
Saat ini didalam kelas Hana sedang jam kosong karena guru yang harus mengisi kelasnya tidak bisa hadir, dan itu membuat seisi kelas bersorak gembira meskipun diberikan tugas.
"Tugas mah bisa besok." Sorak Dimas. Dan kelas kembari riuh.
Lalu beberapa menit selanjutnya, entah kenapa di tempat duduknya saat ini menjadi ramai. Ada Caca, Dika bahkan Vino ada dikelasnya.
"Lo ngapain ke kelas gue!" Ketus Caca pada Vino.
"Suka suka gue.. Bukan urusan lo." Pekik Vino tak kalah ketus, pria itu memilih memandang Hana sambil tersenyum.
"Lo juga ngapain duduk disitu?" Tanya Bunga pada Dika yang berhadapan dengannya.
"Hmm.. Karena disini lebih menarik." Ucapnya sambil menaikan satu alisnya.
"Maksud lo?" Dika hanya menaikan bahunya acuh dan memilih mengeluarkan ponselnya.
Hana yang melihat perdebatan ke empat orang ini bingung.
"Kalo mau maen hp jangan disini.. Sana lo!" Sindir Caca untuk Dika.
"Apa sih.. Terug gue harus ngapain?" Tanya Dika.
"Mana gue tau lah.. Emang lo ngapain disini?" Caca juga heran kenapa Dika duduk disini.
"Bebas dong mau duduk mana aja.. Bener gak Vin?" Dika beralih pada Vino yang di angguki juga oleh pria itu.
"Yupp setuju.." Vino dan Dika bertos ria, membuat Bunga dan Caca memutar bola mata malas.
Hana seperti menjadi wasit adu debat di antara temannya yang hanya diam memandang dengan wajah bengongnya.
"Kamu bengong mulu, kenapa?" Tanya Farzan memegang tangah Hana.
Tanpa di duga dam disadari Hana, gadis itu langsung melepas tangan Vino. "Ehh, gak papa sih.. Cuma liat kalian berantem mulu deh." Jawab Hana yang dapat cengiran dari ke empatnya.
"Ca, lo bawa bekal gak?? Biasanya kan lo di bikinin bekal sama pembantu lo." Tanya Bunga yang di angguki Caca.
"Ada, bentar gue bawa.." Caca mengambil kotak bekal yang ada di laci mejanya, lalu menaruh di meja Hana. "Gue di bekalin kue nih buatan maid di rumah." Ucap Caca membuka penutup bekal dengan gambar hellokitty.
"Waahhh.. Gue ambil satu ya?" Vino langsung saja nyomot tanpa menunggu jawaban Caca.
Dan yang lain pun mengambil kue yang Caca letakan di atas meja.
"Enak loh Ca kue nya." Ucap Hana yang di angguki Vino dan Dika.
"Hmm, lo sering sering bawa beginian ya." Ucap Vino dengan mulut yang penuh.
"Yupp, Gue juga setuju.. Lo sering bawa makanan lagi ya." Dika menyahut dan mengambil satu potongan kue lagi.
"Iya.. Iya nanti gue bilangin sama maid biar di buatin bekal lagi." Ucap Caca dengan tangan menopang dagu.
"Makasih Caca kuenya.." Kompak mereka semua membuat Caca tersenyum senang.
Menghargai apa yang di berikan memang ada rasa kebahagiaan tersendiri dari hati.
Caca pun mengangguk dan membiarkam temannya menghabiskan kue yang dia bawa, Caca memang orang kaya tapi tidak pernah merendahkan temannya. Caca menganggap mereka sama karena kebaikan mereka.
Apa lagi saat bertemu dengan Hana, Caca yang sering di manfaatkan karena kekayaannya namun semenjak ada Hana yang tidak memandang latar belakangnya. Caca merasa beruntung dan memilih menjadi teman Hana begitu pun Bunga meski suka mau gratisan darinya, tapi Bunga tetap pada wajarnya.
