
Bahkan perlakuan tak senonoh yang dilakukan keluarga pranata sangat keterlaluan disaat dia menjadi pembantu disana sebelum tragedi itu terjadi ia dianggap layaknya pembantu biasa
Yang tak ada ucapan kasar dan umpatan yang diucapkaan oleh keluarga paranata untuknya
Namun nasi sudah menjadi bubur mau jadi apa bila ia tak menerima tawaran pernikahan itu?
Memang dia bisa merawat anak hanya dengan ijasah smp? tidak!
Hidup tak semudah diucapkan
Mudah mengatakan namun susah untuk diwujudkan
Ia bersyukur setidaknya putranya tidak mendapati perlakuan yang sama seperti diriinya
"Bii aku beliin skincare sama baju ntar kalau ada yang marah panggil aku aja" Ucap Rona
"Buat apa? bibi nggak butuh kok"Ucap bibi Sarah
"Udah terima aja anggap itu kado dari aku hehe" Ucap Rona
"Tapi ingett,dipake jangan cuma dipajang oke?" Ucap Rona
"Okee "ucap Bibi Sarah tersenyum
Dia membelikan pakaian dan skincare, perawatan untuk wanita paruh baya dan ia menawari membelikan apapun yang diinginkan bibi Sarah
Namun yang diminta hanyalah sebuah pakaian satu sett laki laki entah itu untuk siapa?
Mungkin putranya? atau suaminya?
Entahlah Rona tak memperdulikan itu yang terpenting ia ingin membuat Bibi Sarah bahagia
"Bi beli baju couple yukk,couple sama aku ntar kalau ada acara bisa samaan" Ucap Rona
"Terserah kamu aja" Ucap bibi Sarah pasrah
Mereka mampir dibutik untuk membeli baju couple dengan rona yang cerewet membuat bibi Sarah tak pernah luntur senyumannya
Selesai dengan semua kegiatan mereka kembali pulang saat sudah jam 5 sore
Cepat juga yah? mereka tidak sadar bahwa jalan jalan saja memakan waktu yang lama
Mereka juga makan siang dipinggir jalan itupun dengan permintaan bibi Sarah yang membuat rona pasrah mengikutinya
Tiba dikediaman mereka dicegat oleh zahra yang menatap dengan sinis
"Dari mana aja?enak yah keluyuran" Ucap Zahra
"Enak dong" Ucap Rona santai
"MAA MEREKA PULANG" teriak Zahra
Dan setelah teriakan itu selesai mama Dara tiba dengan wajah yang marah
"Dari mana saja kalian hah?jadi menantu pranata harus menjaga rumah! jangan keluyuran gak jelas!"
"Banyak pekerjaan menumpuk! bersihkan ruang tamu yang kotor sana!" Ucap mama Dara
"Anda juga menantu keluarga pranata bukan?mengapa anda tidak membersihkan sendiri?jangan keluyuran dong bersihkan kamarmu sana!" Ucap Rona sinis
"Berani sekali kau!" Ucap mama Dara marah
PLAKKKK
satu tamparan lagi mendarat dipipi Rona lama lama pipi itu akan jadi seperti wajan yang gosong
Gosong karna tamparan
'Tiga kali busettt,pipi muluss gueeee hiks ' batin Rona
"Rona" ucap bibi Sarah reflek terkejut
"Pergi kau dari hadapanku sebelum kesabaranku habis!" Ucap mama Dara menatap tajam Rona dan bibi Sarah
"Sabar sayang" Ucap bibi Sarah menenangkan Rona
"Mau dikompres?yang kemaren nggak kamu kompres?"tanya bibi Sarah
"Boleh bi,tolong ambilin yah panas rasanya"ucap Rona
Bibi Sarah keluar mengambil handuk kecil dengan air hangat lalu kembali masuk kedalam kamar Rona
"Tapi wajah kamu tadi nggak kelihatan bekas tamparan,kamu kasih apa?" Tanya bibi Sarah
"Ketutup make up bi"jawab Rona
Bibi Sarah mulai mengompres pipi Rona namun selang sebentar pintu terbuka dengan menunjukkan Louis yang baru saja pulang
Melihat Louis yang sudah berada dikamar bibi Sarah pun tak enak hati dan lebih memilih keluar
"Bibi keluar dulu yah"bisik Bibi Sarah
"Iya"
Rona mengompres sendiri pipinya setelah keluarnya bibi Sarah
"AKH"
"Kenapa?" Tanya Louis melihat Rona
"Perih" Ucap Rona
Louis menghampiri Rona dan merebut handuk yang dipegangnya lalu mengompreskannya pada pipi Rona
"Mandilah,aku bisa mengompresnya sendiri" Ucap Rona
"Hmmm"
Louis pergi mandi sementara Rona mengompres pipinya sendiri
Setelah Louis selesai berganti dirinya lalu mereka turun bersama untuk makan malam
Mereka makan dengan lahap dan penuh keheningan
"Louis bisa kita bicara sebentar?" Ucap Layla setelah makan malam selesai
Layla melirik Rona yang ternyata dengan santai memakan buah didepannya
"Baiklah" Ucap Louis
Mereka pergi berbincang dengan durasi 30 menit sudah terlewati
"AKU MENDENGAR SUARA ******* DIKAMAR KAK LAYLA" teriak Zahra,mama Dara yang mendengarpun tersenyum
"APA?"ucap tuan Tian
" Sebaiknya kita lihat kek mungkin ada sesuatu"ucap Zahra tersenyum licik
Tuan Tian yang murka pun dengan cepat menuju kekamar Layla dengan ditemani semua orang yang mendengar bahkan beberapa pelayan ikut berhamburan
Mereka juga ingin melihat adegan pluss live didepan mereka
"Aku tadi juga mendengar suara laki laki yang mengerang disana" Ucap Zahra memanas manasi
"Aku ingin membukanya namun pintu dikunci" Ucap Zahra
"Bagas dobrak pintu itu!" Ucap tuan Tian marah
Paman Bagas mendobrak pintu dengan bantuan febian hanya dengan sekali benturan pintupun terbuka
"KALIAN..!"
Bersambung.