
Tentu saja itu membuat Dio terkejut
"Aku tidak ingin adik iparku yang cantik itu merasakan kehidupan susah dengan pria yang dicintainya" Ucap Rona
"Memang orang mengatakan cinta akan datang perlahan namun kulihat tak ada tatapan cinta untuk Zahra dimatamu"
"Tidak papa kami kaya raya yang bisa merawat dan membesarkan seorang anak"
"Semoga kau bahagia,jangan pernah menyesal,ingat kau pernah mengatakan untuk menyuruhnya menggugurkan" Ucap Rona menepuk bahu Dio dengan keras
Ya dia memang tidak meminta pertanggung jawaban Dio karna ia tak ingin adik iparnya mendapat perlakuan tidak pantas jika hidup dengan seorang pria yang terpaksa menikah dengannya
Biarkan saja Dio tidak bertanggung jawab dosa dosa dia yang menanggung juga dia
Namun ia tak ingin Zahra memiliki hidup yang menyedihkan biarlah dia menjadi seorang wanita satu anak tanpa pernikahan yang penting hidup bahagia
Memang dulu ia benci pada adik iparnya namun rasa benci itu telah hilang entah dibawa angin mana
Namun membiarkan Pria yang sudah tidak bertanggung jawab dengan mudah??itu tidak mungkin
Dalam otak Rona memikirkan hal licik membalaskan dendam pada Dio
Melakukan hal yang akan membuat pria berseragamkan putih abu abu itu menyesall
Baju putih jangan sampai loloss
"Yaa terimakasih untuk itu,aku tidak perlu bertanggung jawab pada wanita murahan itu" Ucap Dio tersenyum kemenangan
"Kak"
Mereka menoleh kearah suara dimana Zahra mendengar perkataan yang membuatnya sakit hati
Suara menahan tangis dan bergetar membuat ketiga orang itu terkejut
Tadi Zahra melihat kakaknya menggeret kekasihnya dengan cepat ia ikuti dari belakang tanpa izin kepada siapapun
"Kak kau mengataiku wanita murahan?" Tanya Zahra mendekat pada Dio
Tak ada balasan membuat Zahra menangis dan menunduk
"Ya aku memang wanita murahan yang mau saja ditipu oleh kata kata manis" Ucap Zahra disela sesegukannya
"Aku begitu bodoh,bodoh dan bodoh terlena oleh perkataan mu tanpa memikirkan kedepannya" Ucap Zahra
"Aku bisa saja menggugurkan bayimu seperti perintahmu tapi kau tau mengapa aku tak melakukannya?" Tanya Zahra
Tak ada balasan dari mereka semua tak ada yang mengucapkan sesuatu
"Karna aku memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi! Tidak seperti kau yang begitu jahat menyuruh membunuh darah dagingmu yang bahkan belum hadir didunia ini" ucap Zahra histeris
"Dia tidak bersalah dia tidak berdosa yang berdosa adalah aku dan kau! Jadi tidak perlu lagi memaksaku menggugurkannya,aku akan membesarkannya sendiri" Ucap Zahra
Dio termenung setelah mendengar perkataan yang keluar dari kekasihnya
Hingga Zahra berlari pergi barulah ia sadar dari keterlamunannya
"Ingat wanita yang kau katakan murahan menjadi murah karna dirimu" Ucap Rona dan ikut pergi diikuti Louis yang memberikan tatapan tajam lalu ikut menyusul istrinya
.
.
.
"Sudahlah Zahra! Jangan terus terusan menangisi pria brengsek itu!" Ucap Louis kesal
Ini sudah hari keempat setelah kejadian itu namun Zahra tetap menangisinya hingga membuatnya jengkel
"Tidak mudah melupakannya kak hikss hikss" Ucap Zahra disela tangisannya
"Lebih baik pentingkan bayi yang ada dikandunganmu! Dengan kau mogok makan semuanya akan baik baik saja? tidakk!"
"Kau mengatakan akan membesarkan bayi pria itu sendiri tapi sekarang kau melupakan ucapanmu heh" sindir Louis
BRAKKKK
Pintu kamar Zahra terbuka dengan keras karna dobrakan kuat dari tuann Tian
Bodohnya Louis yang lupa mengunci pintunya bahkan ia berkata sedikit keras
Begoo
"Siapa pria itu?" Tanya tuan Tian dengan kemarahan
"Ka-k-ekk" Ucap Zahra gugup
"Katakan siapa pria itu?" Tanya tuan Tian penuh penekanan
Hingga waktu cukup lama Zahra tak menjawab hanya menundukkan kepala dan menangis membuat jiwa kemarahan tuan Tian memuncak
Ia menghampiri Zahra dan memaksanya keluar kamar dengan menyeret
Louis panik bukan main ia mencoba membujuk kakek untuk tenang namun hasilnya tak berbuah
"DARAAAA!DARAAA!CEPAT KEMARI LIHAT APA YANG TERJADI PADA PUTRIMU INI!"
"DARAA!PANGGIL SUAMIMU KEMARI!LIHAT KELAKUAN BEJAT PUTRIMU!" teriak tuan Tian membuat semua orang keluar dan berbondong bondong melihat apa yang terjadi
Disini tidak ada Rona karna istri Louis itu tengah menginap dirumah paman dan bibinya bersama Fani
"Ada apa?" Tanya mama Dara terkejut sekaligus bingung
"Putrimu hamil!" Ucap tuan Tian mengejutkan semua orang
"APA?" teriak mama Dara terkejut
"Nak itu tidak benar bukan?" Tanya mama Dara tak percaya
"KATAKAN ITU TIDAK BENAR BUKAN??" teriak mama Dara mengguncang bahu putrinya lantaran tak ada ucapan yang terlontar dari mulut Zahra kecuali isakan
"Hikss maaf ma" Ucap Zahra
PLAKKK
"Beraninya kau melakukan hal itu!kurang apa aku jadi ibumu?semua kucukupi semua kupenuhi dan kau mengecewakanku?"
"Betapa beraninya kau melakukan hal itu hah?siapa pria itu?siapa?cepat katakann!" ucap mama Dara emosi
"MAMA BILANG CEPATT KATAKAN!" teriak mama Dara
"Ma" Ucap ayah Louis khawatir melihat mama Dara yang memegangi dadanya
"MAAA" teriak Louis dan Zahra ketika melihat mama Dara terjatuh kelantai dengan memegangi dada
Ayah Louis membopong mama Dara dan menurunkannya disofa sementara Louis berlari mengambil air
"Mama tidak papa?aku akan panggilkan dokter" ucap Louis
" Tidak perlu!hanya perlu katakan siapa pria itu saja" ucap mama Dara pelan
Bersambung.