
"Bund waktu tinggal dua minggu,bunda udah siapin keperluan pindahan?" Tanya Rona
"Udah tapi belum semua,mungkin bentar lagi udah beres semua"
"oke dehh"
"Bund aku takutttt"
"Takut kenapa?"
"Kalau aku punya anak gimana?"
"Aku takut kalau aku punya anak terus louis dan aku pisah,aku bakalan jadi janda satu anak dong?hikss" Ucap Rona merengek
"Mana gedein anak sendiri pasti susah bund" Ucap Rona
"Jangan! bunda gamau kamu jadi seperti bunda" Ucap Bunda Mila
"Bunda pengen kamu punya masa depan yang lebih baik setelah ini" Ucap bunda Mila
"Terus gimana bund?" Tanya Rona
"kamu coba cari obat pencegah kehamilan" Ucap Bunda Mila
"Oke,nanti aku bakal cari" jawab Rona
"Kamu makan dulu gih,pasti belum mandi juga kan?" Ucap Bunda Mila
"Belum"
"Cepetan mandi gihh bau asem" Ucap Bunda Mila menutup hidungnya menjepit menggunakan jari
"Iih bundaa mana ada bau,pastinya mengolah" Ucap Rona pede dengan mencium kedua ketiaknya secara bergantian
"Yaudah aku mandi dulu yahh" Ucap Rona berjalan kearah kamar mandi
Setelah menghabiskan mandi beberapa menit Rona keluar dan kebawah menuju dapur yang sudah ditunggu Bunda Mila
Melihat bundanya yang telaten memasak membuatnya cemberut
"Kamu kenapa cemberut gitu?" Tanya Bunda Mila
"Bund aku jadi perempuan kok gak bisa apa apa yah?masak gabisa bersih bersih juga gak bersih,renang gabisa mengendarai motor aja aku juga gabisa" Ucap Rona dengan wajah yang ditekuk
"Tidak semua harus bisa sayang,kamu masih memiliki kelebihan lain contohnya kamu bisa mengendarai mobil dan kepandaianmu dibidang pekerjaan jadi jangan cemberut gitu okey?" Ucap Bunda Mila menyemangati putrinya
"Gitu yah?" Ucap Rona mangut mangut
"Iya,udah buruan makan gihh ini bunda masakin masakan kesukaan kamu" Ucap Bunda Mila
"Yesss" Ucap Rona semangat
Saat makan dimeja makan kakek Rona datang dan ikut makan disampingnya lalu tak lama kemudian semua keluarga pun duduk dikursi masing masing
Rona bingung kenapa? namun tak lama kemudian otaknya langsung teringat kalau ini kan sudah waktunya makan siang
Dia menepuk jidatnya dengan sedikit kuat
'Bego banget gue,baru ditinggal bentar aja otak udah blen**g ' Batin Rona
Karna permintaan dari Fani yang menginginkan untuk menginap saja dan kembali besok pagi membuat Rona langsung mengirim pesan ke Louis
💬aku menginap
💬kenapa?
💬Fani yang meminta untuk menginap semalam saja
💬baiklah
dia mengirim pesan ke bibi Sarah menanyakan apa yang sedang dilakukan Louis
💬Bi apa yang sedang dilakukan Louis sekarang?
💬tidak bisakah bibi intip apa yang sedang ia lakukan?
💬bibi tidak berani
💬maaf
💬tidak masalah bi,selamat malam
💬selamat malam
'Apa yang sedang mereka bicarakan?' Batin
Rona merasa ada yang aneh
"Kenapa sayang?kok gelisah?" Bisik Bunda Mila
"Aku nggak gelisah kok bund" Balas Rona berbisik
"Kau meremas tanganmu" Ucap bunda Mila
Kebiasaan Rona saat sedang gelisah takut dan panik adalah meremas tangannya dengan jari jemari yang saling meremas dan tangan yang bergetar
Dengan lembut Bunda Mila memegang dan mengelusnya
"Rilex sayang jangan terlalu banyak berpikir" Ucap Bunda Mila
"Coba ceritakan pada Bunda" Ucap Bunda Mila
"Nanti saja dikamar bund" Ucap Rona kembali tenang
"Rona kata bundamu kamu kembali bekerja?" Tanya Galuh ayah Fani
"iya paman" jawab Rona tersenyum
"Emang gak dikasih nafkah ya?sampe kerja segala" Ucap Bibi Shanti sinis
"Dikasih dong bahkan aku nggak minta aja dikasih,aku kerjakan emang aku suka itu juga tanpa paksaan emang situ yang beban" Ucap Rona menyindir
"Siapa yang beban hah?" Ucap Bibi Shanti emosi
"Gatau,siapasih bund?siapa sih kek?" Ucap Rona berpura pura tak tahu
"Dasar kurang ajar!! Kau itu yang hanya beban keluarga!" Ucap Bibi Shanti menuding nuding Rona
"loh nggak punya kaca? yang numpang disini siapa ya?"
"Anak pembawa sial! Anak manja! kau! Kau!kau anak harammm!" Ucap Bibi Shanti dengan keemosian yang menumpuk
Bunda Mila langsung berdiri dan menghampiri Bibi Shanti dengan matanya yang sudah memerah
PLAKKK
"MAMA" Teriak Fani dan Alzi
"Jaga ucapanmu! Putriku bukan anak haram!!" Ucap Bunda Mila menatap tajam Bibi Shanti
"Shanti mulutmu selalu tak pernah kau jaga!dasar mulut busuk" Ucap kakek menusuk
"DIA MEMANG ANAK HARAM! ANAK HARAM!TETAP ANAK HARAM!" Teriak Bibi Shanti menjadi jadi
"SHANTI!" ucap Ayah Fani
"STOP!" Ucap Rona mereka semua terdiam namun tak lama kemudian
"Stop Aku hamil"
Bersambung.
gengs likenya dong?vote juga dong^з^