Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Perangkap Cinta


Hingga beberapa menit berlalu Selva masih bingung memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan. Hingga pada akhirnya ia menemukan jawaban meskipun harus kembali berbohong.


"Eumm mungkin penjaga keamanan belum mengenalku Aku kan baru beberapa hari di sini sudahlah jangan bahas itu, Ngomong-ngomong apa Tuan merasa lapar?"


"Ya sekarang Aku merasa sangat lapar. Sejak kemu marah padaku Aku bukan hanya tidak bisa tidur, Aku juga tidak bisa makan.


Sihir apa yang kamu gunakan sehingga Aku terus memikirkan dirimu?"


Mendengar itu Selva tersenyum. Ia benar-benar tidak menyangka jika Ganindra benar-benar akan jatuh cinta padanya, Apalagi hanya dalam hitungan hari.


"Apa yang kamu pikirkan Selva?" pertanyaan itu muncul dalam diri Selva yang menyadari jika tidak seharusnya ia merasa bangga akan cinta Ganindra. Pria berusia 40th itu bukan hanya sudah memiliki anak dan istri tapi dia lah otak utama yang menjebloskannya ke penjara.


"Kamu harus fokus pada tujuan mu Selva, Fokus jangan sampai terbuai oleh rayuan dan kata-kata manisnya." dalam hatinya Selva menasehati diri sendiri hingga ia kembali di kagetkan oleh Ganindra yang memanggilnya.


"Apa yang kamu pikirkan, Kok malah bengong, Tadi kayaknya nanyain lapar apa nggak deh, Kirain mau nawarin makan?"


"Oh-ya... Aku..." Selva bangun dari duduknya dan melihat stok makanan yang ada di meja. Namun ia tidak menemukan makanan apapun selain mie instan. Itupun hanya tersisa satu bungkus saja.


Ganindra menaikan kedua alisnya mengisyaratkan pertanyaan dimana makanan yang Selva tawarkan.


"Hanya ini saja..." ucap Selva mencebikan bibirnya dengan begitu manjanya.


Melihat hal itu, Ganindra merasa sangat gemas dan ingin mencubit kedua pipinya saat itu juga. Namun Ganindra harus menahan diri untuk itu mengingat Selva baru memaafkannya.


"Aku tidak keberatan," ucap Ganindra yang masih ingin berlama-lama bersama Selva di kamar kost yang tidak seberapa luasnya.


"Tuan yakin?"


"Ya, Entah kapan Aku terakhir kali makan mie instan, Kayaknya udah lama banget,"


"Percaya," ucap Selva yang kemudian menyeduh mie menggunakan air panas dari dalam termos. Hal itupun menarik perhatian Ganindra yang melihat tidak adanya kompor di sana.


"Apa disini dilarang menggunakan kompor? Setidaknya kompor portabel?"


"Aku bisa membelikannya untuk mu."


"Tidak perlu, Aku lebih sering beli di luar. Lagian Aku juga jarang di sini, Cuma malem doang, Tidur."


Mendengar itu Ganindra mengangguk dan tidak mau memaksakan kehendaknya lagi, Padahal dalam hatinya bukan hanya ingin membelikan segala kebutuhan Selva, Tpi lebih dari itu, Yakni ingin segera mengajaknya tinggal bersama.


"Kamu harus sabar Ganindra, Tiana tidak sama dengan gadis lain yang mudah kamu miliki dengan mengandalkan uang mu." Ganindra membujuk dirinya sendiri agar lebih sabar demi mendapatkan Selva seutuhnya.


Setelah menunggu beberapa menit Selva pun menyajikan mie instan itu kepada Ganindra. Kemudian duduk di depannya dan menyangga dagu dengan tangannya.


Melihat Selva demikian Ganindra pun menawarkan mie instan itu sebelum ia memakannya. Dan tanpa di sangka Selva langsung mencondongkan tubuhnya dan membuka mulutnya.


"Aaa..."


Rasa kaget senang dan bingung bercampur menjadi satu, Bahkan tangan Ganindra sedikit gemetar saat menyuapkan mie instan itu ke mulut Selva.


"Eummm... Panas-panas." melihat Selva mengibas-ngibaskan tangannya ke mulut membuat Ganindra panik dan berlari mencarikan air kemudian memberikannya pada Selva. Namun seketika itu juga Ganindra menjadi bingung ketika Selva tertawa seperti tak terjadi apa-apa.


"Apa Tuan merasa panik?" tanya Selva sembari terus menertawakannya.


"Kamu hanya bercanda?" tanya Ganindra yang masih berdiri dengan kebingungannya.


Selva mengangguk-anggukkan kepalanya dan menutup mulutnya untuk menahan tawanya yang tidak bisa berhenti.


Bukannya merasa marah karena telah di permainkan oleh Selva, Justru Ganindra ikut tertawa dan menggelengkan kepalanya. Ia merasa heran dengan kelakuannya sendiri yang merasa begitu paniknya padahal Selva hanya mengatakan panas.


Setelah selesai makan, Selva mengantar Ganindra sampai depan pintu keluar kost-an, Dan di saat bersamaan pula, Marvin yang baru datang melihat kebersamaan Selva dan juga Ganindra tepat di hadapannya.


"Pantas saja baru sehari kerja dapetnya barang-barang branded, Mainnya sama Om-om berduit," ucap Marvin begitu mobil Ganindra meninggalkan kost-an. Namun seperti biasa Selva enggan menanggapi ocehan Marvin dan lebih memilih kembali ke kamarnya.


Bersambung...