
Aku pergi..
Mungkin beberapa hari lagi surat perceraian akan berada ditanganmu aku juga tidak akan mengganggu mu lagi
Beri tahu salam maafku pada mama dan juga Zahra dan ucapkan pada Layla selamat
Dan kuharap kau bisa membebaskan bibi Sarah dari suami yang seperti itu,aku ingin dia memiliki kehidupan yang enak dan tentram
Aku tak membawa barang yang kau berikan buang saja bila menyumpekkan
Maaf atas semua
Dilubuh hatiku yang paling dalam mengatakan
Aku mencintaimu♡
R**ona**
"Hikss bila kau mencintaiku mengapa kau meninggalkanku!" Ucap Louis ditengah tangisannya
Tangannya masih bergetar menutup buku itu
"Aku minta maaf,aku akan meninggalkan semuanya demi dirimu" Ucap Louis menunduk
"Aku menyesal dengan semua sikapku yang tak membantumu,aku tidak akan mengulanginya tapi kau kembali padaku yah?" Ucap Louis pelan
"perceraian ini tidak akan terjadi!" Ucap Louis marah menghapus air mata yang jatuh kepipinya
"Kau tetap milikku!dan aku tetap milikmu!"
Dia turun dengan mata yang memerah karna menahan air mata yang akan keluar
Melihat keluarganya yang bercanda ria diruang tamu iapun bertambah marah
"PUAS KALIAN HAH!"teriak Louis
"Ada apa nak?"tanya mama Dara terkejut
"DIA MENINGGALKAN KU KARNA KALIAN!" bentak Louis
"Dia...dia...dia meninggalkanku hikss" Ucap Louis merosot kelantai
"Kak"ucap Febian berlari kearah Louis
"Syukurlah wanita itu sudah pergi" Ucap tuan Tian santai
"Kau bisa dengan cepat menikahi Layla dan menyatukan dua perusahaan hebat" Ucap nya lagi
"Ya nak,biarkan saja wanita itu pergi Layla lebih pantas bersanding denganmu" Ucap mama Dara
"CUKUPP!" teriak Louis
"Aku muak dengan semua ini!mulai sekarang aku keluar dari kediaman dan keluarga ini!aku tak dianggap sebagai anggota keluarga ini aku tak perduli!" Ucap Louis dengan mata yang tajam
"Asal Rona berada disampingku aku tak perduli semuanya!harta bisa kau gunakan semuanya hingga kau mati!" Ucap Louis berdiri dan pergi
"LOUIS!" ucap tuan Tian tajam
"JANGAN MENYESAL DENGAN APA YANG AKAN TERJADI!"ucap tuan Tian
"LOUISS!"teriak histeris mama Dara
"TIDAAK!! PUTRAKU JANGAN TINGGALKAN AKU!" teriak mama Dara
Louis pergi kemarkasnya bertanya pada semua anak buahnya
"Bagaimana?" Tanya Louis
"Kami belum menemukan keberadaan istri anda tuan" Ucap bawahannya menundukk
"Dasarr tak berguna!" Ucap Louis melempar pisau mengenai perut anak buahnya yang menjawab
AKHHHH
"Jika dalam waktu dekat kalian tetap tak bisa menemukan keberadaan istriku maka hidup kalian menjadi taruhannya"ucap Louis melempar pisau kearah sofa
"Tuan.." Ucap asisten Zee
"BAGAIMANA?KAU SUDAH MELIHAT CCTV NYA?" teriak Louis
"Ss..ssudah tuan kami juga sudah memeriksa plat nomor mobil itu namun ternyata itu hanya mobil yang dipesan nonna untuk mengantarnya kebandara" Ucap asisten Zee takut pada tuannya yang berubah menakutkan
"Ayo kebandara" Ucap Louis
Mereka berdua sampai dibandara dengan waktu yang cepat karna Louis yang mengendarai dengan gila
"Tidak ada daftar penumpang yang bernama Rona tuan"
"TIDAKK MUNGKIN!"
"Cepat cek kembali dengan nama Rona!" Ucap Louis
"Tidak ada tuan"
"Sopir itu menipumu?" Tanya Louis emosi
Pada asisten Zee
"T..ttidak tuan,sopir itu ingat mengantarkan nyonya kesini setelah saya menyiksanya"ucap asisten Zee gugup karna takut
"Lihat daftar semua penumpang dihari kemarin"ucap Louis datar
Namun memang tidak ada daftar nama Rona maupun Mila
Dia bertambah frustasi dan pergi kemarkasnya meminum wine sebanyak banyaknya
Asisten Zee yang melihat itu merasa kasihan dan gusar
"Tuan bila anda ingin nyonya Rona kembali maka anda harus berjuang mencarinya!jangan hanya berpasrah dengan meminum!itu tidak akan membuat nyonya kembali!" Ucap asisten Zee
"K..kkau benar aku harus berjuang lebih keras lagi" Ucap Louis dan ambruk
Asisten Zee mengangkat Louis yang pingsan keatas kasur empuk
"Aku akan berusaha lebih keras lagi mencari nyonya tuan" Ucap asisten Zee pelan
Keesokan harinya kediaman pranata benar benar riuh mereka tak percaya Louis benar benar meninggalkan keluarga pranata dia tak kembali sejak pertengkaran kemarin
Ditambah mama Dara yang depresi ditinggal anaknya namun dengan telaten suaminya mengurusnya
Berbeda lagi dengan bibi Sarah yang memikirkan sesuatu namun dikagetkan dengan suaminya
"Ada apa denganmu?"tanya paman Bagas ketus
"T..tidak papa"balas bibi Sarah gagap
"Buatkan aku teh!"ucap paman Bagas
"Baik"
Saat didapur iapun melamun
'Dimana kamu Rona?mengapa kau tak memberitahuku?aku pun ingin ikut denganmu'batin bibi Sarah
Namun ia mengingat sesuatu dengan cepat ia menyelesaikan membuat teh dan memberikannya pada suaminya
Lalu ia pergi ketaman dan membuka handphone yang dibelikan Rona padanya
Ia ingin menghubungi nomor Rona namun ia bimbang takut ada yang mendengar
"Nanti saja"ucap bibi Sarah kembali kekamarnya
Bersambung.
jangan lupa likenya beb^з^
baca cerita baru othor