
"Maaf" Ucap Louis pelan
"Aku tidak bermaksud mengatakan itu namun karena desakan kakek membuatku bingung menjawab apa namun kata kata itu terlintas diotakku" Ucap Louis menunduk
"Maaf" Ucap Louis mencium punggung tangan Rona
"Apakah bayiku sudah bahagia diatas sana?" Ucap Rona
"Pasti dia bahagia" Ucap Rona tersenyum getir
"Tentu saja bahagia,kita harus mendoakannya selalu" Ucap Louis
"Hikss tapi mengapa dia pergi?mengapa?mengapa dia tidak bisa bertahan?hiks hiks" ucap Rona disela tangisannya
"Sttt! Dia pergi karna tuhan lebih menyayanginya dia sudah bahagia diatas sana jangan menangis " ucap Louis menghapus air mata yang jatuh dari mata sang istri
"Sudah tenanglah sayang" ucap Louis mengelus kepala Rona
Hingga tangisan mereda dan Rona sudah mulai tenang Louis mengambil air dan memberikannya pada Rona
"Minum dulu Rona" Ucap Louis memberikan gelas berisi air putih
Rona meminumnya dengan pelan dan merebahkan kembali tubuhnya
"Sudah hm?" Tanya Louis
"Maaf" Ucap Rona pelan
"Hey kenapa meminta maaf?" Tanya Louis bingung
"Seharusnya aku tidak menyalahkanmu,ini bukan salah siapapun ini memang takdir yang memang harus dijalani" Ucap Rona
"Tidak papa sayang,salahkan siapapun aku tidak masalah tapi kumohon jangan melamun lagi hm?bicaralah semua orang khawatir padamu" Ucap Louis mendapat anggukan
"Istirahatlah,aku akan menjaga disini" Ucap Louis diangguki Rona
Tak lama setelah itu Rona kembali tertidur dan Louis keluar memberi tahu kedua orang tua istrinya bahwasan putri mereka sudah berbicara dengannya dan saat ini tengah tidur
Itu membuat bunda Mila dan tuan Aldrich lega setidaknya putri mereka telah mengatakan sesuatu meski bukan kepada mereka
"Terima kasih,aku akan menjaganya" Ucap bunda Mila
"Iya bund,aku akan pergi menemui pelaku itu" Ucap Louis
"Apa kau akan kesopir itu?" Tanya Aldrich
Ya,mereka mengira pelakunya adalah sopir namun Louis telah mengetahui siapa pelaku sebenarnya
"Iya" Jawab Louis asal
"aku akan ikut denganmu" ucap Aldrich
"Tidak perlu,om disini saja bagaimana jika bunda atau Rona memerlukan bantuan sesuatu?jika tidak ada salah satu diantara kita bagaimana?" Tanya Louis
"Aku akan memanggil vico kemari" Ucap Aldrich
"Baiklah" Ucap Louis mengalah
Louis pergi keluar dengan tuan Aldrich
Sedari tadi asisten Zee berada diluar rumah sakit menunggu boss nya didalam mobil
Mereka bertiga menuju sebuah tempat yang bisa mereka berdua bilang sebuah Rumah sakit didaerah lain
Aldrich menatap Louis dengan raut muka bingung
Untuk apa mereka Ke Rumah sakit?siapa yang sedang sakit?apa sopirnya berada dirumah sakit?bukankah sopirnya tidak mengalami luka sedikitpun saat kecelakaan?
Banyak pertanyaan memenuhi otaknya namun ia memilih diam dan mengikuti menantunya hingga mereka tiba didepan pintu sebuah ruangan
Bisa dilihatnya Dokter Felix atau bisa dikenal sahabat louis yang dulu sangat menyukai istrinya Sedang mondar mandir tak jelas
BUGHH
BUGHH
BUGHHH
"Louis" Ucap Aldrich terkejut
Menantunya tiba tiba memukul seorang dokter tanpa sebab dan itu membuatnya bingung
"Gila kau hah?beraninya kau bersekongkol dengannya!kau membunuh buah hatiku bersama Rona sebelum dia lahir!" Ucap Louis murka dan terus memukuli Dokter Felix
"Apa?" Pekik Aldrich terkejut
Ini unsur kesengajaan?dan siapa dokter itu?mengapa mencoba mencelakaan putrinya?
"Aku tidak tahu!aku menyuruh sopir itu untuk menabrakmu!!" Ucap Dokter Felix disela pukulan terjadi
BUGH
"Jadi kau berniat mencelakaiku hah?" Tanya Louis mencengkeram kerah dokter felix
"YAA! AKU INGIN MENCELAKAIMU TAPI LAYLA MENGUBAH SEGALANYA!" Teriak Dokter Felix
"APA?" Pekik Aldrich ia dibuat terkejut lagi dengan nama putri angkatnya yang disebutkan
"YAA WANITA ITU MENGUBAH TARGETKU! AKU MENYURUH SOPIR ITU MENABRAKMU SAAT KAU MENYEBERANG TAPI LAYLA,WANITA ITU! DIAM DIAM MENYURUH SOPIR ITU MENABRAK MOBILMU YANG BERISI RONA" Teriak Dokter Felix
Jelepp
Aldrich seakan terkena ribuan jarum pentull dijantungnya
Sakit itu lah yang ia rasakan
Bagaimana bisa putri angkat yang sudah ia besarkan mencoba membunuh putrinya?
Seakan terkhianati ia merasa gagal menjadi ayah yang tak bejus mendidik putrinya
"Dimana wanita itu?" Tanya Louis geram
"Aku tidak tahu!" Ucap dokter Felix melepas cengkraman tangan Louis yang masih berada dikrahnya
"Zee kau merekam semuanya bukan?" Tanya Louis
"Semuanyaa tuan" Ucap asisten Zee tersenyum miring
Louis tersenyum senang asistennya itu begitu cekatan dengan melakukan sesuatu sebelum ia perintahkan
"Jika om tidak ingin ikut denganku maka pulanglah" Ucap Louis pada ayah mertuanya
Lantaran melihat Aldrich yang begitu sock dan melamun membuat Lpuis kesal
Bisa bisa waktunya terbuang sia sia hanya untuk menunggu pria itu tersadar
"Siall" Umpat Dokter Felix saat mereka bertiga sudah pergi
Ia juga sudah pasrah bila akan dipenjarakan karna ia tahu ia salah namun ia memiliki ibu dan adik yang harus ia beri uang
Jika ia tak memberi lalu siapa lagi?ayahnya sudah tiada dan ibunya mengalami kelumpuhan yang membuatnya tidak bisa mencari uang
Sementara adiknya masih duduk dibangku smp
Bersambung.