Kayla lihat nametag nya bernama Ujang itu.
"Baiklah pak saya titipkan lamaran saya kepada bapak, semoga saya di panggil untuk bekerja disini secepatnya" ucap Kayla penuh harap.
Pak Ujang tak menanggapi ucapan Kayla, dia mengambil map yang di sodorkan Kayla pada nya dan menyimpannya pada bagian paling atas.
"Terimakasih pak atas bantuannya" Pak Ujang hanya menganggukkan kepala nya dan masuk kembali kedalam post.
Kayla yang tak tahu akan kemana setelah ini pun hanya dapat menyusuri trotoar dan berhenti di taman kota karena ini masih pagi jadi tak banyak orang yang berada di sana sebab ini hari kerja dan orang yang berada di sana kebanyakan adalah baby sitter yang membawa anak-anak mata Kayla melihat anak kecil yang sangat lucu sedang merajuk mungkin pada nenek nya.
"Nggak mau nek aku gak mau makan!!" ucap si anak yang terdengar oleh Kayla.
"Makan dong sayang nenek kan sudah menuruti kemauan kamu untuk pergi ke taman" Bujuk si nenek pada cucu nya.
Kayla mencoba mendekati si anak itu.
"Hallo ade cantik nama nya siapa?" tanya Kayla yang ramah, membuat kedua orang itu menatap Kayla dengan pandangan yang berbeda.
"Nama aku Bella Tante" ucap nya dengan lucu dan menunjukan gigi yang rapih membuat siapapun yang melihat nya gemas sendiri.
"Kenapa Ade gak mau makan? kasihan loh nenek, lihat lah sudah masak untuk mu tapi tak di makan" gadis kecil itu pun menatap sang nenek dan menggembungkan pipi nya.
"Aku gak suka sama wortel nya Tante" ucap Bella sambil menundukkan wajah nya.
"Bagaimana kalau kita main? Tapi dengan syarat Bella harus makan?" senyum Kayla sambil membujuk Bella agar mau makan.
"Ok kita main lempar bola tapi sambil makan bagaimana?"
"Horeee mau mau Bella mau Tante"
sang nenek pun tersenyum karena merasa terbantu akan kehadiran Kayla saat ini.
Tanpa terasa makanan Bella pun habis sambil bermain bersama Kayla, Kayla yang merasa urusannya sudah selesai pun pamit kepada Bella dan nenek nya.
"Hm... Bella Tante mau pulang dulu ya? Bella juga harus pulang kan sudah siang kasihan nenek juga harus beristirahat lain kali kita bermain kembali bagaimana?"
Bella yang semula bahagia seketika berubah menjadi murung ketika mendengar kata kayla.
"Benar Tante nanti kita main lagi?"
"Iya sayang nanti kalau kita bertemu lagi kita akan bermain lagi ok?" Kayla mengusap rambut Bella dengan sayang dan tersenyum lembut pada nya.
"Nenek saya pamit pulang dulu sudah siang" pamit Kayla pada nenek nya Bella dan meraih tangan keriput itu, mencium dengan takzim.
Nenek yang mendapat kan perlakuan demikian merasa terharu sebab di zaman yang modern seperti ini tak banyak orang yang bersikap sopan seperti Kayla ini.
"Eh ya mbak Kay saya ucapkan terimakasih karena telah membujuk Bella sampai makannya lahap"
"Iya nek sama-sama" Kayla pun melangkah pergi meninggalkan cucu dan nenek itu pergi tanpa menengok kebelakang.
"Nenek Bella ingin punya mamah kaya Tante Kay nek!" ucap Bella dengan spontan ketika sudah tak melihat Kayla.
"Kita berdoa saja semoga papa mendapatkan mamah seperti yang Bella mau" Nenek pun menggandeng tangan Bella dan mengajak nya untuk pulang.
"Sekarang kita lebih baik pulang karena matahari sudah mulai meninggi"
"Baik nek tapi lain kali kita main ke sini lagi ya nek siapa tau Bella bertemu lagi dengan Tante baik itu, Bella senang sekali seperti Bella bermain dengan mamah" ucap Bella dengan riang nya.
Nenek mengerti kalau Bella Sangat merindukan sosok seorang ibu di hidup nya tetapi sang papah yang seolah menutup mata akan hal itu dan lebih memilih menyibukkan diri dan mengembangkan perusahaan ketimbang tinggal di rumah nya.
"Nanti kita bujuk papah ya Bella supaya mau memberikanmu ibu baru bagaimana?"
"Baiklah nek Bella akan membujuk papah supaya mengabulkan permintaan Bella" akhir nya hati Bella pun merasa bahagia.
"Nenek apa kita ke kantor papah aja?" Bella akhir nya mengeluarkan ide nya, dia sudah tak sabar ingin merasakan keluarga yang utuh seperti teman-temannya.
"Nenek kalau aku punya mamah apa nanti aku bisa di antar ke sekolah oleh mamah? Apa aku bisa seperti teman-teman ku yang lain?" Nenek yang mendengar itu bukannya menjawab, dia malah sibuk mengusap air mata nya yang tak terasa menetes.
Anak sekecil Bella harus rela kehilangan kasih sayang seorang ibu karena keegoisan ibu nya tersebut yang mengutamakan ego dan pekerjaannya.
"Tentu bisa sayang tetapi Bella harus bisa mencari mamah yang sayang dengan Bella bukan dengan papah saja" Ucap Nenek, Bella yang masih kecil pun hanya mampu mengerjakan mata lentik nya sambil mencerna ucapan sang nenek yang Bella belum paham sama sekali.
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan taman tersebut menuju rumah Bella tak jadi ke kantor papah nya, Nenek nya takut kalau anak laki-laki nya itu sedang sibuk dan tak berada di kantor kalau dia dan Bella berkunjung tanpa memberitahukan terlebih dahulu.