My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 43 - Kenapa Jadi lembut Begini?


Adrian membalut tubuh Naomi dengan selimut setelah memastikan wanita itu sudah terlelap. Sebelah tangannya mengusap ujung mata Naomi dari sisa-sisa air mata. Kemudian memeluknya sebentar. Ia kecup keningnya dengan sangat hati-hati, lalu beranjak turun dari tempat tidur. 


Adrian beranjak keluar dari kamar. Balkon atas adalah tempat yang akan dipilihnya untuk menenangkan diri. Namun, baru keluar dari pintu, sudah terlihat David yang juga baru saja keluar dari kamar Nenek Camila. 


Seperti biasa, sepupunya itu selalu melempar senyum. Meskipun tahu suasana hati Adrian sedang buruk.


“Aku baru saja menemui nenek.” David berjalan mendekati Adrian. “Suster bilang hari ini nenek minum obat tanpa harus dipaksa, dan semua itu karena Naomi.” 


Adrian membenarkan ucapan David dengan anggukan kepala. Ia melihat sendiri betapa unik cara Naomi membuat nenek meminum obat. Dan bukan hal mudah untuk bisa membujuk wanita tua itu. 


“Apa kamu ada waktu? Aku mau bicara sebentar,” ujar David. 


“Tentu saja.” 


Adrian lebih dulu melangkah. David mengikuti dari belakang. Ketika Adrian melewati tangga, David menatap punggungnya. Ia tahu, saat sedang ada masalah, Adrian akan merenung di balkon atas. Dulu mereka sering menghabiskan waktu di sana untuk melihat pemandangan kota di malam hari. 


Sekarang Adrian sudah berdiri sambil berpegang pada pagar pembatas balkon. Mereka saling diam beberapa saat. 


“Bagaimana dengan kakaknya Naomi? Apa dia masih mendekam di penjara?” Pertanyaan bernada santai itu menciptakan kerutan dalam di kening Adrian. Ia menatap David seperti menuntut sebuah jawaban. 


“Maksudmu Ken pernah dipenjara?” 


David mengangguk cepat. “Benar. Memangnya dia sudah bebas?” 


Adrian menghembuskan napas panjang. “Aku bertemu dengannya beberapa waktu lalu. Dia memukul Naomi.” 


David berdecak kesal kala mengingat pria yang baginya lebih dari sekedar pengecut itu, sambil menggeleng-gelengkan kepala heran. “Ternyata dia tidak berubah juga.” 


“Memangnya apa yang membuatnya sampai dipenjara?” Adrian merasa penasaran apa yang habis dilakukan Ken.


“Dia melakukan kekerasan fisik terhadap adiknya sendiri. Sampai Naomi trauma karena mengalami retak tulang di beberapa bagian dan harus dirawat. Aku membantu Naomi melaporkannya sampai Ken ditahan. Sebenarnya, aku cukup terkejut saat kamu bilang bertemu dengannya beberapa waktu lalu, karena vonis hukumannya lumayan lama,” terang David panjang lebar. 


 David tidak tahu saja, bahwa seseorang telah membayar jaminan untuk membebaskan Ken dari tahanan. Dan setelah bebas, pria tak bertanggungjawab itu malah menjual adiknya sendiri demi uang. 


Kedua tangan Adrian sudah mengepal. Jika Ken ada di hadapannya, sudah pasti kepalan tinju Adrian sudah mendarat di wajahnya. David dapat membaca kemarahan yang tertahan di wajah Adrian. 


“Kamu akan lebih terkejut saat tahu alasannya memukuli Naomi,” sambung David.


“Menurut hasil interogasi oleh kepolisian, dia mengaku Naomi adalah penyebab ibunya tewas dalam sebuah kecelakaan, mungkin karena itu dia membenci Naomi. Dia juga mengaku muak dengan adiknya yang pembangkang dan sering melawannya.” 


“Gila!” Hanya satu kata itu yang terbesit di benak Adrian. Sekarang rasanya ia benar-benar ingin membunuh saja. 


"Kalau boleh aku minta sesuatu darimu, jauhkan Naomi dari kakaknya. Jangan beri celah sedikit pun untuknya mendekati Naomi."


"Tidak kamu minta pun aku akan melakukannya."


"Syukurlah, setidaknya Naomi aman bersamamu," ujar David. “Oh ya, sebenarnya aku masih penasaran, bagaimana kalian bertemu sampai bisa menikah?” David menatap Adrian penasaran. 


Adrian terdiam beberapa saat memikirkan pertemuan pertamanya dengan Naomi. Tentu saja ia tak ingin siapapun memandang rendah Naomi, terutama ibu. Jika mengetahui asal-usul Naomi, kebenciannya pasti semakin dalam.  


“Tidak ada alasan khusus. Kami hanya bertemu secara kebetulan.” 


.


.


Naomi menggeliat kala merasakan sepasang lengan menyusup ke dalam selimut dan memeluk tubuhnya erat. Disusul oleh udara sejuk dalam kamar yang bercampur dengan aroma musk.


Baru membuka mata, ia sudah dikejutkan dengan keberadaan Adrian yang begitu dekat dengannya. Bahkan Naomi hampir mencium dagunya yang dipenuhi bulu-bulu halus. 


“Kamu terbangun?” Suara serak Adrian membuat Naomi bergidik. Apa lagi saat laki-laki itu membuka mata dan menatapnya. 


Tetapi anehnya, Naomi tidak merasa takut seperti biasanya. Justru merasakan kehangatan yang berbeda, karena kini Adrian membenamkan Naomi ke dada lebarnya. Sampai Naomi dapat mendengar degub jantungnya. 


"Tidurlah, ini masih larut," bisik Adrian.


Sepasang mata Naomi terpejam kala sebelah tangan Adrian mengelus rambutnya dengan lembut. Dan sialnya Naomi malah berdebar. Apalagi saat bibir Adrian mendarat lembut keningnya. 


Ada apa dengannya? Kenapa jadi lembut begini?


...........