
"APA?" Teriak semua orang
"Benarkah sayang?" Tanya Bibi Shanti semangat plus sangat senang
"Iya" Ucap Fani mengangguk
"Berapa usianya?" Tanya Bibi Shanti tak memperdulikan orang orang
Bahkan pipinya yang masih panas karna terkena tamparan dari bunda Mila pun ia abaikan demi memeluk putri tercintanya
"Hamil?" Ucap rona
"Aku belum kedokter kandungan" Ucap Fani
Alhasil topik mereka berpindah kekabar kehamilan Fani sementara Bunda Mila yang melihat Rona lantas membawanya kekamar
"Bila sekali lagi kau berucap seperti itu maka kalian semua kuusir dari rumahku!" Ancam Bunda Mila sebelum naik keatas tangga membungkam mereka semua
Saat berada dikamar bunda Mila langsung memeluk Rona yang sudah dibasahi penuh dengan air mata diwajahnya
"Bunda kenapa dia memiliki nasib yang baik?hiks"
"Aku bukan anak haram bukan?"
"Aku..ak..ku" Ucapan Rona tersendat sendat karna tangisannya
"Hust kamu bukan anak haram kamu anak bunda" Ucap Bunda Mila menenangkan Rona
"Kamu pasti akan memiliki nasib yang lebih baik bahkan lebih indah dibanding dia" Ucap bunda Mila mencium dahi Rona
"Hiks hiksss" Bunda Mila membiarkan Rona menumpahkan semua tangisannya hingga lega
Karna lama menangis Rona tertidur dipelukan bunda Mila
Melihat itu Bunda Mila merebahkan Tubuh Rona dengan menaruh kepala Rona dibantal
Karna memang mereka sudah diatas kasur ya sedari tadi maka dari itu dengan mudah bunda Mila menata posisi Rona dengan nyaman.
Menyelimuti tubuh Rona dan menghapus air matanya sebelum ia keluar.
Hingga pagi tiba Rona tak kunjung bangun namun karna suara berisik dari Bunda Mila yang berteriak memanggil namanya
"Rona bangun"
"Rona sayang bangun"
"RONAAAAAAA"
"Iya bund bentar" Ucap Rona dengan mata yang masih menutup
"Kamu kerja enggak?ntar terlambat nyahok loh" Ucap bunda Mila
"Iya bentar"
Melihat Rona yang molor Bunda Mila mengambil air lalu mencipratkannya kewajah Rona
"Aihh apaan sih bund" Ucap Rona kesal
"Udah buruan bangun cepet mandi" Ucap Bunda Mia pergi kebawah
Rona bangun dengan mata yang bengkak akibat semalam yang menangis hebat
Ia masuk kedalam kamar mandi melakukan aktivitasnya membersihkan diri lalu turun makan
Dikamarnya masih lengkap dengan barang barang miliknya bahkan baju serta celana dalampun masih ada
Karna ia kekediaman pranata tanpa membawa secuilpun barang namun memakak barang yang sudah disediakan oleh Louis
Kali ini mereka makan dengan keheningan bahkan Bibi Shantipun tak melirik sedikitpun kearah Rona
Namun ia banyak berucap dengan putrinya dengan membanggakan kehamilan Fani dan sedikit menyindir Rona meskipun secara tak langsung
"Loh kak? gabisa antar aku?" Tanya Fani
"Nggak,aku banyak kerjaan" Ucap Rona
"Yaudah" Ucap Fani pelan
"Bund aku pergi kerja dulu yah cari uang biar nggak dibilang beban" Ucap Rona tersenyum memeluk bunda Mila
"Iya hati hati yah" Ucap bunda Mila
Rona membiarkan Fani pulang sendiri tentu saja alasannya adalah karena kesal dengan emaknya lantas melampiaskan pada anaknya
biarlah dianggap atau dibilang jahat,tidak punya hati atau yang lainnya
Asalkan ia bahagia orang bisa apa?
Ia sampai dikantor tempat nya bekerja dan langsung mengerjakan pekerjaannya yang sudah menumpuk
Namun sebelum jam kerja selesai terdapat pengumuman adanya cuti 2 hari untuk seluruh karyawan karna siboss memperingati hati istimewa untuknya yang berakibat baik untuk seluruh karyawannya
Rona pulang kekediaman Louis dengan mengendarai mobilnya namun diperjalanan ia melihat seorang anak kecil menjual bunga mawar
"Berapa bunganya?" Tanya Rona tanpa keluar mobil hanya hanya membuka kacanya saja
"Satu tangkainya 10rb aja kak,bisa dikasih keibu atau kekasihnya kak" Ucap Anak itu
"Menurutmu statusku apa?sudah menikah,jomblo atau berpacaran?" Tanya Rona iseng
"Berpacaran" Jawab anak itu
"Kenapa?" Tanya Rona
"Karna kakak terlihat masih muda dan sangat cantik jadi kupikir pasti masih berpacaran" Ucap anak itu
"Benarkah aku terlihat muda?" Tanya Rona dibalas anggukan
"Aku sudah menikah" Ucap Rona
"Benarkah?kakak terlihat seperti orang yang belum memiliki suami" Ucap Anak itu terkejut
Namun Rona hanya tersenyum kecil
"Aku beli semua bunganya yah,berapa?"ucap Rona
"Semuanya kak?beneran?" Tanya anak itu terkejut dan senang
"Iya berapa totalnya?" Tanya Rona mengambil dompet
"150rb kak" Ucap anak itu
Rona memberikan uang dua lembar beda warna dan mengambil semua bunga yang berada dikeranjang bawaan anak kecil itu
"Makasih ya kak" Ucap anak itu tersenyum
"Iya,jangan lupa belajar yang bener biar mudah cari uang" Ucap Rona tersenyum
"Iya kak" Ucap anak itu senang
Rona kembali melanjutkan perjalanannya hingga beberapa menit kemudian ia tiba kediaman Pranata
Namun ia melihat sebuah mobil asing terparkir dihalaman ia berpikir mungkin itu Teman Zahra atau tamu orang lain
Ia langsung memasukan mobilnya kegarasi dan masuk kedalam kediaman Pranata
Namun ia sangat terkejut setelah membuka pintu yang ia lihat adalah seorang wanita memeluk Louis dengan sangat erat bahkan wanita itu menangis dipelukan Louis
"Siapa dia?" Tanya Rona
Bersambung.