
Apa bayinya membuatmu ribet nak?ingin apa?ingin sesuatu?katakan saja akan kusuruh pelayan untuk membuatkannya" Ucap tuan Tian pada rona
"Tidak perlu!sebaiknya lebih perhatikan saja pola makan cucu perempuanmu" Ucap Rona dengan senyum yang dipaksakan
"Hah?" tentu saja tuan Tian tak mengerti apa maksud perkataannya
"Ada kabar bagus lagi untuku namun kabar buruk untuk kalian" Ucap Rona tersenyum dengan melirik Adik iparnya
"Apa nak?" Tanya tuan Tian penasaran
Zahra yang sedari tadi was was takut rahasia nya terbongkar setelah bersusah payah menutupinya selama dua bulan ini
"Kak,kau tak merindukanku?" Sahut Zahra menatap kearah louis seakan memohon untuk menghentikan ucapan rona
"Rona kita baru datang lebih baik istirahat dulu hmm?pasti kau lelah dan capek bukan?" Ucap Louis
"Ah iya nak sebaiknya kalian istirahat dulu,jangan terlalu capek itu juga tidak baik untuk kandunganmu" Ucap tuan Tian
Rona tersenyum dan mengangguk disaat ia berjalan ia mengatakan sesuatu ketika berpapasan dengan adik iparnya
"bersiaplah dengan kabar yang akan Boom!" Bisik Rona
Alhasil Zahra langsung menggigit bibir bawahnya ia begitu takut ia belum siap menghadapi segalanya
Rona dan Louis naik keatas kamar mereka dimana Rona melihat kemar yang berubah
"Siapa yang mengganti warna dindingnya?" Tanya Rona tak suka
"Entahlah aku pun tidak tahu sayang" Balas Louis
Dulunya dinding itu berwarna putih namun setelah kepergiannya siapa yang mengubah?bahkan sekarang menjadi warna abu abu yang pekat akan kegelapannya
Menjadi lebih gelap dan ia tak suka itu!
"Segera ganti warna dindingnya aku tak suka warna gelap ini" Ucap Rona
"Iyaaa,besok ya?" Ucap Louis
"Aku ingin warna pink bagus bukan?atau biru?" Tanya Rona polos
"Pink?Rona kau bercanda?ini adalah kamarku sejak kecil dan kau meminta merubahnya menjadi pink?aku laki laki bukan perempuan" Ucap Louis
"Jadi kau tidak mau!pink memang identik dengan perempuan tapi dengan mengganti warna pink tidak membuat derajatmu turun!lebih baik aku tidur dikamar lain dan memintanya merubah warna dindingnya!" Ucap Rona kesal berbalik badan dan bersiap melangkah
"Baiklah aku kuganti warnanya tapi jangan tidur dikamar lain" Ucap Louis mengalah
"Y" Ucap Rona cuek berbaring dikasur
Ia sebenarnya sedikit capek dan lelah ditambah tadi ia dipaksa bangun pagi pagi membuatnya ngantuk sekarang
Dengan memeluk guling Rona tertidur dengan cepat dikasur milik suaminya
"Dasar bayiku yang manja" Ucap Louis geleng geleng kepala dan mencium kening istrinya
Ia tak ikut tidur namun turun dan menuju kamar adiknya Zahra
"Kak" Ucap Zahra terkejut saat kakaknya tiba tiba masuk dan mengejutkannya
"Jika bukan karna aku menyayangimu sudah kupastikan kubiarkan Rona mengatakan kesemua orang" Ucap Louis
"Maaf" Ucap Zahra menunduk
"Bukankah sudah kukatakan jangan berdekatan dengan Dio namun kau malah berpacaran dengannya hingga melewati batas wajarr"
"Jangan karna rayuannya yang mau bertanggung jawab lalu kau mengiyakan,kau itu mahall! Jangan mau dijadikan wanita murahan!"
"Maaf kak" Ucap Zahra menunduk dan meneteskan air mata
Ia memang salah namun Louis kuga salah,bagaimana bisa ia memarahi adiknya yang sedang mengandung bagaimana bila mentalnya terganggu karna ucapan kemarahannya
Louis seharusnya mengatakan dengan aksen lembut yang membuatnya terpancing dan satunya merasa bersalah terus menerus
"Aku akan mendatangi Dio besok jika memang ia tak ingin bertanggung jawab padamu maka biarkan saja biarlah hukum karma menjalankan tugasnya"
"Tapi jangan sampai kau menggugurkan bayi itu!bayi itu tak bersalah"
"Maaf" Hanya itu yang diucapkan Zahra disela tangisannya
Ia begitu terpuruk karna selalu pihak wanita lah yang menanggung
Kenapa?
Padahal mereka berdua sama sama menikmatinya bahkan pria tak perlu susah payah merasakan sakitnya melahirkan
Apa mereka tidak ada rasa pada benihnya?
"Hikss kau jahat sekali kak,aku bahkan sudah memberikan semuanya namun kau tak menempati janjimu,aku membencimu hikss" Ucap Zahra
Ia harus bagaimana?ia masih duduk dibangku SMA meskipun sebentar lagi ia akan lulus namun bagaimana bisa ia hidup membesarkan anaknya sendiri?
Namun setelah itu ia menghebuskan nafas kasar dan mengatakan bersemangat untuk dirinya sendiri
"Aku tidak boleh menyerah,ini memang kesalahanku dan bukan bayiku jika memang kak Dio tidak mau bertanggung jawab aku akan membesarkannya sendiri" Ucap Zahra dengan yakin
Sekarang ia turut merasakan perasaan kakak iparnya dulu,disudutkan oleh masalah yang ada
Bedanya sekarang kakak iparnya sudah berada difase baik dari hasil usahanya,sedangkan ia masih berada difase berjuang,ia menyesali segalanya
Bodoh memang
Apakah ada wanita lain sepertinya?
Banyakkkkkk
Banyak juga diluaran sana yang sepertinya salah pergaulan dan mengakibatkan menjadi seperti ini
Namun semua tergantung orang yang memiliki rasa tanggung jawab dan empati
Bersambung.
Kalau sizahra tak buat cerita sendiri pada mau baca kagak??ntar yang tanggung jawab bukan siDio tapi orang lain terus dia kena karma
Ottoke?