Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
pertemuan Bella dan wilona


Kini pekerjaan Angga bertambah dengan menjahili dan membuat Kayla kesal.


Entah mengapa itu seperti hiburan tersendiri buat Angga di sela-sela meeting dan kesibukannya sebagai CEO perusahaan.


"Kay kenapa meja aku belum bersih?" Baru saja Angga duduk di meja nya, dia sudah membuat Kayla kesal pasalnya Kayla sudah mengelap dan membersihkan meja kerja itu sebelum membereskan semua nya.


"Masa sih tuan? perasaan aku sudah bereskan meja itu tadi" Kayla berfikir akan itu tetapi tetap dia merasa sudah membersihkannya.


"Bersihkan lagi!! aku tak mau tau!" ucap Angga tegas tak mau di bantah.


Begitu lah setiap hari nya ada saja yang membuat Kayla kesal dengan Angga.


'Semoga nanti jodohku tak seperti dia yang suka menindas' gumam Kayla sambil melirik sinis kepada Angga, tetapi orang yang Kayla lirik tak memperdulikannya.


Angga tetap memasang wajah arogannya tetapi didalam hati Angga sangat senang melihat wajah kesal Kayla.


Tok.....


Tok.....


Tok.....


Terdengar ketukan pintu dari arah luar ruangan Angga.


"Masuk..." Tanpa menunggu perintah kedua Tio masuk kedalam dan menghadap Angga.


"Permisi tuan..." Tio melirik sekilas Kayla yang masih membersihkan ruangan tersebut .


"Mau apa kamu kesini Tio? Apa mau melihat Kayla bekerja atau ada hal lain!! Kenapa kamu melirik ke arah Kayla terus!!" ucap Angga yang melihat arah pandang Tio pada Kayla entah mengapa Angga merasa tak suka akan tatapan Tio pada Kayla kali ini.


Suara yang keluar dari Angga pun mampu membuat Tio salah tingkah.


"Maaf tuan..." Tio pun menundukkan kepala nya.


"Cepat ada apa kamu kemari!!" Angga sudah tak sabar ingin Tio segera keluar dari ruangan tersebut agar tak memandangi Kayla terus.


"Di bawah ada nyonya Wilona"


"Usir saja dia, dia cuma bisa membuat kekacauan saja disini!!"


"Dia ingin bertemu dengan tuan, kata ada hal yang ingin dia bicarakan terkait nona muda"


Angga pun menghela nafas panjang, Angga merasa lelah menghadapi Wilona kali ini karena hampir sebulan ini juga dia selalu menghantui hidup Angga.


"Suruh dia masuk"


"Baik tuan"


"Kayla kamu jangan pernah keluar dari ruangan aku!!"


Kayla yang sejak tadi masih asik dengan kesibukan yang sebentar lagi akan selesai pun merasa lesu dengan perintah Angga barusan.


Tio langsung menuju Wilona dan mengantarkannya kepada Angga sebab tak sembarang orang dapat akses masuk kedalam ruangan Angga.


"Mari nyonya ikut saya" ucap Tio ketika sudah berada di depan Wilona.


Wilona yang menyadari kedatangan Tio pun segera berdiri dengan sombongnya.


"Aku bilang apa tadi Angga pasti akan memberikan aku ijin kenapa sih kalian itu tak percaya aku itu masih istri nya!!" Sepanjang perjalanan menuju ruangan Angga, Wilona tak henti-hentinya berbicara kadang dia mengumpat kesal akan sikap Tio pada nya yang menurut Wilona tak pernah sopan.


Tetapi Tio tak menanggapi satu perkataan pun dari Wilona.


Tok........


Tok.....


Tok.......


"Silahkan nyonya..." Wilona masuk dengan angkuh nya dan memandang sekitar ruangan Angga tersebut.


'Lumayan cukup besar juga ruangan ini' gumam Wilona ketika dia melihat sekeliling ruangan tersebut tanpa sengaja dia pun melihat Kayla sedang berdiri di samping meja Angga.


"Ada perlu apa?! Cepat katakan aku tak punya banyak waktu untuk menanggapi mu!!" ucap tegas Angga.


