Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Merasa Diperas


Selva berkaca-kaca saat menatap sahabatnya yang dulu begitu baik kepadanya bahkan rela merawat putrinya kini berubah seratus delapan puluh derajat. Dalam hati kecilnya ia juga mencari-cari dimana putri kecilnya kini.


"Ini bukan kesalahannya Ratna!!!" tegas Marvin yang memanggil Ratna tanpa menyebutkan kata Mbak seperti biasanya seakan ingin memperlihatkan kemarahannya.


"Oh ya, Kalau bukan kesalahannya apa ini kesalahan mu?!"


"Ya, Ini kesalahan ku, Aku yang menghajarnya karena dia mencoba memperkosa Selva!"


Ratna cukup dibuat terkejut dengan apa yang Marvin katakan, Tapi karena rasa cintanya pada sang mantan suami membuat Ratna menepis keraguannya dan tetap menyalahkan mereka karena kematian Roni.


"Ini pasti hanya akal-akalan mu saja demi melindungi Selva kan, Mas Roni tidak mungkin melakukan itu pada Selva, Dia mencintai ku, Kami akan segera menikah, Kami..."


"Terserah!" tegas Marvin memotong ucapan Ratna.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, Tapi itulah kenyataannya."


Marvin kembali menceritakan dari awal ia datang hingga terjadi perkelahian dan berakhir dengan Selva yang menghajar Roni dimana secara bersamaan Ratna datang dan menuduh Selva lah pelaku utamanya. Namun lagi-lagi Ratna tidak mau tahu dan menginginkan salah satu dari mereka harus di hukum.


"Baiklah jika ada yang harus di hukum, Maka Aku siap untuk di hukum," ucap Marvin yang membuat Ayah dan kakaknya tercengang.


"Marvin apa yang kamu katakan Marvin?" tanya Narendra.


"Marvin, Kamu tidak perlu melakukannya, Biar Aku saja yang menanggung hukuman ini." sambung Selva.


"Wahhh... Manis sekali, Kalian berdua rela di hukum demi melindungi satu sama lain, Tapi setelah Aku pikir-pikir, Aku tidak ingin melanjutkan ini ke meja hijau."


"Maksud Mbak Ratna... Mbak Ratna tidak akan membawa masalah ini ke kantor polisi?" tanya Selva memastikan.


"Ya! Tapi sebagai gantinya, Kamu tidak akan pernah bisa menemui putrimu lagi!"


Seketika Selva merasa sesak, Meskipun selama ini ia tidak rutin menemui putrinya tapi tidak boleh lagi bertemu dengan Selvi tak pernah terbayangkan sebelumnya. Rasanya begitu menyakitkan melebihi rasa sakit saat ia di masukkan ke penjara untuk kedua kalinya.


"Bagaimana Selva, Apa kamu setuju?"


"Mbak Ratna..."


"Oh ya, Bukan itu saja." Ratna langsung memotong pembicaraan sebelum Selva selesai berbicara.


"Marvin juga harus memberikan ku sejumlah uang, Tidak terbatas waktu dan sebanyak apapun yang Aku inginkan!"


"Apa untungnya untuk kami memberikan mu uang, Kami tidak ada sangkut pautnya dengan anak itu!" lanjut Narendra.


"Tuan... Mungkin Anda tidak ada sangkut pautnya dengan anak itu, Tapi putra Anda sangat mencintai Selva, Jadi Aku pikir uang bukanlah masalah besar untuk nya."


"Ya itu benar." saut Marvin dengan cepat.


"Anda dengar sendiri Tuan?" tanya Ratna tersenyum penuh percaya diri.


"Marvin jangan bodoh Marvin!" tegas Narendra.


"Biarkan Marvin bicara Pa."


Atas permintaan Marvin, Narendra pun terdiam dan menantikan apa yang akan putranya lakukan.


"Ratna! Kamu meminta ku untuk memberikan mu uang tapi kamu juga meminta Selva tidak lagi menemui putrinya? Apa kamu sedang berencana menjadikan anak itu sebagai alat untuk menguras seluruh harta kami?" tanya Marvin.


"Sebelumnya Aku berpikir hanya ingin menghukum Selva dengan memisahkannya dari putrinya. Sama seperti halnya Selva memisahkan ku selamanya dengan Mas Roni, Tapi setelah kamu bertanya hal itu, Aku jadi berpikir kata-kata mu benar juga. Kenapa Aku tidak jadikan anak itu mesin pencari uang, Apalagi Ayah kandung Selvi dulunya juga orang kaya, Yah meskipun sudah di penjara, Pasti masih adalah sedikit-sedikit hartanya."


"Jangan libatkan Galvin dengan masalah ini!" teriak Selva.


"Jangan berteriak!!!" teriak Ratna yang meninggikan suaranya berkali-kali lipat.


"Kamu sudah membunuh suamiku, Bahkan jika Aku meminta seluruh harta Marvin maupun Marvin pun tidak akan bisa menghidupkannya kembali!!!"


"Jika kamu sudah tahu itu, Lalu kenapa kamu memeras kami?" tanya Maria menyla pembicaraan.


"Anggap itu uang asuransi untuk kematian Mas Roni. Uang itu juga untuk jaminan karena Aku tidak membawa adik mu ke penjara!!!"


"Jika hanya itu, Kamu tidak cukup sebutkan berapa yang kamu inginkan!"


"Sudah ku katakan, Jika seluruh harta yang kalian miliki belum cukup mengganti nyawa Mas Roni, Jadi Aku akan minta berapapun dan kapan pun yang ku inginkan!"


Narendra yang mendengarnya merasa begitu kesal. Kemudian mengalihkan pandangannya pada Selva penuh kebencian. Dalam benak pikirannya mempertanyakan kenapa wanita yang dicintai putranya hanya menimbulkan masalah besar dalam keluarganya.


Bersambung...