
Pak satpam juga tidak terlihat, mungkin karena sibuk makan karena sudah jadwal istirahat siang Tak beberapa lama, Leo, Akli, dan Alan juga datang. Mereka bertiga memang sudah seperti beli dua gratis satu yang selalu datang dan pergi bersama-sama.
Mereka terbiasa memarkir motor mereka diluar, karena sudah penuh di dalam Aluna memutuskan untuk parkir disini juga.
"Alunaaa" Sapa Alan ramah kepadanya dan menghampiri Aluna yang nampak kesulitan.
"Hai kak" Balas Aluna tersenyum dan tatap penuh harap.
"Ini motor baru Aluna yaa, keren banget yah style barunya" Ujar Akli kagum dan mengamati body motor milik Aluna yang memang keluaran terbaru.
"Motornya kenapa? " Tanya Kak Leo acuh tidak ingin berbasa-basi seperti kedua temannya.
"Ga bisa keluar Kak" Ucap Aluna lemah karena sudah lelah.
"Turun." Pinta Leo dingin.
"Biar aku yang bantu"
Aluna segera turun dan membiarkan Leo membantu dirinya sedangkan Akli dan Alan menyingkirkan motor-motor yang menghalangi. Agar motor milik Aluna bisa keluar dengan baik.
"Nih" Kak Leo menyerahkan motor Aluna tetapi dengan tetap dingin. Bersamaan dengan itu, Kevin dan yang lain juga sudah datang.
"Eyy Kevin" Ujar Alan menyapa ringan.
"Kok sama mereka" Tanya Leo menatap tajam kearah junior-juniornya itu.
"Ini mau pergi nonton Kak, diajak Kak Kevin" Celetuk Tiku selalu sigap.
"Eh Akli kamu ada kegiatan gak? "
"Gaada sih Lan, kenapa? "
"Ikutan sama mereka yok"
"Boleh ga? "
"Jelas lah makin ramai, makin disuka sama bioskop, hahaha" Jawab Galuh dengan tawa.
Kak Leo terlihat cuek dan tidak peduli tetapi terlihat dia memperhatikan percakapan diantara kami.
Tak lama Cecilia yang kata Rachel pacar Kak Leo juga datang menghampiri, sepertinya mereka akan pulang berdua. Aluna juga memperhatikan ternyata ada dua helm di motor Leo.
"Ayok keburu sore guys" Ujar Aluna menahan stengah kesal melihat mereka berdua yang sangat mesra dan dekat seperti itu.
Kevin menghampiri Aluna dan memasangkan jaket di depan tubuh mungilnya.
"Pakai ini yah Aluna"
"Supaya tidak panas tangannya"
Kevin juga tak lupa memperbaiki masker Aluna yang tampak miring dan membuatnya tidak simetris dengan wajah cantiknya,
"Makasih kak" Sembari menatap wajah Kevin yang terlihat tampan jika di lihat dekat begini.
"Cieeee" Ketiga teman Aluna tak henti mencadai antara mereka.
"Jadian aja ga sih" Ujar Tiku lagi.
"Ihh apaan sih" Jawabku menjadi makin kesal jadinya.
Leo melirik kearah kami tajam, Aluna sama sekali tidak paham dengan makna tatapan dari Leo tadi, dia juga terlihat memasangkan safety belt helm Cecilia.
Mereka pun berangkat dengan cepat, Tiku paling depan disusul oleh Aluna, Farah, lalu Galuh. Dan dikawal oleh Kevin, Alan, juga Akli. Tampaknya diam-diam Akli mengawasi salah satu dari mereka.
Sampai di Mall mereka yang masih memakai seragam sekolah segera menaiki eskalator menuju bioskop. Kevin tampak sibuk ditemani Tiku memesan Tiket Avatar.