"Angga apa aku tak di persilahkan untuk duduk? lagi pula aku hanya mau berbicara dengan mu" ucap Wilona dengan manja sambil berjalan ke arah Angga.


"Tuan saya permisi mau mempersiapkan meeting yang akan di laksanakan setengah jam lagi" ucap Tio bukan hanya alasan memang benar Angga akan melaksanakan meeting dengan ozel yang sudah bekerja sama dengan nya dalam sebuah proyek yang sedang diadakan oleh perusahaan Angga.


Angga hanya menanggapi nya dengan anggukan kepala saja dan Tio pun mengundurkan diri dari sana.


"Tuan......" ucap Kayla di samping Angga. Angga yang mendengar suara Kayla yang lirih itu pun melirik ke arah Kayla.


"Apa!!" dengan suara sedikit membentak kearah Kayla.


"Saya juga ijin keluar tuan, saya akan membuat minuman untuk nyonya" Kayla berharap Angga mengijinkannya keluar kali ini karena ucapan Wilona tadi.


"Tidak usah membuatkan dia minum dia hanya sebentar saja disini setelah dia selesai berbicara, dia juga akan langsung pergi!" ucap tegas Angga,Wilona yang mendengar nya pun merasa geram ingin sekali dia marah tetapi sebisa mungkin Wilona tahan agar tak mencederai penilaian Angga terhadapnya padahal Angga sudah tau bagaimana perangai Wilona.


"Angga..... Aku hanya ingin berbicara berdua dengan kamu..." ucap manja Wilona.


"Sudah cepat katakan jangan berbasa-basi, aku tak suka. Apa kamu tak dengar tadi apa yang Tio katakan aku sudah ada jadwal meeting dengan Klain jadi jangan buang-buang waktu ku!!"


"Angga kenapa kamu seperti ini? Dulu kamu sangat hangat bahkan sangat memperhatikan aku. Tapi kenapa kamu seperti ini? Aku janji, aku akan meninggalkan dunia model ku yang sudah membesarkan nama ku Angga"


"Aku mau membuka lembaran baru lagi dengan mu" sambung Wilona lagi.


Tetapi Angga yang mendengar ucapan Wilona hanya tersenyum sinis.


"Apa sudah selesai kamu berkata?!!"


"Angga mari kita memberikan keluarga yang utuh untuk anak kita..... Dia pasti senang jika kita bersatu kembali" kini Wilona sudah berada di depan Angga dan mengelus lengan Angga dengan lembut.


"Jauhkan tanganmu dari ku sekarang!!"


"Dan jangan harap anakku akan mau mempunyai ibu yang seperti dirimu!!" Tegas Angga lagi.


"Angga....." Belum sempat Wilona berkata pintu ruangan Angga pun terbuka dan terdengar suara teriakan yang khas.


"Papah............." Bella langsung berlari ke arah Angga dan merentangkan tangannya lebar-lebar.


Melihat hal itu Kayla yang sedang berdiri menyaksikan drama yang di tampilkan oleh Wilona pun segera mundur dan menghampiri Bella.


Sementara Wilona membuka mata nya lebar-lebar melihat anak kecil yang memanggil Angga papah itu ternyata anak yang pernah dia maki-maki bersama dengan Kayla.


"Di... Dia?" ucap Wilona terbata dan kini berpindah menatap kearah Angga seperti bertanya apakah dia anak kita?.


"Ya dia adalah anakku!!" ucap Angga berbisik di telinga Wilona.


"Awas sayang jangan lari" ucap Kayla yang melihat bocah gemas itu berlari ke arah papahnya tetapi sebelum sampai dia berhenti dan melihat kearah suara tadi.


"Mamah...." ucap Bella yang di tujukan kepada Kayla tetapi Wilona salah faham, dia mengira kalau Bella memanggil diri nya.


"I-iya nak?" kini Wilona sepenuh nya menatap Bella dengan tatapan yang sulit sekali diartikan.


Bella kini beralih menatap Wilona dengan wajah cemberut nya.


"Papah... kenapa Tante ondel-ondel ini ada di sini!!" ucap Bella yang membuat Wilona sadar.


"A-apa!! Kamu tadi bilang apa? Aku ondel-ondel?!" Wilona yang terbakar rasa marah pun hampir melayangkan tangannya kepada Bella.