
"Nyonya mengirim sesuatu" ucap asisten Zee
"Apa?cepat katakan!" Ucap Louis kesal
"nonna Rona mengirim ini kekediaman pranata namun tuan tian menghubungi saya agar memberikannya pada anda tuan"ucap asisten Zee memberikan berkas
"TIDAAKKK!!INI SEMUA TIDAK BOLEH TERJADI!PERCERAIAN INI TIDAK AKAN BERLANJUT!" teriak Louis marah setelah membaca berkas yang diberikan asisten Zee
Berkas itu berisi surat cerai mereka yang sudah ditanda tangai oleh rona,ia tak percaya Rona benar benar ingin berpisah darinya
Disobeknya menjadi potongan potongan kecil hingga tak terbaca bila tak disambungkan secara benar
Dia marah dan takut semua perasaan yang tak menentu bercampur aduk membuatnya frustasi lagi dan menghancurkan semua barang barang yang berada didepannya
"Tuan tenang!" ucap asisten Zee
"Tidakk! Dia hanya milikku! Bukan milik orang lain!TIDAKKKKK!" Louis histeris dengan terus menerus memanggil nama Rona
"Rona Rona Rona Rona Ronaaaaaaa"
"Tuan tenang!ada satu informasi lagi!" Ucap asisten Zee membuat Louis mereda dan langsung bertanya
"Apa?apa?cepat!" Ucap Louis
"Tadi Hendrik menghubungiku mengatakan kalau mereka mendapatkan informasi baru yakni bunda Mila em maksud saya mertua anda"
"Beliau ternyata memiliki keluarga jauh yang berada diKota A jika anda ingin kami mencari tahu lebih maka saya akan kesana mencari tahu dengan pasti" jelas asisten Zee
"Aku akan ikut denganmu,siapkan semua yang dibutuhkan" Ucap Louis kembali semangat
Meskipun belum tentu Rona dan mertuanya berada disana setidaknya ia bisa berangan angan kalau keberadaan mereka disana
Dan semoga itu benar
Dirinya yang tak ingin besok lelah yang berakibat mundurnya acara mencari Rona,dengan cepat ia tidur dengan nyenyak
Asisten Zee yang melihat kesemangatan louis berkibar menjadi lega dan tersenyum
"Semangat tuan" Gumam asisten Zee keluar apartemen untuk menyiapkan segala keperluan tuannya
.
.
.
.
Pagi tiba Louis sudah siap dengan segalanya ia begitu bersemangat tatkala mendengar ucapan asistennya yang mengatakan kemungkinan besar nyonya rona dan mertuanya disana karna tak ada lagi keluarga jauh yang dimiliki nyonya Mila
Menghabiskan delapan jam berada dipesawat tak membuatnya leha leha ia tetap memerintahkan sebagian bawahannya untuk mengawasi keluarga pranata
Setibanya dikota A ia tak memilih istirahat namun langsung mencari Rona dikota kota terdekat
mencari rumah keluarga jauh bunda Mila ternyata sangat susah
hingga malam pun tak ada informasi terbaru yang ia dapat maupun bawahannya
Tak ingin tuannya frustasi lagi asisten Zee menyemangati dengan mengatakan
"Jika tuan mencintainya maka jangan patah semangat mencarinya" Ucap asisten Zee
"Iyaa zee kau benar,semua butuh perjuangan " Ucap Louis
"Sebaiknya kita kehotel dulu tuan,anda harus beristirahat besok masih ada hari yang melelahkan untuk mencari nyonya rona" ucap asisten Zee
"Baiklah ayo" Ucap Louis pasrah
Mereka langsung menuju hotel dengan asisten Zee yang langsung cekatan membelikan makan saat tuannya sedang mandi
Ia seperti istri yang teladan dengan menyiapkan segala sesuatu untuk suaminya
"Terimakasih Zee" Ucap Louis
"Mandilah Zee,setelah itu makan bersama" Ucap Louis
"Tidak perlu taun,anda makan saja dulu nanti saya menyusul" tolak asisten Zee
"Sudahlah cepat lakukan apa yang aku katakan!" Ucap Louis
"B..baik tuan" Ucap asisten Zee menunduk dan pergi kekamarnya
Tak menunggu lama asisten Zee telah kembali kekamar tuannya pasalnya ia tak enak kalau Louis menunggunya hanya untuk makan bersama
Selesai dengan kegiatan itu mereka beristirahat hingga keesokan harinya mereka kembali mencari
Louis meminta untuk berpencar saja ada kemungkinan menemukan Rona dengan cepat
Louis yang lelah bertanya tanya pada orang apakah pernah bertemu orang ini?
Jawaban yang didapatkannya adalah tidakk
Ia capek dan memilih untuk beristirahat sejenak,membeli minuman meminumnya
Saat menutup botol pandangannya tak sengaja melihat mertuanya berlari menaiki mobil
Dengan keterkejutan dan segala kepanikan ia langsung berlari kearah mobilnya dan mengejar mobil yang berisi mertuanya
Hingga mobil didepannya berhenti didepan sebuah bangunan tinggi megah berwarna abu abu
Bisa dibilang itu Rumah mewah bahkan kediaman pranata kalah jauh dari bangunan didepannya
"Rumah siapa?" gumam Louis
Bunda Mila keluar dari mobil itu
Mereka masih berada dihalaman depan bangunan tinggi berwarna abu abu
Ia berniat akan berlari menghentikan jalan mertuanya
Namun tak jadi saat tiba tiba tuan Aldrich berlari memeluk bunda Mila
Dia terkejut
Drama apalagi ini?
Samar samar terdengar makian dilontarkan oleh mertuanya
"Bajingan!l epaskan aku!" ucap bunda Mila berusaha melepas pelukan namun semakin dieratkan oleh Aldrich
"Tidakk!kamu kemana saja selama ini?" Bisik Aldrich ditelinga bunda Mila
"Lepas bajingan! dasar gila" maki bunda Mila
"Tidakk,biarkan sebentar saja aku merindukan mu" ucap Aldrich mencium rambut bunda Mila
Melihat bunda Mila yang sepertinya sangat tidak menyukai dengan pelukan tuan Aldrich,Louis dengan sigap langsung berlari melepas pelukan mereka
"Lepaskan dia dasar brengsek" Ucap Louis membawa bunda Mila untuk disembunyikan dibelakangnya
"APA APAAN KAU HAH!CEPAT MENYINGKIR!" teriak Aldrich tak terima
Mereka bertengkar dengan adu mulut tak hanya itu mereka juga berkelahi adu gelut
Namun yang membingungkan adalah bunda Mila melihat mereka dengan kedataran dan kesantaian
Pertunjukan perkelahian terhenti karna ucapan seseorang
"Kalian?..."
Bersambung.
Gantung lagi yakk
Likenya lagi dong bebeb?