
"Rona" Ucap Louis dan Aldrich bersamaan
"Jangan ganggu kami!pergi dari sini!" Ucap bunda Mila menarik tangan Rona masuk kedalam Rumah
"APA?" ucap Aldrich dan Louis bersamaan lagi
dengan cepat mereka berlari menghadang bunda Mila dan Rona
"Kalian tidak boleh masuk!jelaskan dulu semuanya!" Ucap Aldrich merentangkan tangan tidak membolehkan kedua wanita cantik itu masuk kedalam mension
"Jangan menghalangi!" ucap bunda Mila menampek salah satu tangan Aldrich dengan sorot mata tajam
"Tidak boleh masuk!" Ucap Louis ikut merentangkan tangan menutup akses jalan
Aldrich menatap Louis sinis dengan dibalas sama
Bunda Mila tak tinggal diam dia langsung berlari kearah dimana tidak ada tangan yang menghalanginya
Mereka berdua juga ikut berlari menutup jalan dengan selalu merentangkan kedua tangannya
"Cepat pergi! Jangan halangi jalan!" ucap bunda MIla sinis
"TIDAKKK AKAN!" teriak Louis dan Aldrich
"Menyingkir!" Ucap bunda Mila
"Tidak!"
"Menyingkir!"
"Tidakkk!sebelum semua kamu jelaskan!" Ucap Aldrich
"Pergi!"
"Tidak!"
"BERISIKKKKKK" teriak Rona membuat pandangan mereka mengarah pada Rona
"Rona" Ucap Louis pelan menyiratkan kerinduan yang mendalam dimata dan raut wajahnya
"Sudahlah bund,ajak saja semuanya masuk kita bicarakan semuanya didalam diluar dingin" Ucap Rona
"Baiklah" balas bunda Mila terpaksa
Senyum cerah terbit dari kedua pria itu mereka langsung menurunkan rentangan tangan
"Masuk!" Ucap bunda Mila ketus
Empat orang dengan suasana hati berbeda beda masuk kedalam rumah tinggi nan mewah
Bunda Mila meminta untuk duduk diruang makan saja karna ini sudah waktunya Rona makan ia tak ingin maag putrinya kambuh
"Jelaskan apa maksud dari kedatangan kalian kemari?" tanya Rona
"Mencarimu" Celetuk mereka berdua
"Untuk apa?" Tanya bunda Mila dengan membawakan mie instan untuk putrinya
Mie dengan sedikit kuah mendarat didepan Rona yang langsung dilahap
"Emm,aku ingin membahas pernikahan kita" Ucap Louis hati hati
"Apa surat perceraian itu belum berada ditanganmu? memang dasar lama sekali pengirimannya maaf untuk itu" Ucap Rona tak enak
"TIDAK!maksud dari kedatanganku adalah ingin membatalkan perceraian ini,aku juga sudah merobek surat laknat itu" Ucap Louis tegas
"Tiba tiba?memang ada apa?" Tanya Rona terkejut
"Aku menyesal" ucap Louis pelan dengan menunduk
Rona menaikan satu alisnya dan bibirnya menunjukkan seolah olah mengejek
"Kita bicarakan nanti berdua" Ucap Rona datar berganti menatap pria disamping pria yang masih berstatus suaminya
"Lama tidak berjumpa om" Ucap Rona santai memasukkan mie panjang kedalam mulutnya
"Om?" beo bunda Mila
"Aku memanggilnya om bund" Ucap Rona
"Emm maafkan aku yang kemarin membawamu dengan paksa" Ucap Aldrich menunduk
"Mil dia putrimu?" Tanya Aldrich
"Ya" Balas bunda Mila datar
"Putri kita?" tanya aldrich
"BUKAN!"Teriak bund Mila tak terima
"Lalu anak siapa?" Tanya Aldrich pelan
Ia juga tak percaya kalau Rona buah cintanya dengan mila pasalnya Rona tak ada kemiripan sama sekali dengannya
