My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 77 : SIAPA AYAH DARI ANAKMU?


Adrian keluar dari kamar mandi dan melihat Naomi berdiri di depan jendela. Naomi terdiam menatap ke arah taman belakang yang menyajikan pemandangan indah dengan lampu-lampu berpendar. 


Adrian mendekat dan melingkarkan tangan ke perut. Membenamkan bibirnya di punggung leher hingga wanita itu bergidik. Geli. 


“Belum mau tidur?” 


“Belum ngantuk.” 


“Apa yang kamu pikirkan? Biasanya kamu cepat tidur. Apa kamu sedang ingin melestarikan kehidupan lagi?” goda Adrian kala merasa respon Naomi datar. 


"Tidak juga. Aku sedang menjalankan mode hemat energi."


Adrian membalikkan tubuh Naomi. Ia tersentak ketika melihat genangan air mata di bola mata istrinya. 


“Kamu menangis?” tanyanya dengan raut muka khawatir. “Ada apa, beritahu aku.” 


“Tidak apa-apa. Sepertinya mataku hanya kemasukan debu.” Ia mengusap ujung matanya yang basah. Kemudian melepas tangan Adrian yang melingkar di pinggang. “Aku haus. Mau ambil minum dulu.” 


“Kamu di sini saja, biar aku minta mereka membawakannya untukmu.” 


“Tidak usah, ini sudah malam. Mungkin mereka sudah tidur,” tolak Naomi.


“Kalau begitu biar aku saja yang ambilkan. Bukankah kamu sedang menjalankan mode hemat energi? Turun tangga akan membuat energimu terkuras.” 


“Tidak apa-apa biar aku saja sendiri. Nenek bilang wanita hamil tidak boleh malas bergerak.” Naomi melangkah memunggungi Adrian dan keluar kamar. Membuat Adrian mematung di tempat. 


Ia menyadari ada yang lain dari sikap Naomi akhir-akhir ini. Sering melamun dan sedih.


“Apa dia sedang memikirkan orang tuanya?” 


Naomi menuruni tangga dengan sangat hati-hati. Begitu berada di anak tangga terakhir, bersamaan dengan ibu yang baru tiba. Wanita yang selalu tampak elegan itu menatap sinis. Berjalan mendekat sambil mengangkat dagu. 


“Selamat malam, Ibu,” sapa Naomi sopan.  


Bukannya menyahut, ibu malah menatap dari ujung kaki ke ujung rambut, lalu kembali menatap perut yang sudah membesar. Ia berdecih setelahnya. 


Tangan Naomi sudah mengepal di bawah sana. Namun ia berusaha menahan. "Apa kabar, Ibu? Lama tidak bertemu."


“Tidak usah berpura-pura baik. Sekarang beritahu aku siapa ayah dari anak haram yang kamu kandung. Tidak mungkin Adrian, kan?” 


Naomi menghembuskan napas panjang. Sepertinya sia-sia saja bersikap sopan terhadap wanita itu.


“Kenapa Ibu jahat sekali? Apa Ibu tidak tahu kalau bersikap jahat adalah jalan pintas untuk mencapai neraka?”  


Sepasang netra wanita itu berkilat marah. “Apa kamu sedang mendoakanku?” 


“Bukan mendoakan. Aku sedang memperingatkan Ibu. Anak yang kukandung adalah anak suamiku. Memang anak siapa lagi?” 


"Aku tidak sebodoh itu. Kamu bisa menipu seluruh keluarga Marx, tapi tidak denganku."


"Memang aku menipu siapa, Bu?"


"Jangan pura-pura polos. Ingat, jangan pernah berharap kamu akan kuterima sebagai menantu di keluarga Marx. Kamu tidak lebih dari seorang wanita penghibur yang sudah menipu putraku. Adrian buta karena memilih wanita sepertimu!” 


"Cukup!" Suara berat yang tiba-tiba hadir membuat ibu menghembuskan napas panjang.


.


.


Halo-halo sahabat Naomi-Adrian ....


Gak terasa Naomi dan Adrian sudah satu bulan melanglang buana di Noveltoon. Senang rasanya bertemu teman-teman semua.


Terima kasih sudah tetap setia menemani perjalanan Adrian dan Naomi dari awal sampai saat ini🤗🤗🤗.


Oh ya, kita diskusi dulu, Yuk! Kira-kira apa sih yang teman-teman harapkan dari kisah Adrian dan Naomi kedepannya?


Aku tunggu di kolom komentar yaaa. 🤗🤗🤗