Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Mengejutkan


Seminggu berlalu Narendra meminta Marvin untuk mengajak Selva ke rumah. Selain untuk membicarakan pernikahan, Narendra juga ingin mengenalkan wanita pujaannya kepada Selva terkhusus anak-anaknya. Untuk pertama kalinya Narendra membawa wanita yang ingin ia nikahi bertepatan dengan rencana pernikahan Marvin dan Selva. Narendra mengambil momen itu dengan harapan bisa menikah di waktu dan hari yang sama. Narendra pun telah mengungkapkan itu kepada Marvin dan Maria sebelum kekasih hatinya datang. Tapi Marvin maupun Maria belum bisa memberikan keputusannya karena belum melihat calon ibu tiri mereka.


"Baiklah kalau begitu kita tunggu sebentar lagi," ucap Narendra kemudian mengambil ponsel untuk menghubungi wanita pujaannya.


"Kenapa Papa jadi yang tidak sabar ingin menikah sih, Kan Aku dan Selva yang ingin menikah terlebih dahulu?" protes Marvin.


"Kalau kita bisa menikah bersama-sama untuk apa mengulur-ulur waktu. Jika Maria ingin menikah sekalian juga Ayok," ucap Narendra sambil terus mencoba menghubungi kekasihnya.


"Hmmm... Kalian saja yang menikah, Aku masih ingin bebas menikmati hidup yang indah ini." saut Maria yang tetap terlihat bahagia tanpa menikah meskipun usianya sudah lebih dari tiga puluh tahun. Ia telah lama hidup di negara asing sehingga tidak terlalu memusingkan anggapan orang yang bisa saja menganggapnya sebagai perawan tua karena tidak juga mau menikah.


Ditengah obrolan mereka tiba-tiba terdengar langkah kaki memasuki ruangan. Membuat semua orang secara bersamaan mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Dan alangkah terkejutnya Selva dan juga Marvin melihat seorang wanita penuh percaya diri melangkah mendekati mereka.


"Akhirnya kamu datang juga," ucap Narendra tersenyum lebar.


Marvin dan Selva menatap Narendra dengan tatapan terkejut. Dalam hati dan pikirannya bertanya-tanya bagaimana bisa Narendra mengenal wanita itu. Wanita yang pernah Marvin lihat di sebuah rumah sakit saat menemani Selva. Wanita yang tidak lain adalah ibu dari mantan kekasih Selva.


Berbeda dengan Marvin dan Selva, Helena memperlihatkan tatapan misterius kepada mantan kekasih dari putranya tersebut. Tatapan tajam yang Selva sendiri tidak bisa mengartikan apakah itu tatapan terkejut ataupun tatapan kebencian.


"Kenalkan dia Tante Hilda, Wanita yang papa ceritakan. Wanita yang telah mengisi hati papa selama selama lebih dari satu tahun ini, Wanita yang..."


"Tunggu...!" Selva memotong ucapan Narendra.


Dalam hati Narendra, Ia merasa tidak terima karena Selva yang belum resmi menjadi menantunya berani memotong ucapannya. Namun Narendra menyembunyikan kekesalannya di depan Hilda dan anak-anaknya.


Menyadari sikap lancangnya, Selva meminta maaf dan tidak jadi mempertanyakan apa yang ada dalam benak pikirannya. Namun seperti biasa, Marvin yang seakan bisa membaca hati dan pikiran Selva, Menanyakan apa yang Selva ingin tanyakan.


"Bagaimana bisa Papa menjalin cinta selama lebih dari satu tahun dengan wanita yang masih memiliki suami?"


Pertanyaan Marvin mengagetkan Narendra yang tidak pernah menyangka jika putranya mengetahui tentang wanita pujaannya.


"Darimana kamu tahu, Apa sebelumnya kamu mengenal Tante Hilda?"


"Itu dulu, Tapi sekarang tidak lagi." saut Hilda yang langsung memotong pembicaraan.


"Ya, Memang hubungan kami terjalin sejak Aku masih resmi menjadi istri Ganindra Arkananta, Tetapi pernikahan kami hanya sebatas status dan nama baik satu sama lain. Dan kamu juga pasti tahu itu kan Selva, Karena kamu juga pernah menjalin cinta dengan mantan suamiku!"


Pertanyaan itu bukan hanya mengagetkan Selva, Tapi Narendra dan juga Maria turut terkejut dengan pernyataan itu.


"Kenapa kamu terlihat begitu terkejut Selva, Apa kamu belum menceritakan ini kepada calon suami mu dan juga keluarganya?"


"Selva sudah menceritakan semuanya kepada ku, Dan itu bukanlah hubungan percintaan seperti yang Anda tuduhkan!" tegas Marvin.


"Dan kamu percaya saja dengan apa yang dia katakan?" tanya Hilda.


"Marvin! Apa ini, Kenapa kamu tidak menceritakan ini kepada Papa?"


"Apa yang perlu ku ceritakan, Mana Aku tahu jika wanita yang papa cintai masih berhubungan dengan masa lalu Selva?"


"Tapi tetap saja, Jika begini ceritanya Selva bukanlah wanita baik-baik yang memacari anak sekaligus Ayahnya!"


"Lalu apakah yang Papa dan Tante Hilda lakukan itu baik? Kalian telah menjalin cinta lebih dari satu tahun dimana saat itu Tante Hilda masih menjadi istri Ganindra Arkananta. Dan Aku juga tidak tahu sejak kapan Tante Hilda bercerai."


"Aku sudah mengajukan gugatan cerai pada Ganindra sebulan setelah ia di penjara. Dan gugatan ku telah di kabulkan oleh pengadilan jadi Aku tidak ada hubungannya lagi dengan Ganindra Arkananta."


"Lalu apakah itu sebuah prestasi yang harus kami apresiasi?" tanya Maria yang terlihat tidak menyukai Hilda.


Pertanyaan Maria bukan hanya membuat Hilda terdiam, Tapi juga membuat suasana menjadi hening.


Bersambung...