
Kali ini Rona begitu senang lantaran puas membuat adik iparnya ketakutan melihatnya saat dimeja makan ini
Yaa disaat ini semua keluarga pranata tengah berkumpul dimeja makan dengan lauk pauk yang banyak
Zahra yang sedari tadi ia lihat terus menunduk dan membuang muka tak mau bertatap muka dengannya
Hal itu membuat ide jahilnya keluar
"Ada apa Zahra? mengapa kau menghindar dari tatapanku? apa kau masih tidak suka aku disini?atau kau tidak suka karna aku masih bersama kakakmu?" celetuk Rona membuat semua orang menatap Rona lalu beralih kearah Zahra
"Ada apa nak?" Tanya mama Dara
"Mungkin Zahra sedang tidak enak badan,tidak mungkin dia tidak menyukaimu dia pasti sangat senang dengan kehadiranmu lagi disini" Ucap tuan Tian tersenyum
"Jika aku masih tidak diterima disini maka aku akan kembali saja" Ucap Rona sok sedih
Membuat semua orang terkejut dan tentu saja tuan Tian panik bukan main
'Oh tidakk uangku tidak boleh pergiii' batin tuan Tian
"Tidak mungkin nak,mungkin Zahra hanya kecapekan dengan tugas tugasnya iya kan?" Tanya tuan Tian menatap dan melototi Zahra
"I...iiya kek" Ucap Zahra gugup
"Sudah duduklah sayang,semua baik baik saja" Ucap Louis mengelus pundak Rona
"Ak..akku hanya capek karna tugas ku saja jadi aku tidak terlalu mood untuk makan kakak ipar" Ucap Zahra
"Baiklah" Ucap Rona pelan
"Sudah ayo makan,kau mau lauk apa sayang?" Tanya Louis pada istrinya
"Aku sedang ingin makan mangga" Ucap Rona lesu
"Mangga? lagii? "pekik Louis menganga
Jangan sampai istrinya menyuruhnya lagi untuk memanjat karna disini tidak ada pohon mangga
Jika Rona meminta yang instan ia akan dengan suka hati membelikannya
"Kau belikan yah?"ucap Rona manjaaa
"Tidak ingin makan dulu nak?perutmu pasti lapar" Ucap ayah Louis
"Tapi aku ingin mangga,aku sedang tidak ingin makan" Ucap Rona
"Sudah tidak papa,aku belikan dulu" Ucap Louis
Saat akan bangkit dari kursi Louis dihentikan oleh Zahra
"Tidak perlu beli kak,aku punya didapur" Ucap Zahra
"Kau membelinya?" Tanya mama Dara dibalas anggukan
"Bukankah kau tidak menyukai mangga?" Tanya mama Dara membuat Zahra mati kutu
"Ak..ak..aku tadi membelinya karna kasihan melihat penjualnya yang sudah tua" Ucap Zahra dengan sedikit gelagapan
"Ah begitu?yasudah kau suruh pelayan bawa kemari saja mangganya Louis" Ucap mama Dara diangguki Louis
Namun ia tak menyuruh pelayan melainkan mengambilnya sendiri didapur dan mengupasnya dengan ketebalan kulit yang membuat orang dipastikan menjerit marah dan kesal
Pasalnya setelah dikupas mangganya tersisa sedikit karna ia membuang dagingnya bersamaan dengan kulit
"Nak apa apaan ini?lalu yang dimakan apanya?" Tanya mama Dara kesal
"Hehe aku tadi mencoba mengupasnya tapi jadinya malah seperti itu" Ucap Louis cengengesan
"Kan bisa minta tolong pembantu!" Ucap mama Dara
Dengan cepat Louis berlari mengambil dua buah mangga dan memberikannya pada mama tercinta
Dengan telaten mama Dara mengupas hingga kulitnya tak bersisa
Melihat itu Rona,Zahra dan Fani ingin meneteskan air liur sangking menggodanya
"Ma aku juga mau" ucap Fani saat mama Dara memberikan piring berisikan potongan potongan mangga pada rona
"Oh kau juga mau?baiklah" Ucap mama Dara memberikan piring lainnya yang berisikan buah yang sama
Melihat Zahra yang terus menonton mama Dara mengupas membuat Rona kasihan
Ia juga merasakan bagaimana rasanya jika keinginan tidak terdapatkan
"Kau ma Zahra?" tanya Rona
"Dia tidak suka mangga,habiskan saja nak" Ucap ayah Louis
"Tapi sepertinya dia menginginkannya saat ini,kasih saja biar dia merasakan enaknya mangga" Ucap Rona
"Baiklah" Ucap mama Dara memberikan satu potong mangga pada putri bungsunya
"Enak?" Tanya mama Dara saat Dahra sudah menelannya
"Ini enak ternyataaa, boleh aku minta lagi?" Tanya Zahra
"Makan saja,ini juga kau yang beli" Ucap Rona sambil memakan mangganya
Selesai makan sore mereka semua melakukan aktivitas masing masing
Paman Bagas dan bibi Sarah juga sudah membicarakan masalah mereka saat Rona tidur
Tentu saja tuan Tian tidak mempermasalahkan karna ia mendengar paman Bagas yang mengucapkan berada dipihak Rona
Siapa yang mau melawan putri Aldrich?yang pastinya kaya raya dengan mudah membuat apapun keinginannya tercapaikan termasuk memutuskan kerja sama dengan perusahaan pranata
"Bund sedang apa?" Tanya Rona ditengah panggilan telfonnya dengan sang ibunda
Namun yang ia dengar membuatnya hampir menjatuhkan handphone mahalnya
"Apa apaan ini!bund bundaa!apa yang kau lakukan bund?" Tanya Rona terkejut dan marah
Pasalnya ia mendengar suaraaaa tak mengenakan dari sang ibundaaa yang rauwrr
Tak lama muncul suara tak asing dari hanphonenya yang membuat tangannya terkepal
"Ada apa nak?" Tanya Aldrich diseberang
"Kau!apa yang kau lakukan dengan bunda?" Tanya Rona marah
"Ada apa?aku menikahi bundamu tadi pagi nak" Ucap Aldrich membuat Rona terkejut bukan main
"APA?" teriak Rona
"Katakan sesuatu sayang,tadi kita menikah bukan?" Tanya Aldrich
"Ahhh.....iyaaa" Ucap bunda Mila
Tut
Tiba tiba sambungan telefon dimatikan oleh ayahnya yang membuat Rona kesal dan marah tercampur aduk jadi satu
Berulang kali ia menghubungi nomor bundanya namun tak ada satupun yang terjawab
Bersambung.