My Husband, My Teacher

My Husband, My Teacher
Keseruan Hari ini...


Dua bulan berlalu dengan status baru sebagai seorang istri dan seorang murid. Hana mulai merasa keadaannya baik baik saja dan sudah mulai terbuka tentang dirinya dengan Farzan.


Sama hal nya dengan Farzan yang menunjukan sifat aslinya yang tidak semua orang tau bahwa sebenarnya Farzan sangat MANJA.


Guru pelit nilai dan atasan di kantor yang judes bisa sangat manja jika berada dirumah bersama Hana.


Tidak habis fikir memang, awalnya Hana pun tidak menyangka tapi saat Dinda berkunjung ke rumahnya lagi dan melihat Farzan manja seperti anak kucing membenarkan semuanya.


Farzan memang manja, hanya Dinda saja yang tau selama ini tapi sekarang ada satu lagi yang menjadi tau sosok Farzan sebenarnya yaitu Hana.


Kebetulan hari ini adalah jadwal Farzan mengajar kelasnya, Hana sudah mengganti baju dengan seragam olahraga bersama yang lainnya dan langsung berkumpul dilapangan.


"Kita pemanasan dulu!" Teriak Farzan, "Heri pimpin di depan!" Lanjut titahnya.


Heri memang ketua kelas jadi sering di suruh memimpin lagi pula dia atlit taekwondo.


"Iya Pak." Heri kedepan memimpin untuk pemanasan.


Sepuluh menit pun cukup untuk pemanasan, Farzan memisahkan siswa dan siswinya disisi kanan dan kiri.


"Hari ini kita akan melakukan olahraga lari jarak jauh dan memegang botol saling estapet di berbagai titik yang saya sudah tandai." Farzan mengangkat botol yang akan muridnya nanti pegang. "Lalu kalian buat 5 kelompok.. Kelas ini ada 36 orang jadi ada yang 6 orang satu kelompoknya." Lanjut Farzan.


"Pak kelompoknya bebas atau di tentuin?" Tanya Irene salah satu teman sekelas Hana juga.


"Bebas.. Saya percaya sama kalian!" Jawab Farzan, "Oke, kalian buat kelompok sekarang! Boleh campur dengan cowok."


Mereka pun langsung berhambur mencari kelompok, seperti biasa Hana mendapat kelompok dengan Bunga, Caca, Radit dan Heri. Kali ini tanpa Bagas karena pria itu satu kelompok dengan Irene.


Ya, Bagas sedang gencar untuk mengejar cinta Irene semenjak hari lalu ketahuan sedang bicara sembunyi sembunyi dengan Irene di taman belakang. Dan hal itu menjado heboh satu kelas.


Untung saja semuanya mendukung jika Bagas dan Irene memang cocok, dan sekarang Bagas secara terang terangan mengejar Irene.


Lintasan lari ini sudah terisi dengan kelima kelompok dan setiap tim sudah menempati titik titik tertentu dengan jarak yang cukup jauh, tak lupa dari barisan pertama mereka memegang botol untuk di estapetkan.


"Saya hitung sampai tiga kalian mulai!" Teriak Farzan. "Kalian siap?"


"SIAP PAK!!" Jawab semuanya.


"SATU.. DUA.. TIGA.. MULAI!!"


Barisan pertama sudah berlari, mereka berusaha untuk menjadi yang pertama, sampai botol itu di estapet ke barisan kedua dan terus seperti itu sampai barisan terakhir hingga botol harus kembali ke tangan barisan pertama.


"PPPRRRRRIIIIITTTTTTT!!!!" Farzan meniup peluit tandanya semua sudah selesai.


"Tim yang sampai paling pertama adalah tim tiga." Ucap Farzan yang membuat tim tiga bersorak gembira.


"Yeee.... Kita pertama!!"


"Gue traktir minum broo.." Ucap Dika yang berada ditim tiga.


"Waaassiikkk mantap.. Yo.. Yoo..!!" Sahut Dimas yang tidak mau kalah. Dimas yang juga satu tim di tim tiga dan yang paling kocak di kelas.


"Yaahh.. kalah dehh!!" Keluh tim dua lainnya termasuk tim Hana yang berada di posisi tiga.


"Lebay lo bukan lomba Asian juga!" Sahut Bunga.


"Woooo.. Sirik lo Bunga kamboja!" Ledek Dika.


"Awss.. Sakit bego!" Pekik Dika yang kena lemparan botol yang di pegang Bunga.


"Rasain lo dasar nyebelin!! DIKALENGIN." Bunga membalas ledekan Dika.


Semuanya jadi terhibur oleh Dika yang ngedumel karena Bunga, rasa lelah setelah berlari menjadi reda seketika.