Mereka berlima tanpa sadar saling tukar pikiran dari awal yang sering cekcok sekarang mereka jadi satu alur, menceritakan satu sama lain tentang mereka. Dan mulai saat ini orang Dika memilih bergabung dengan mereka.
🌸
🌸
Brukk..
"Awss.. " Lenguh Hana dan satu orang lagi.
Hana terjatuh setelah bertubrukan dengan seseorang, saat Hana mendongak ternyata orang itu Melisa.
Ucapan Melisa yang kencang mengundang semua tatapan tertuju pada mereka, terlihat Melisa berpura pura meringis memegang bahunya.
Disini Hana yang terjatuh, harusnya dia yang merasa sakit.
"Gak tau nihh jalan bener aja gak bisa lo!" Timbal Erika, teman Melisa.
Murid murid sudah terdengar mulai bisik bisik melihat pemandangan yang menurut mereka menarik.
Hana berdiri yang di bantu Caca, sayangnya tidak ada Bunga disini untuk membela Hana karena Caca pun tidak seberani itu.
"Maaf, Mel." Ucap Hana setelah berdiri.
"Maaf lo gak gue terima.. Lo pikir kata maaf lo bisa nyembuhin bahu gue, Hah!" Melisa masih tidak terima, padahal Hana tau ini memang disengaja oleh Melisa dan menyalahkannya.
"Ada apa ini?" Tiba tiba Farzan datang.
Langsung saja Melisa merubah raut wajahnya seperti kesakitan, "Aduh Pak bahu aku sakit.. Tadi Hana nyenggol aku dengan sengaja." Ucap Melisa di buat buat.
"Iya bener Pak, saya juga lihat." Timbal Erika dan di angguki Rara.
Farzan memandang melisa dan Hana bergantian, Hana yang hanya diam tidak membela meski terlihat menahan ringisannya. Farzan tidak tega melihat istri kecilnya kesakitan namun disini Farzan bingung siapa yang sebenarnya yang salah.
"Kamu ke uks aja ya, Mel." Ucap Farzan memegang bahu Melisa, membuat gadis itu kegirangan.
"Kamu Hana, lain kali hati hati ya." Farzan tidak membelanya membuat Hana membulatkan matanya tidak percaya.
"Kalo gitu semuanya bubar." Teriak Farzan.
"Yaa.. Gak seru ah." Ucap murid yang menonton mereka tadi.
"Kamu masuk kelas lagi ya.. Saya pergi dulu." Ucap Farzan lagi pada Hana. Melisa yang sudah meninggalkan tempat ini dengan senyum meledek.
Dan Hana diam saja tidak menjawab perkataan Farzan dari tadi, lalu melihat Farzan yang langsung pergi begitu saja.
"Apa sih gak jelas banget mereka.." Pekik Caca yang di dengar Hana, "Kamu gak papa?" Tanya Caca yang melihat Hana hanya diam.
"Aku gak papa ko.. Lanjut yu!" Sahut Hana dengan senyum manisnya. Caca pun mengangguk dan mereka melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan karena disuruh untuk membawa buku paket.
Hana sedikit kecewa dengan apa yang Farzan tadi lakukan, Hana kira pria itu akan membelanya dan membawanya ke uks, namun ternyata tidak.
Sudahlah, Hana tidak boleh berpikiran buruk dulu tentang suaminya itu. Mungkin di mata orang Melisa yang korban dan bukan dirinya. Sudut pandang orang selalu seperti itu.
Berbeda dengan Melisa yang sedari tadi tersenyum karena mendapatkan perhatian dari Farzan, Melisa tidak akan menyerah untuk mendapatkan Farzan.
Ini baru tahap awal.. Tunggu saja nanti. Batin jahat Melisa.
.
.
.TBC.
**Kayanya Dika ada maksud nihh ikut gabung sama mereka..
Caca Vino baikan dong..
Cekcok mulu..
Melisa mulai bertindak deh..
Gimana??
Next??
Jangan lupa like dan komen terus ya sayang ku..
See yiu**...