Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
Pertemuan Angga dan Wilona


Kayla yang sedang fokus bersama Bella di gendongannya pun seketika menabrak punggung Angga yang mendadak berhenti.


"Papah..... Kenapa berhenti!!" ucapan Bella mampu menyadarkan kembali Angga yang sedang mengingat suara wanita yang tadi sempat memanggil dirinya.


"Maaf sayang papa tak sengaja yuk kita lanjut" Belum sempat Angga melangkah, tangannya kini di pegang erat oleh seorang wanita. Seketika Angga pun melihat tangan yang sudah berani menyentuh nya itu tetapi bukannya marah Angga justru terdiam tak mengatakan apapun.


Bella yang melihat tangan papah nya di pegang wanita lainpun tak terima dia memberontak dalam gendongan Kayla meminta untuk di turun kan.


"Lepasin papah Bella....!!!!" Teriakan Bella mampu memutuskan tatapan Angga pada Wilona dan ketika itu pun Angga menyentak kan tangan yang memegangnya itu dengan kasar.


Wilona yang tak pernah mendapatkan perlakuan kasar dari Angga pun merasa kecewa akan sikap Angga pada nya.


"Angga ini aku.... Apa kamu lupa sama aku?" tanya Wilona yang sudah tak tahan dengan sikap yang Angga keluarkan saat ini.


"Kayla bawa Bella masuk ke dalam mobil" ucapan tegas Angga pun mempu membuat Kayla tak menjawab hanya mampu melakukan apa yang Angga perintahkan sambil berlalu dari mereka semua.


Biarlah Kayla pergi dengan membawa Bella karena menurut Kayla itu memang bukan masalah nya dan dia tak perlu ikut campur dengan mereka semua.


"Maaf aku sibuk jika kamu kemari ada hal penting kamu bisa menghubungi sekretaris ku" ucap Angga dingin dan tak melihat ke arah Wilona sama sekali.


"Angga... Apa kamu tak merindukan aku?" Tanpa rasa malu Wilona bertanya demikian kepada Angga di loby kantor nya.


"Tio apa masih sempat kita ke tempat meeting?"


"Masih tuan tapi kalau tuan akan menundanya kita akan kehilangan kesempatan ini sebab investor kita sekarang sangat sulit untuk membuat janji apa lagi kalau mereka kecewa tuan" Tio mengungkapkan itu semua karena Tio tak mau kalau Angga membatalkan meeting kali ini.


"Kamu dengar jadi kalau kamu ada perlu dengan ku silahkan membuat janji dulu dengan nya karena aku sangat sibuk permisi!!" Angga berlalu dari hadapan Wilona tanpa menoleh ke belakang sama sekali.


Tio pun melangkah mengikuti Angga dari belakang tanpa memperdulikan Wilona yang saat ini wajah nya merah padam karena mendapat penolakan dari Angga.


Dulu Angga selalu menuruti permintaan Wilona bahkan saat perceraian yang Wilona ajukan pun Angga tak mempermasalahkan nya.


Tetapi sekarang?? Wilona tak percaya sikap Angga pada nya telah berubah lebih dingin dan tegas.


"Aku akan menaklukan mu Angga, Apa yang aku inginkan pasti akan aku dapatkan termasuk kamu" tatapan tajam Wilona terus saja tertuju pada kepergian Angga hingga mobil yang Angga tumpangi menghilang dari pandangannya.


Hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai di restoran tempat meeting akan di adakan.


Angga,Tio, Kayla dan Bella pun di sambut oleh pelayan di sana dengan sopan.


"Atas nama bapak Angga Wijaya" ucap Tio kepada pelayan yang membukakan pintu tadi sedangkan Kayla menatap kagum akan dekorasi dan desain restoran yang mengusung konsep Mediterania itu.


Pelayan pun menunjukan ruang VIP yang telah Angga pesan beberapa waktu lalu.


