Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Rumit


Selama ini Maria dan Marvin memang selalu menentang Ayahnya untuk menikah kembali di karenakan mereka masih tidak rela jika posisi ibunya ada yang menggantikan. Namun ketika mereka ingin memberi kesempatan untuk Ayahnya menikah lagi. Justru wanita itu masih berhubungan dengan masa lalu Selva.


"Kita perlu bicara Pa," ucap Marvin memecahkan keheningan.


"Marvin benar, Ayo kita bicarakan ini bertiga." sambung Maria yang langsung masuk ke dalam. Kemudian di susul oleh Marvin.


Melihat Maria dan Marvin masuk, Narendra menatap Hilda sesaat lalu menyusul anak-anaknya tanpa mengatakan sepatah katapun.


Kini tinggal Hilda bersama Selva yang berada di ruang tamu. Dua wanita yang pernah berseteru di masa lalu kini di hadapkan dengan situasi dan kondisi yang berbeda.


Berbeda dengan Selva yang hanya menatap Hilda dengan penuh tanda tanya di pikirannya, Hilda melangkah maju mendekati Selva.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu, Apa kamu pikir setelah menghancurkan keluarga ku, Memasukkan suami dan anak ku ke penjara lalu kamu bisa hidup bahagia dengan menikahi Marvin yang merupakan putra dari pengusaha sukses seperti Narendra?"


Selva hanya diam mendengarkan apa yang Hilda katakan.


"Jangankan Aku, Bahkan Tuhan saja tidak membiarkan mu mendapatkan kebahagiaan dengan mudah setelah apa yang kamu lakukan kepada keluarga ku, Buktinya Tuhan kembali mempertemukan kita tanpa Aku rencanakan, Tanpa Aku tahu ternyata kamu menjalin hubungan dengan putra calon suamiku, Kamu tahu apa ini artinya?"


Selva membalikkan badan menghindari tatapan Hilda yang terus menekannya dengan kata-kata yang ia ucapkan.


"Ini artinya Tuhan memberiku kesempatan untuk membalas apa yang sudah kamu lakukan kepada keluarga ku, Terutama kepada Galvin putra ku!"


Mendengar itu, Selva kembali berbalik badan, Menatap tajam Hilda yang kini terlihat jauh lebih jahat dari beberapa tahun lalu saat ia meminta pertanggungjawaban atas apa yang putranya lakukan.


Namun meskipun begitu, Selva tak merasa gentar meskipun ia mengerti jika Hilda sengaja ingin menunjukkan wajah penuh dendam kepadanya karena telah membuatnya berpisah dari putranya.


"Apa yang ku lakukan semata-mata untuk membayar apa yang sudah suami dan putra Anda lakukan kepada ku di masa lalu. Jadi jika Anda ingin membalas apa yang sudah ku lakukan berati Anda ingin menabuh genderang perang dengan ku!"


"Jangan mentang-mentang sekarang kamu berpacaran dengan Marvin lalu berpikir Marvin akan membelamu untuk menentang ku, Narendra sangat mencintai ku bisa jadi kamu yang akan di tendang oleh Narendra bahkan dari kehidupan Marvin!"


Selva terdiam sejenak seolah terpengaruh dengan perkataan Hilda.


Selva memang tidak cukup percaya diri untuk meyakini Marvin akan selalu berpihak kepadanya dibanding Ayah kandungnya.


Sementara di ruangan lain, Marvin telah menceritakan hubungan masa lalu Selva dan Hilda kepada ayah dan juga kakaknya. Seperti pada kesan pertama Maria kepada Hilda, Maria semakin tidak suka kepada Hilda untuk menjadi ibu tirinya. Namun tidak demikian dengan Narendra. Narendra menganggap itu hanya dari masa lalunya.


"Seperti halnya Selva, Hilda juga memiliki masa lalu. Jika kamu bisa tetap menerima Selva, Lalu kenapa Papa tidak boleh menerima Hilda?" tanya Narendra kepada Marvin dan juga Maria. Hal itu membuat Marvin dan Maria saling memandang bingung.


"Ini tidak adil untuk Papa." sambungnya.


"Papa... Selva memang pernah melakukan kesalahan di masa lalu, Tapi dia berusaha keras untuk menjadi wanita yang jauh lebih baik. Berbeda dengan Tante Hilda."


"Apanya yang beda? Dia juga wanita baik-baik, Dia selalu perhatian sama Papa, Selalu ngertiin Papa dan yang terpenting dia sangat mencintai Papa."


Marvin terdiam mengatupkan bibirnya sembari memijit pelipisnya. Ia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan kepada Ayahnya jika hubungan antara Hilda dan juga Selva terjalin dalam satu keluarga.


"Sekarang Papa bayangkan, Bagaimana jika suatu saat putra Tante Hilda bebas dan menjadi bagian dari keluarga kita. Bagaimana pa? Bagaimana dengan Marvin dan Selva, Biar bagaimana pun Selva dan Galvin pernah menjalin cinta terlebih ada anak yang akan selalu mengingatkan keduanya, Bagaimana dengan perasaan Marvin nanti?!"


Pertanyaan Maria bukan hanya membuat Narendra terdiam tetapi juga membuat Marvin memikirkan apa yang Maria katakan.


Bersambung...