Sedangkan yang lain membeli makanan juga minuman untuk masuk. Beberapa saat kemudian, mereka pun masuk kedalam. Aluna duduk disamping Kevin. Sesekali Aluna mencuri pandang ke arahnya. Dia sosok yang sangat tenang dan juga kalem.
Saat melihat dalam jarak dekat dia sangat manis ditambah suka tersenyum dengan gingsulnya. Kepribadiannya juga sangat baik
Mereka menikmati film dengan sangat antusias dan menikmati. Tak lupa mereka juga berswafoto sebelum pulang. Foto bersama adalah hal wajib yang harus dilakukan dan haram untuk dilewatkan.
Fotonya kemudian di upload ke instagram masing-masing. Aluna berfoto berdiri dekat Kevin dengan disisi kirinya ada Alan.
Ada satu foto menunjukkan Aluna tampak saling bertatapan dengan Kevin sembari tertawa bersama.
"Aluna foto berdua yuk" Ajak Kak Kevin lagi.
Aluna pun mengiyakannya karena tak ada salahnya foto berdua dengannya yang sudah sangat perhatian dengannya hari ini.
"Bantuin foto yah Tiku" Pinta Kevin menyodorkan ponselnya.
"Siap kak"
Karena tinggi Aluna yang agak jauh dari Kevin dia bisa meletakkan tangannya di kepalaku dengan mudah. Fotonya pun terlihat sangat lucu. Kevin meletakkan tangannya diatas kepala Aluna, sedangkan Aluna berkacak pinggang menatap kedepan kesal.
Dari bioskop mereka tidak langsung pulang, tetapi mampir ke tempat bermain dan menghabiskan waktu sampai sore.
Pukul 5 sore akhirnya mereka berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Tidak lupa Kevin menemani Aluna dari belakang. Setelah hampir sampai rumah dia baru berbalik arah, karena arah rumah mereka yang berbeda.
Tidak lupa Kevin melambaikan tangan dan berlalu. Sesampainya di rumah, Aluna segera mandi dan membersihkan diri. Lalu menyelesaikan tugasnya dan pukul 7 malam semuanya selesai.
Sekarang Aluna memilih untuk rebahan dan meraih ponsel, tampak HPnya sangat ramai dengan notifikasi dari tadi.
"Ada apa, kok sampai seramai ini."Aluna penasaran dan membukanya.
"Oh karena foto tadi"
"Tidak ada juga ruginya dianggap pacaran dengan cowok paling pintar disekolah kan" Gumamku
Oh ada dari Kevin rupanya. Aluna pun membukanya satu persatu.
"Selamat malam Aluna"
"Aluna sudah sampai? "
"Gimana hari ini Aluna, Happy ga? "
"Kapan-kapan kalau luang jalan lagi yuk"
Tak lupa ada beberapa pesan dari gilrs Sqd yang membahas tentang kebaikan Kevin hari ini dan juga selama orientasi yang terus membela Aluna dan teman-temannya. Meskipun tidak cinta tetapi Aluna sepertinya juga tersentuh dengan sikap baiknya.
“Kak Kevin itu baik, tapi aku tidak cinta...” Ujar Aluna mengeluh dengan semuanya.
Aluna memilih untuk merebahkan badannya nyaman, membiarkan benaknya sibuk memikirkan banyak hal termasuk mimpi yang terus berulang hal yang sama.
Tepat jam 8 malam, Mbak Dewi datang mengetuk pintu. Aluna pun segera beranjak dan membukanya.
"Nanti yah aku makannya Mbak.".
"Bukan itu Non" Ujar mbak Dewi terlihat menyembunyikan sesuatu.
"Ada apa mbak? " Tanya Aluna penuh selidik.
"Anu Non"
"Kenapa Mbak? "
"Ayah Non sudah pulang"
Tapi kenapa wajah Mbak Dewi terlihat khawatir seperti itu.
"Ada apasih Mbak"
Aluna melangkah turun ke ruang tamu, hendak menemui Ayahnya. Mbak Dewi juga ikut turun dengannya.
