
Louis terdiam terkalahkan oleh kata kata
"Yakin tidak ingin ikut?" Tanya Louis lagi
"Kenapa kau begitu memaksa ingin aku ikut?" Tanya Rona balik
"Karna aku tidak bisa jauh darimu" Ucap Louis tersenyum
"Dasarr" ucap Rona
"Lama atau tidak?" tanya Rona
"Kenapa?kau juga tidak bisa jauh dariku bukan?" Ucap Louis tersenyum percaya diri
"Tentu tidak,masalahnya jika aku menginginkan sesuatu siapa yang akan mencarikannya untuk dibeli?mungkin jika kau lebih dari tiga hari tidak pulang aku akan mencari orang saja untuk disuruh" Ucap Rona
"Apa?siapa?laki laki atau perempuan?" Tanya Louis cepat
"Laki laki" Balas Rona singkat
"Tidak boleh! hanya aku yang akan membelikan semua keinginanmu dan anakk kita" Ucap Louis
"Tidak akan lama aku akan segera kembali lagi kesini" Ucap Louis
"Yaterserah" Ucap Rona dibalas anggukan
Merasa sepi karna tidak ada obrolan lagi Rona mencoba mencari topik pembicaraan
"Kamu punya uang?" Tanya Rona
"Tentu saja,ada apa?" balas Louis
"Apa pekerjaanmu saat ini?" Tanya Rona
"Bukankah kau sudah dikeluarkan dari pranata?jadi apa pekerjaanmu sekarang?" Tanya Rona
"Rahasia" ucap Louis mencubit hidung istrinya gemas
"Oh jadi tidak mau memberi tahuku ya?" Ucap Rona dibuat seakan tak perduli
"Tentu saja kau tidak mau untuk apa memberi tahuku kan?tidak ada gunanya" Ucap Rona
"Tidak seperti itu sayang" Ucap Louis cepat
"Baiklah pekerjaanku saat ini menjadi boss diperusahaanku sendiri,itu adalah perusahaan yang kubuat diam diam dari keluarga pranata" Ucap Louis
"Kau mengurus dua perusahaan sekaligus?" Beo Rona
"Iya"
"Daebakk" Celetuk Rona
"Ada apa?" Tanya Louis heran
"Kau hebat suamiku" Ucap Rona tersenyum
'Yaampun ternyata aku memiliki suami kaya hahaha'batin Rona
"Tentu saja suamimu ini keren,jika tidak bagaimana mungkin kau jatuh cinta padaku yakan?" ucap Louis
"Aku jatuh cinta padamu karna kau tampan aku tidak munafik aku melihat orang dari fisik" Ucap Rona
'Makanya aku mendapat kebahagiaan terlambat'
"Untungnya suamimu ini tampan" Ucap Louis tersenyum
"Tunjukan rahasia atau sesuatu yang tidak aku ketahui" Ucap Rona
"Tentang apa?" Tanya Louis
Melihat Louis yang diam tak menjawab membuat rona menghela nafas kasar
"yasudah tidak papa jika tidak ingin mekatakan" ucap arona
"Zahra hamil diluar nikah" ucap Louis
"Oho itu berita bagus" celetuk Rona senang keceplosan
"Apa?" beo Louis terkejut
"Ah tidak,Nikahkan saja dia dengan prianya" Ucap Rona
"pria itu tidak mau bertanggung jawab dan malah meminta menggugurkannya" ucap Louis
"Siapa pria tak tahu diri itu?murahan sekali jadi laki dia yang menanam maka harus dia yang panen!" Ucap Rona kesal menggulung lengan bajunya
"Pria itu temanku sendiri,aku akan menghajarnya besok!" Ucap Louis mengepal tangan
"Dasar pria bejat!enak sekali dia habis enak sepah dibuang dia pikir dia tidak ada tanggungan?bajingan!"
"Dikira gedein anak mudah apa?ya emang mudah untuk orang yang memiliki penghasilan besar tapi emang adikmu itu kaya juga sih" Ucap Rona tolol
"Yasudahh aku ikutt besok!dasar pria murahan!adik laknatmu juga kok mau gituloh!akan ku hajar pria itu!" Gerutu Rona
"Siapa yang menolak syurga dunia sayang?ditambah hawa nafsu adalah musuh terbesar seseorang" Ucap Louis
"Jika memang dia memiliki pendirian tidak! Maka yang terjadi adalah tidak!itu semua adalah hasil dari kalian yang terlalu membebaskan adik laknatmu itu!" Ucap Rona ngegas
"Sudah sudah jangan emosi nanti anakku ikutan emosi" Ucap Louis mengelus rambut istrinya
"Anakku lah!" Ucap Rona sewot
"Anak kita!kita yang buat" Ucap Louis tak ingin kalah
"Y" Balas Rona
"Emm"
"Ada apa?" Tanya Louis ketika melihat Rona yang berfikir
"Tadi kau mengatakan mempunya perusahaan sendiri?" Tanya Rona
"Iya" Balas louis dengan mengangguk
"Lalu mengapa disaat kakekmu meminta kau mendekati Layla kau diam saja?bahkan kau mengikuti ucapannya kau kan punya usaha sendiri kenapa mengikuti perintah konyol kakekmu?" tanya Rona
"Karna saat itu aku belum yakin dengan perasaan cintaku padamu jadi kupikir untuk menerima perintah kakek adalah hal mudah" Jelas Louis
"Wahh kau jahat sekali kau tega menyakiti perasaanku" Ucap arona pura pura sedih namun membuat Louis mengira itu bukanlah kepura puraan
"Aku minta maaf,saat itu aku benar benar bodoh" Ucap Louis panik
"Kau bahkan membiarkanku mengerjakan pekerjaan pembantu yang berat disana hikss,aku juga menerima tiga kali tamparan dari keluargamu tapi kau diam saja hikss" Ucap Rona dengan tangisan buaya
"Maaf sayang,kau bisa menamparku pukul pukul ayo tidak papa asal jangan menangis,aku minta maaf aku mohon jangan menangis"
"Aku minta maaf aku janji kau tidak akan mendapat perilaku seperti itu lagi aku mohon jangan menangis lagi yah?" Ucap Louis menenangkan istrinya kedalam pelukan hangat
"Ayo istirahat" Ucap Louis mendapat anggukan
Ia menggendong Rona dan membawanya kekamar atas lalu menurunkan dikasur empuk dua tumpuk milik Rona
Bersambung.