Farzan yang melihat Hana ikut tertawa pun senang dan tersenyum. Tak disangka Hana pun menatapnya dan tersenyum kearahnya.


Olahraga kali ini sangat menyenangkan.


"Semuanya boleh istirahat dulu.. Lalu jam kedua kalian bebas, karena saya ada urusan mendadak!" Ucap Farzan yang disambut dengan girang oleh semuanya kecuali Hana.


Gadis itu memandang Farzan dengan banyak pertanyaan yang ada di dalam kepalanya.


"Kalo begitu, pelajaran saya cukup sampai disini.. Sampai ketemu minggu depan.. Selamat istirahat anak anak!" Akhir Farzan.


"Selamat istirahat juga Pak!" Jawab semuanya.


Farzan memandang Hana terlebih dahulu sebelum pergi keruangannya memberikan senyum manisnya untuk sang istri. Namun Hana hanya diam tidak membalas apapun.


"Yoo kantin yoo..!!" Teriak Dika dan di ikuti yang lainnya. "Woi Bunga kamboja lo kantin gak??" Teriak Dika, karena tadi Dika sudah berjalan beberapa langkah dari tempat berkumpul.


"Lo mau traktir gue??" Tanya Bunga sambil menunjuk dirinya sendiri.


"OKE GAK PAPA ES TEH JUGA!!" Teriak Bunga yang mendapat acungan jempol dari Dika. "Asikkk lumayan!!" Girang Bunga.


Kalian masih ingat kan jika Bunga kalo soal makanan selalu semangat apalagi geratisan. Haha.


"Unge.. Caca! Aku ke ruang Pak Farzan dulu ya? Gak papa kan?" Tanya Hana dengan suara yang pelan.


"Ohh.. Oke, gak papa kok.. Kita tunggu dikantin ya!" Jawab Bunga.


"Ya udah aku kesana dulu!" Lanjut Hana.


"Oke.." Jawab Bunga dan Caca.


Hana langsung berjalan keruangan Farzan, Hana menengok kanan kiri berharap tidak ada yang menyadarinya.


Tok.. Tok..


"Masuk!" Teriak Farzan dari dalam.


"Assalamualaikum!" Ucap Hana saat membuka pintu dan menutupnya kembali.


"Walaikumsalam! Loh Hana?" Jawab yang cukup terkejut saat melihat Hana. "Kunci pintunya!" Titah Farzam yang dituruti Hana.


"Kenapa gak ke kantin?" Farzan bangun dari duduknya dan menghampiri Hana.


Hana menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, "Kamu pasti cape udah lari, jajan aja." Ucap Farzan mengusap kening Hana, "Uang jajannya abis?" Hana dengan cepat menggeleng. "Kamu kenapa? Sakit??" Cecar Farzan.


"Bukan, Mas." Jawab Hana.


"Lalu kenapa?" Tanya Farzan lagi, dan membawa Hana duduk di sofa ruangannya.


"Sekarang Mas mau ke kantor?" Tanya Hana dan Farzan mengangguk. "Belum selesai masalahnya?" Kali ini Farzan menggeleng.


"Gak usah dipikirin ya.. Ini soal kantor ada Bima dan sekertaris Papah juga yang bantu aku." Farzan mengusap lembut pipi Hana.


Entah kenapa seiring berjalannya waktu Farzan berasa sangat senang di samping Hana, bahkan pria ini sekarang merebahkan tubuhnya dan paha Hana sebagai bantalnya.


Farzan meletakan tangan Hana di atas kepalanya, "Usapin ya!" Pinta Farzan yang dituruti Hana.


Tingkah manjanya mulai lagi deh.. Tapi Hana tidak menolak.


Farzan merasa tenang untuk sementara melupakan masalah besar itu lagi. Masalah yang masih juga belum dia selesaikan. Sulit sekali mencari bukti lainnya.


Tuk.


Farzan membuka mata saat telunjuk Hana menyentuk keninhnya, "Jangan di tekuk terus keningnya.." Ucap gadis itu.


Jantung Farzan berdebar.


Apa sekarang sudah tumbuh rasa cinta???


.


.


.


TBC.


**Aaaaa gemezzzz...


Seru banget sihh..


Ada gak masa SMA kalian yang seperti Dika?? Nyebelin tapi lumayan baik lah.. Haha..


Episode ini gak ada Vino ya..


Jadi Caca aman gak cape cekcok sama Vino..


Tapi malah Bunga sama Dika yang saling ledek..


Next???


Jangan lupa like sama komen ya sayang ku... 😘😘


Nanti di cium kening sama Farzan pas lagi bobo hehhe..


See You**...