
Acara selanjutnya akan segera di mulai, para panitia sudah mempersiapkannya dan mengumumkan untuk para murid dan tamu yang mendapat kartu undangan. Sulit di percaya lapangan sekolah yang cukup luas ini di sulap sedemikian rupa oleh para panitia.
Hana tercengang melihat apa yang di lihatnya depan mata, dekorasi yang sangat sangat diluar pikirannya bisa terpasang rapih dan sempurna di lapangan olah raga.
Pesta Bantal.
Banyak stand yang disiapkan di lapangan ini, dan yang gagal fokus di otak Farzan adalah. Stand itu seperti kasur kecil yang seperti ada di vila pinggir pantai.
Memang sulit di jelaskan.
Pikiran liat tercipta pada otak laki-laki sampai ketua panitia -Adit memberikan sambutannya.
"Haloo.. Selamat malam.." Sapa Adit di ujung sana melambaikan tangannya dengan disorot oleh lampu.
Sejak kapan sekolah punya lampu sorot?
"Kalian jangan berpikir yang tidak-tidak dulu melihat semua yang ada di depan kalian.. Disini kami membuat ini untuk memberi kesan dan kenang-kenangan buat Kakak-Kakak sekalian.. SELAMAT DATANG DI DUNIA GAME YANG KAMI CIPTAKAN.." Teriak Adit di akhir kalimatnya.
"A-apa??"
"Game??"
"Apa maksudnya ini?"
"Gue masih gak ngerti sumpah.."
"Woii.. Adit maksudnya gimana nih??"
Bahkan ada yang sampe yang teriak-teriak meminta penjelasan dari Adit. Lalu seperkian detik, para panitia tiba-tiba saja muncul entah dari mana dan berdiri di dekat setiap stand dengan memakai kostum yang sangat aneh dan~ agak seram.
"M-mas.." Hana memegang lengan Farzan, semuanya sudah memakai dengan baju piama mereka.
"Gak papa.. Ini hanya game, kita dengerin peraturannya dulu.." Jawab Farzan mengusap punggung tangan Hana.
Hana menganggukkan kepalanya dan kembali fokus mendengarkan penjelasan dari Adit.
"Wwaahhh.. Kayanya kalian sangat bersemangat sekali ya.." Lanjut Adit.
Apanya yang semangat,dodol.
Awas aja kalo yang aneh-aneh, gue laporin ke bapak gue loh..
Masih gak ngerti yang ada di otak panitia..
Siapa sih yang bikin ide kaya gini, gue slepeww juga..
Terdengar kekesalan mereka pada para panitia yang membuat mereka tambah bingung.
"Hahaha.. Santai dong Kak, gue yakin kalian bakal terkesan sama game yang kami buat loh.." Bangga banget nih si Adit, "Oke, langsung aja Adit jelasin cara bermain game sama peraturannya.. Disini ada sepuluh stand yang di tempatkan dengan acak, lalu ada satu stand yang berada tepat di belakang Adit ini, berari semua di bagi menjadi sepuluh kelompok.. Oke Adit mulai bagi kelompoknya.." Adit dan para panitia lainnya membantu membagi menjadi sepuluh kelompok dengan pilihan acak.
Dan hasilnya beginilah..
Jeng.. Jeng..
Satu kelompok terisi banyak sekali orang, diantaranya Hana beruntung satu kelompok dengan Farzan, lalu ada Dika dan Bunga, lalu ada juga teman Dika dari tim basket. Caca, Vino, dan Bima mereka semua berpencar.
"Aahhhh... Gue sebel sama panitia, kenapa gue sama Kak Bima dipisah sih..? Kalo ada yang genit sama Kak Bima gimana? Gak boleh.. Gak boleh di biarin.." Bunga misuh misuh sendiri karena tidak dapat berama Bima.
"Apa sih lo.. Kelamaan jomblo jangan rusak hubungan orang.." Ketus Bunga.
"Jir.. Gak gitu juga kali.. Gue gak bakal rusak hubungan kalian.. Gue sadar gue jomblo.. Astagaa Ya Fuhan.." Dika mendrama memegang dadanya sendiri seolah sangat menyedihkan.
Tapi memang menyedihkam sih..
"O-oohhh.." Balas Bunga merasa bersalah juga sudah bicara seperti tadi pada Dika.
"Okee.. Semua sudah berada di kelompoknya masing-masing, tidak ada yang bileh keluar dari lingkaran yang sudah panitia buatkan sampai saya intruksikan.. Cara bermainnya seperti permainan paintball.. Hanya saja disini kita tidak memakai senjata seperti itu, melainkan seperti ini.." Adit mengangkat bantal kecil di tangannya.
