My Contract Wife

My Contract Wife
sugar dady


"Berarti aku sudah dimaafkan?" Tanya Louis


"Ahh aku mengantuk sekalii" Ucap Rona dengan menutup mulutnya karna menguap


"Tidurlahh" Ucap Louis menyabarkan diri


"Y,jangan mengangguku!" Ucap Rona tajam


"Iyaaa" Balas Louis tersenyum


Rona tidur dengan keadaan memunggungi Louis ia tak bisa menahan rasa ingin tertawa namun sebisa mungkin ia mengunci mulutnya untuk tidak mengeluarkan suara laknat itu


Hingga beberapa jam kemudian Rona bangun dan pergi menuju kolam renang ia berenang dengan senang disana


hanya kolam renang pendek karna ia tidak bisa berenang yang terpenting ia bermain air saja


"Sayang kau masih sakit mengapa berenang?" Tanya Louis tiba tiba muncul dengan muka kekhawatiran dan keterkejutan menjadi satu


"Aku tidak perduli karna aku menginginkannya" Ucap Rona membuat Louis terpaksa mengyaudahkan


"Ingin sesuatu?" Tanya Louis


"Aku ingin cemilan" balas Rona


"Baiklah ku ambilkan sebentar" Ucap Louis hendak pergi namun terhenti


"Aku ingin cemilan cabai" celetuk Rona


"C.cabaii?" Pekik Louis terkejut


"Iyaa" Balas Rona


"Kau serius sayang?cabai untuk cemilan?itu tidak baik yang lainnya saja" Ucap Louis


"Aku ingin cabai!sekarangg!" Ucap Rona memaksa


"Tapi jangan banyak banyak oke?satu saja?"ucap Louis


"Satu?kau gila?untuk apa satu?ambilkan sepiring kecil" ucap Rona


"Sayang jangan terlalu banyak memakan cabaii!cabai mahal sekarang" ucap Louis


"Aku tidak perduli! Kau bahkan tidak mengeluarkan uang hanya tinggal mengambilnya kau tidak mau?yasudah aku ambil sendiri saja" Ucap Rona


"Tidak tidak!akan ku ambilkan saja" Ucap Louis terpaksa


Ia kembali dengan membawa cabai satu piring tak bisa ia bayangkan seberapa pedasnya cabai merah itu


"Sayang bukankah lebih enak snack?akan kuambilkan apapun jenis snacknya asal jangan memakan cabai" Ucap Louis


"Nanti saja belikan aku ice cream,sekarang aku ingin memakan cabai" Ucap Rona menunjukkan tangannya meminta cabai yang berada dipiring dimana louis yang memegangnya


"Berikan atau tidak kumaafkan!" Ancam Rona melihat louis yang berat hati memberikan cabai


mendengar ancaman yang mengerikan dengan terpaksa ia memberikan cabai merah mungil nan montok itu


Rona tak benar menghabiskannya hanya memakan sepuluh biji cabai saja lainnya ia meminta Louis yang memakannya


"Sayang aku tidak bisa makan pedas" Ucap Louis memelas


"Yasudah bawa kembali saja" Ucap Rona


Kembalinya Louis selepas mengembalikan cabai ketempat yang seharusnya ia tersenyum tak sabar istrinya mengucapkan kata memaafkan dirinya


"Sudah dimaafkan?" Tanya Louis


"Ya" Balas rona singkat


"Hanya itu?" Tanya Louis kecewa


"Lalu kau ingin aku berkata apa?" Tanya Rona


"Sayang aku memaafkanmu,jangan mengulanginya lagi aku mencintaimu" Ucap Louis menirukan suara perempuan


"Kau terlalu berharap" Ucap Rona menahan tawa


Tak ada obrolan yang terjadi saat ini hingga Louis mengajak Rona membeli sesuatu


"Tidak ingin membeli baju couple untuk kita?" Tanya Louis


"Untuk apa?" Tanya arona


"Sebentar lagi Kailo menikah" Ucap Louis


"Teman mu itu?" Tanya Rona dibalas anggukan


"Dengan siapa?" tanya Rona


"Temanmu,Tari" Ucap Louis


"APAAA?" Teriak Rona terkejut


"Ya mereka dijodohkan oleh keluarga mereka" Ucap Louis


"Bagaimana bisa dia tak bercerita padaku!" Ucap Rona kesal


"Sudahlah jangan marah,ayo nanti kita membeli baju couple?kau suka pakaian couple bukan?" Tanya Louis


"Tidak" Ucap Rona


"Kenapa?" Tanya Louis heran


"Percuma hanya membuang uang saja,dulu kita membeli namun kau tak memakainya" Ucap Rona datar


"Maaf" Ucap Louis


"Seb....."


"Aku tak perduli apapun alasan yang kau lontarkan!" ucap Rona


"Maaf" ucap Louis menunduk


Karna hari sudah semakin sore


Rona bangkit dan pergi menuju kamarnya diikuti Louis yang selalu membuntuti dibelakang


Membersihkan badannya lalu turun kebawah menuju ruang keluarga,menyalakan televisi besar didepannya dan bersantai menonton drama korea yang sedang tayang disalah satu chanel tv


Tiba tiba pandangannya tak sengaja mengarah kesuatu arah yang melihatkan bibi Sarah dan paman Bagas bergandengan tangan dengan santai melewati dirinya yang jelas jelas bisa mereka lihat


"Ekhemmm" seakan batuk untuk menggoda mereka


"Ekhem ekhem"


"Ehh?" Bibi Sarah terkejut dan langsung melepas genggaman


"Ada Rona disini?" Tanya bibi Sarah malu


"Enggak ada" canda Rona


" Udah baikan nih?" tanya Rona dibalas anggukan


"Om jangan jahat lagi?kalau iya nanti akan kubawa bibi sarah menjauh dan tak kan kukembalikan padamu" Ucap Rona


"Tidakk boleh! Aku sudah menyesali segalanya aku akan merubah sifat dan kelakuanku" Ucap paman Bagas


"Okeyy,ngomong ngomong paman pernah selingkuh nggak?" Tanya Rona membuat bibi sarah langsung menatap serius suaminya


"Pernah" Ucap paman Bagas pelan dengan menunduk


"Tapi aku tidak pernah melakukan hal hal hal yang tak semestinya dilakukan" Ucap paman Bagas


"Lalu?selingkuh macam apa?" Tanya Rona


"Membelikan barang dan uang untuk sekali pergi berdua denganku" Ucap paman Bagas


"Awww sugar dady" ucap Rona dengan menggigit bibir bawahnya


Bersambung.