"Silahkan tuan" ucap nya mempersilahkan mereka semua masuk dan duduk.


Kayla mengambil tempat duduk di pojok ruangan bersama Bella agar tak mengganggu ketika mereka sedang melakukan meeting.


"Kamu pilih makanan yang kamu mau dan kamu sayang" Angga mengelus kepala Bella dengan sayang dan senyum yang mengembang.


"Baik papah"


"Mamah.... Mamah jadi kan mau nyiapin Bella lagi?" Kayla yang sedang menatap Angga pun tak merespon ucapan Bella barusan hingga Bella mengguncang tangan Kayla.


"Eh... I-iya apa sayang?" tanya Kayla tergagap karena tertangkap mata oleh Angga dan Bella.


"Mamah jadi kan nyuapin Bella lagi.... kaya di taman waktu itu" Bella mengingatkan kayla awal mereka bertemu dulu.


"Ok tapi Bella harus menghabiskan apapun yang Bella pesan ok?" akhirnya Kayla dapat menguasai diri nya dari kegugupan yang mendera diri nya sedari tadi.


Bella pun merasa bahagia dan hanya menganggukkan kepala nya pada Kayla.


Orang yang mereka tunggu pun datang tak lama dari pesanan Bella pesan tadi.


Mereka saling berjabat tangan satu sama lain tetapi ketika duduk salah seorang dari mereka tak sengaja menatap ke arah Kayla yang sedang asyik nya menyuapi Bella dan mendengarkan semua omongan anak kecil itu hingga membuat Angga pun tak enak.


"Maaf pak saya harus membawa anak saya ke meeting kita kali ini sebab dia mengamuk tak mau makan" ungkap Angga memberikan pengertian pada orang yang ada di hadapannya itu.


"Tak masalah pak" ucap laki-laki tersebut dan tersenyum ramah.


"Maaf apa yang bersama anak itu adalah istri pak Angga?" lanjut nya mulai penasaran dengan sosok Kayla.


"Ow bukan pak dia hanya baby sitter nya anak saya"


"Baiklah kalau begitu apa kita bisa mulai?" ucap laki-laki yang berkebangsaan Jepang itu yang tak lain adalah Ozel.


Ozel yang merasa sangat familiar dengan wajah Kayla pun mulai penasaran dia berniat akan mencari informasi tentang baby sitter Angga itu.


Setelah beberapa jam mereka menghabiskan waktu untuk membahas proyek yang akan mereka kerjakan pun akhirnya yang di tunggu Angga pun datang.


"Baiklah pak Angga aku setuju dengan apa yang telah perusahaan bapak Angga ajukan kepada kami, kami akan menunggu penandatanganan kontrak nya" Angga dapat bernafas dengan lega akhirnya dia bisa mendapatkan proyek yang besar ini. Angga pun menatap Bella dan Kayla dengan tersenyum.


(Mungkin ini hari keberuntungan ku karena mengajak Bella) pikir Angga.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita makan siang bersama? sebagai ungkapan syukur karena proyek ini akan di jalankan" ajak Angga pada investornya ini.


"Baiklah kalau begitu mari kita memesan makanan lagi pula ini sudah melewati jam makan siang" Ozel akhirnya tertawa memecah ketegangan dia antara mereka.


Mereka pun memesan dan makan bersama di ruangan itu dengan hikmat dan tanpa banyak berkata hanya denting sendok yang beradu tak ada suara lain lagi.


Bella yang sudah selesai makan bersama Kayla pun melihat kearah papah nya dan teman-temannya yang sedang makan siang.


"Mamah kenapa om yang bersama papah ngeliatin ke sini terus?" tanya Bella yang sejak tadi ternyata memperhatikan ozel.


"Mungkin dia sedang mengagumi bidadari cantik di depan kakak ini" Kayla mencolek dagu Bella dengan gemas dan disambut gelak tawa Bella.