Kening semua peserta game mengkerut, Astaga game macam apa ini??
"Kalian pasti tau di pesta bantal selalu ada game TOD? Lalu saling lempar bantal? Dan saling mengejar? Ya.. Di game ini juga semua itu ada.. Nanti perwakilan setiap kelompok dalam jumlah tiga orang harus ke depan di setiap gamenya.. Dan yang kalah di bagian babak pertama para perwakilan menjadi gugur kecuali pemenang.. Tetapi untuk babak selanjutnya pemain harus berganti sampai didalam stand anggota menipis.. Dan bagi yang menang di babak pertama kita sediakan stand juga di samping lapangan.. Lalu di pesta ini tidak hanya tiga game saja melainkan banyak game.."
Semua peserta besorak ria ada yang sudah paham dengan penjelasan Adit dan ada yang masih belum mengerti, ini seperti acara jurit malam karena melakukan game di malam hari, namun dalam sepertinya para panitia mengubahnya menjadi lebih menarik dan berkesan. Berbeda dengan acara perpisahan pada umumnya yang hanya ada pesta dansa, atau mengundang band musik terkenal. Sepuluh jari jempol untuk para panitia yang bikin cara ini menjadi seru.
*Sepuluh jempolnya minjem dari rombongan anak itik yang lewat..
Hahah..
"Okee.. Semua nya paham?? Kita langsung mulai ke babak pertama.. Tolong panitia persiapkan tempatnya.." Intruksi dari Adit, dan para anggota panitia menyiapkan sesuatu di tengah tengah mereka.
Karpet bulat berukuran cukup lumayan tapi motifnya kaya permainan ludo. Semua peserta kembali mengerutkan keningnya. Apa lagi ini??
"Semua tiga perwakilan dari seriap kelompok maju ya.." Tiga orang dari kelompok Hana meju kedepan, lucu sekali melihat mereka memakai piama dengan bermacam motif.
"Semuanya.. Dengarkan Adit, siapa cepat berdiri di lingkaran yang berwarna.. Mereka bisa lanjut ke game berikutnya.." Setiap peserta mulai bersiap, "Adit mulai hitung mundur.. Tiga.. Dua.. Satu.. Mulai.. " Semuanya berlari lalu menempati lingkaran berwarna tadi, hingga ada satu orang yang tidak dapat tempat, "Ahhh.. Sayang sekali Kak, Kakak gugur dari sini.. Terimakasih dan jangan sedih.. Kakak bisa melihat game ini sampai selesai.. Silahkan kaka ikuti panitia yang akan mengarahkan Kakak.. "
Dan yang paling tercengang adalah saat gugur kita biasanya hanya menjadi penonton setia, tapi disini para panitia sangat luar biasa, memberikan kenyamanan untuk peserta gugur juga. Yaitu, peserta dapat makanan juga hadiah sebagai cindra mata.
Asli..
Sumpah..
Siapa yang bikin ide macam begini??
Top markotop..
"Semuanya tetap berdiri disana nanti para panitia akan menghampiri kalian memberikan satu orang satu bantal.. Saya akan berikan satu pertanyan jika jawabannya salah maka kalian harus lempar bantal itu sekencang mungkin pada peserta yang salah jawab.. Semua paham??"
"PAHAMM.." Teriak para peserta.
Adit pun memberikan satu pertanyaan seputar mata pelajaran sekolah, lalu mereka menjawab secara bersamaan, dan diantara mereka empat orang yang salah, sesuai intruksi Adit yang kalah dilempar bantal. Ke empat peserta yang salah sampai terjatuh karena terkejut mendapatkan serangan bantal yang tiba-tiba.
Semua berterial saling menyemangati anggota kelompoknya masing-masing, sampai Adit memilih satu pemenang di babak pertama ini. Dan sangat di sayangkan untuk kelompok Hana di game pertama gagal.
"Gue bakal coba babak kedua.." Ucap Dika penuh semangat.
"Ya, gue dukung lo.. Ternyata gamenya seru banget.. Gak nyangka acara perpisahan angkatan kita bakal segila ini.. Gue kira bakal mewek mewek sampe akhir, hahaha.." Sahut Bunga yang di angguki Hana.
"Bener.. Ini seru banget.."
"Kamu nanti ikutannya yang ringan ya.. Kasian baby twins." Bisik Farzan pada Hana, Hana mengangguk lalu mengusap perutnya.
Sepertinya kedua anaknya ini juga semangat untuk mengikuti game ini, karena Hana merasakan energi dari kedua anaknya.