Tapi siapa perempuan yang bersama dengan Ayahnya saat ini.Perempuan itu terlihat sangat muda sepertinya tidak jauh dari usia Aluna, wajahnya cantik dengan rambut yang tergurai rapi.
"Ayahhh... " Aluna menghampiri Ayahnya dan memeluknya karena sudah rindu.
Sedangkan Mamanya duduk risau di depan Ayah. Terlihat wajah Anita tidak nyaman. Aluna dengan peka menyadari semuanya.
"Ada apa Ma? " Aluna bertanya penuh khawatir tetapi Anita memilih bisu
"Ayah, Mama kenapa? "
Mama dan Ayahnya tampak saling diam, suasananya sunyi dan seram sekali. Rasanya mimpi Aluna tempo hari tidak ada apa-apanya dengan semua keadaan yang terjadi saat ini
"Ma, ayah"
"Ada apasih"
"Kak ada apa" Tanyaku kepada perempuan di samping ayah
Wanita itu juga hanya diam, tapi aku melihat dia wajahnya sangat menyebalkan dan membuatku langsung jengkel terhadap wanita depan ini
Dia juga terlihat sangat cuek, ah wanita ini tidak menyenangkan sekali
" Ada apasih" Ulang Aluna berkali-kali.
"Kakak siapa sih? " Tunjuk Aluna kesal melihat tingkahnya yang menyebalkan juga.
"Saya Mama baru kamu" Jawab perempuan itu santai,
"Ah... "
"Kocak kakak ini, hahahah"
Tapi ekspresi wajah Mama dan Ayahnya tidak berubah sama sekali, berarti yang dikatakan wanita ini adalah istri Ayahnya adalah benar.
"Jadi Ayah selama ini hilang, pergi ke luar kota, alasan kerja. Malah nikah diam-diam.” Bentak Aluna keras.
"Ayah ga tau diri banget. Sumpah!"
"Benci aku sama Ayah"
"Benci banget"
Anita berusaha menenangkan Aluna yang sebenarnya dia juga sangat bersedih, Aluna merasakan jelas nafas Mamanya saat itu yang terasa sesak menahan tangisnya.
Dada Aluna bergemuruh, tak bisa lagidia merasakan apapun lagi selain gelap dan rasa sedih yang tersangat dan cueknya malah Ayahnya memilih untuk diam saja.
“Aku putri satu-satunya Ayah, tidak terima dengan pengkhianatan Ayah apalagi wanita ini hanya beda beberapa tahun dariku.”
“Ayah Biadab!!!”
Aluna terus mengumpat dan tidak tahan dengan yang terjadi saat ini.
Dia masih berusaha sabar, menata perasaannya sendiri. Tetapi pasti rasanya sangat sulit untuk apapun yang terjadi saat ini. Aluna sangat tidak terima dengan kenyataan yang terjadi, sebab selama ini Ayahnya selalu bersikap manis kepada Mama dan juga dirinya.
Lalu bagaimana nasib Aluna sekarang, akankah Mamanya akan meninggalkan Ayahnya. Atau akan bertahan dengan suasana keluarga yang saat ini hancur seperti neraka saja rasanya.
Aluna menghentakkan kaki, dan pergi dari ruang tamu menuju kamar. Rasanya sedih sekali. Aluna sudah tidak bisa berfikir jernih saat ini. Hanya Mbak Dewi yang berusaha membuatnya tenang dan memeluknya saat sedih.
Di ruang tengah keributan telah terjadi karena Anita juga akhirnya tidak bisa menahan perasaannya mulai bertengkar dengan suaminya tersebut. Sedangkan wanita muda yang dibawa Ramli tadi hanya diam saja menyilangkan kaki.
Aluna dengan modal nekat berniat untuk langsung pergi dari rumah untuk meninggalkan semua masalah yang membuat dirinya menjadi sangat marah saat ini.