
"Jangan hanya menatap ku seperti itu, Beri Aku jawaban."
Mendengar ucapan Marvin Selva tersentak dan langsung membalikkan badan membelakangi Marvin yang menatapnya penuh harap. Dalam hatinya tanpa Marvin mengatakan cinta padanya pun dirinya juga mencintai Marvin, Tapi tiba-tiba Selva mengingat wanita yang selalu datang ke kost-an Marvin sehingga ia mengelak untuk mengakui cintanya.
"Jawaban apa yang harus ku berikan?" tanya Selva kembali berbalik badan menatap Marvin.
"Bukankah kamu sudah memiliki wanita yang selalu datang menemui mu, Bahkan bukan hanya menemui mu saja, Tapi kamu juga selalu membawanya masuk ke kamar mu, Jadi kenapa sekarang dengan mudah kamu mengatakan cinta kepadaku?"
Marvin tersenyum smirk mendengar apa yang Selva katakan.
"Aku bisa mengajak mu ke kamar ku jika kamu menginginkan nya."
"Marvin!" dengan kesal Selva mendorong tubuh Marvin yang begitu dekat dengannya. Namun Marvin hanya tertawa dan menggenggam kedua pergelangan tangan Selva kemudian menariknya ke pelukannya. Sontak saja hal itu membuat Selva terdiam pasrah ketika sebelah wajahnya terbenam di dada Marvin.
Jantungnya pun terasa berdetak dengan sangat cepat ketika hidungnya menci'um aroma maskulin dari tubuh Marvin.
Untuk sejenak Selva memejamkan mata menikmati semua itu. Hingga pada akhirnya Selva kembali membuka mata ketika Marvin memecahkan keheningan.
"Aku sudah mendapatkan jawabannya."
Mendengar hal itu Selva kembali mendorong tubuh Marvin dan bergegas untuk meninggalkan ruangan. Namun sebelum itu Selva berhenti di ambang pintu dan menatap Marvin yang terus tersenyum menatap kekesalannya.
"Anda terlalu percaya diri Tuan Marvin!" setelah mengatakan itu, Selva pergi meninggalkan ruangan. Sementara Marvin hanya tertawa membiarkan kepergian Selva.
"Hei anak baru, Habis ngapain kamu di ruangan Tuan Marvin? Kenapa lama banget?" tanya seorang karyawati yang melihat saat Marvin menarik Selva masuk ke ruangannya.
"M-marvin, E-maksudku Tuan Marvin memberi beberapa penjelasan tentang pekerjaan apa saja yang harus Aku lakukan."
"Mbak... Tuan Marvin tidak pernah datang bukan berarti dia tidak mengetahui apapun tentang bisnis orang tuanya. Apalagi di jaman modern seperti sekarang, Semua bisa di kerjakan hanya dari rumah, Jadi Aku harap Mbak sedang tidak menganggap Tuan Marvin bodoh karena mengatakan Tuan Marvin tidak mengetahui apa-apa."
Mendengar itu gadis bertubuh kurus tinggi itu merasa kesal dan pergi meninggalkan Selva.
•••
Setelah seharian melakukan pekerjaan akhirnya Selva bisa pulang. Akibat kemacetan ibukota, Selva sampai di kost-an sudah cukup sepi mengingat waktu menunjukkan pukul 22.00 wib.
Langkahnya melambat ketika sampai di depan kamarnya. Selva menatap pintu kamar Marvin yang tertutup rapat. Setelah ia keluar dari ruangan Marvin dan melanjutkan pekerjaannya mereka tidak lagi bertemu. Selva hanya melihat Marvin meninggalkan Cafe pada jam makan siang dan tidak kembali lagi.
"Mungkin sekarang Marvin telah kembali ke rumah orang tuanya." batin Selva yang merasa sedih.
Kemudian Selva dengan nafas beratnya membuka pintu kamarnya.
Ia langsung melempar tas, Sepatu dan melemparkan diri ke ranjang tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Tubuhnya terasa begitu lemas seolah separuh hidupnya telah pergi meninggalkannya.
Untuk melupakan semua itu, Selva mencoba memejamkan mata namun ingatannya tentang Marvin justru semakin menguasai dirinya. Kemudian Selva membuka ponsel menarik turunkan kontak nama pada ponselnya. Namun lagi-lagi Selva merasa frustasi karena ia juga tidak memiliki nomor telepon Marvin.
"Bahkan Aku tidak memiliki nomor telepon nya, Lalu apa yang bisa ku harapkan?" Selva kembali merenung mengingat kesenjangan sosial antara dirinya dan Marvin.
"Tidak! Aku tidak bisa mengulangi kesalahan ku di masa lalu, Aku pernah menjalin cinta dengan Galvin yang memiliki orang tua kaya. Dan karena kekayaan itu juga Aku mendekam di penjara meskipun Aku tidak bersalah." batin Selva yang kembali merasa trauma akan peristiwa itu.
Bersambung...
📌 Terimakasih untuk yang selalu setia nungguin, Masya Allah banget meskipun sudah beberapa hari libur masih pada setia menanti. Maaf banget kalau Upnya lambat atau sedikit, Itu di karenakan saya ngetik sambil mengawasi si kecil yang kini usianya 10 bulan dan lagi aktif-aktifnya 😁🙏