Semuanya menjiplak dari bunda Mila kecuali tinggi badan,tinggi badan Rona lebih tinggi dibanding bunda Mila dimasa remaja dulu
Selain itu semua mirip dengan bunda Milla,rambutnya hitam sementara Aldrich pirang
Mata sipit seperti bunda mila kulit yang sama sama putih lokal bahkan matanya juga coklat sama seperti bunda Mila tidak seperti Aldrich yang bermata biru
"Anakku" Ucap bunda Mila
"Katakan saja anak mu dengan siapa?apa kau sudah menikah?" Tanya Aldrich sedikit kecewa
"Anakku dengan seorang pria" Ucap bunda Mila
"Jangan berbelit belit cepat katakan SIAPA?" ucap Aldrich emosi
"Heyy!" ucap Rona menatap tajam
"Sopan atau keluar!" Ucap Rona
"Maaf" Ucap Aldrich menahan gejolak amarah
"Dia anakku bukan?meskipun tak terlihat sama sekali kemiripan denganku tapi hati kecilku yang paling dalam mengatakan dia putriku putri kita" Ucap Aldrich lembut
"Putri kita bukan?" Tanya Aldrich melembut lagi
"Setelah kau meninggalkanku kau dengan mudah mengatakan itu putrimu?heh dasar pria tak tahu diri" Maki bunda Mila sinis
"Aku tak meninggalkanmu" ucap Aldrich
"Kau meninggalkanku! Kau mengatakan memintaku menjauh darimu dan melupakan semua nya bahkan kau juga meminta hubungan kita kandass!! Jangan sokk melupakan semuanya!aku masih ingat setiap ucapan yang keluar dari bibir kotormu!" Ucap bunda mila emosi
Rona tak ingin ikut campur masalah bundanya dengan pria didepannya ia juga ingin tahu ada rahasia apa dengan mereka berdua
Louis yang melihat Rona diam saja dia ikutan diam,ia juga merasa tak ada hak ikut campur
"Aku ak...ku" Aldrich tak bisa menjawab karna memang yang dikatakan bunda Mila adalah kenyataan
Flashback
Dimalam yang gelap ini seorang wanita cantik bersemangat berdandan pasalnya sang kekasih mengajaknya makan malam
Wanita itu adalah bunda Mila ia dijemput oleh kekasih bulenya yang memiliki nama Aldrich
Mereka sepasang kekasih yang selalu lengket meskipun tak ada restu dari pihak laki laki Aldrich tetap setia dengan wanita yang sangat dicintainya
Mereka berangkat kesebuah restoran mewah dan ternama yang membuat bunda Mila kagum lagi adalah restoran itu disewa Aldrich hanya untuk mereka berdua
"Mengapa kamu menyewanya?" tanya bunda Mila
"Hanya tidak ingin ada gangguan" Ucap aldrich tersenyum
Mereka makan ala kadarnya hingga Aldrich yang tiba tiba mengatakan sesuatu dengan memegang tangan bunda Mila
"Lupakan aku,lupakan semuanya hubungan kita sampai disini saja" Ucap Aldrich dengan tenang
"Uhukkk APA?" Bunda Mila terkejut hingga tersedak makanan namun Aldrich berubahh
Ia bahkan tak mengambilkan nya minuman bahkan tak perduli dengannya yahh meskipun minuman ada didepannya namun biasanya Aldrich akan begitu khawatir dan perhatian pada setiap adegan kecil apapun itu
"Apa maksudmu?kamu bercanda kan sayang?" Tanya bunda Mila tertawa menganggap ucapan kekasihnya hanyalah bualan semata
"Aku tidak bercanda,lupakan semuanya aku tidak akan mengganggumu lagi" Ucap Aldrich datar
Bersambung.
waah gileeeeeeee mereka sama sama ketemu nihh apa ya kelanjutannya?
likenya duluu bebeb^з^