
"Dia sudah pergi.!" Hantu Mei Yin menghela nafas lalu dia tiba-tiba berbalik, pandangannya jatuh pada batu biru yang ada di sebelah kuburan. Warna merah menyala merayap dari leher ke pipinya, menggambarkan sedikit rasa malu dan sedikit kemarahan. Sekarang, hanya tinggal satu bekas Tanda Pedang yang masih tersisa di batu biru itu. Tanda pedang pertama dan kedua telah menghilang.
Disebelah batu itu ada pesan yang ditinggalkan oleh Qing Shan.
..."Wanita cantik yang memiliki Tanda niat pedang tingkat tinggi, tetapi jika Tanda Niat Pedang yang ditinggalkan itu jika dibiarkan menganggur di batu ini, bukankah itu sangat disayangkan? Aku, Qing Shan datang dengan membawa salju dan pergi dengan membawa bulan, yang berarti aku telah mengambil Tanda niat pedang kedua. Ketika Aku melangkah ke ranah Alam Jiwa, aku pasti akan kembali untuk mendapatkan Tanda niat pedang yang ketiga."...
...QING SHAN...
"Qing bajingan, kau bajingan sialan tak tahu malu, pembohong besar, kau telah berjanji untuk tidak mencuri niat pedangku! Kembalikan niat pedang itu padaku!" Di Istana Kota Es, Mei Yin nerteriak dan menghentakkan kakinya dengan marah sambil mengepalkan tinjunya dengan erat.
•••
Sekitar setengah hari perjalanan di kapal terbang roh, Qing Shan membuka peta yang ada di slip batu giok, di sebelahnya ada Komandan Niugong, Chu Yai, dan Fang Dan. Tentu saja, ada juga Ling Yun yang terlihat polos dan Lili yang terlihat gelisah.
"Hachiii...."
Tiba-tiba bersin, Qing Shan menggosok hidungnya dan mengembalikan sarung pedang ke dalam tas penyimpanannya. Dalam sarung pedang itu terdapat niat pedang yang dia ambil dari batu makam Mei Yin. Dia tidak bisa memahaminya saat ini, jadi dia menyimpannya untuk dipelajari jika ada waktu kedepan.
"Jangan bilang, Xiao Mei mengutukku?" Qing Shan menyeringai dan kemudian menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba sebuah suara terdengar memanggilnya.. "Tuan, dalam jarak sepuluh ribu meter lagi kita akan sampai di Sekte Hantu Iblis. Lili ingin pergi dan bermain jika kita sudah sampai disana.!" Lili membuat permintaan dengan suara manja yang terdengar lembut.
"Tidak..!" Jawab Qing Shan dengan suara dingin, perhatiannya kembali melihat peta di tangannya.
Jawaban mengabaikan Qing Shan membuat Lili membusungkan pipinya karena marah, menyebabkan ekspresi aneh terbentuk di wajah ketiga Komandan Jirah Hitam
"Hemm.. Niugong, begitu kita sampai di wilayah Sekte Hantu Iblis, kau membuat pengaturan agar anggota dari tiga Pasukan Jirah Hitam berkemah di gunung ini. Jika perlu, kau dapat sekalian membangun sebuah kota." Setelah waktu yang lama, Qing Shan akhirnya berbicara sambil menujuk peta.
"Gunung ini letaknya tidak terlalu jauh dari Sekte Hantu Iblis, hanya berjarak beberapa ratus kilo meter. Ketika aku punya waktu, akau akan kembali dan melatih kalian semua. Kembalinya kejayaan untuk Tiga Pasukan Jirah Hitam tidak lama lagi!" Ucap Qing Shan.
Sebuah cahaya tajam berkilauan di mata Qing Shan. Rencananya kedepan adalah melatih Pasukan itu, mengambil Qi Yin gelap yang ada di bawah Sekte Hantu Iblis, dan terkahir adalah meningkatkan kultivasinya.
Saat ini, kapal mereka sangat dekat dengan Sekte Hantu Iblis dan karena tes penerimaan murid sekte, wilayah itu dipenuhi dengan para pembudidaya yang membawa junior dari keluarga mereka masing-masing, berharap untuk dipilih oleh sekte tersebut. Ketika para pembudidaya itu mengangkat kepala melihat ke atas, mereka melihat sebuah kapal mewah di langit, ternganga dan merasa takjub.
"Ibu, siapa orang-orang yang datang itu? Mungkinkah itu ahli Alam Emas?"
Sekte Hantu Iblis terletak di wilayah Selatan Negara Xin, dibangun di atas Sekte kuno di Lembah Dunia Alam Bawah. Menurut legenda, di zaman kuno, seekor burung hantu Primordial mati di tempat ini dan tulang-tulangnya menjadi tanda kuburannya, karena itulah sekte itu dinamakan Hantu Iblis.
Tiga ratus meter di luar Sekte adalah area pohon pinus yang sangat lebat yang membentang lebih dari seratus meter, tempat itu disebut Hutan Pinus. Tempat itu tampak seperti sudah diitinggalkan oleh para pembudidaya yang pernah berdiam di sana dan sekarang, tempat itu dipenuhi rumput liar, tempat yang tidak terlalu mencolok.
Ada tiga hari lagi sampai acara besar pengujian murid baru sekte dimulai. Di atas hutan pinus yang ditinggalkan berdiri sebuah kapal besar milik Qing Shan.
Tiga ahli Alam Roh Harmonis melangkah keluar dari kapal dan berdiri di langit. Satu orang menunjukkan kekuatan Qi es, satu orang mengendalikan hewan peliharaan tipe binatang iblis, dan satu orang lagi berpakaian hitam sambil mengayunkan pedang bermata duanya. Masing-masing menunjukkan kehebatannya dalam membersihkan hutan.
Hutan pinus ini memiliki luas membentang lebih dari seratus meter, dalam waktu setengah jam yang sangat singkat, mereka bertiga meratakan daerah itu. Para pembudidaya pejalan kaki yang kebetulan lewat di wilayah itu, sesekali melihat cahaya menakutkan yang menyelimuti kapal besar itu. Mereka mengira itu dilakukan oleh beberapa ahli Alam Emas yang sedang melakukan perjalanan, masing-masing dari mereka melesat cepat menjauh dari tempat itu dan tidak berani mencari informasi.
Dari jauh, mereka melihat bahawa para Ahli Alam Emas ini terlihat ingin membangun sebuah kota di hutan yang terbengkalai selama bertahun-tahun setelah ditinggal. Satu-satunya hal yang tidak dapat mereka tebak adalah mengapa ahli ranah Alam Emas yang kuat akan menyukai membuat sebuah kota di hutan pinus ini. Sebidang tanah di hutan ini tidak memiliki gunung, tidak ada air, dan tidak ada energi spiritual, membangun kota di sini hanyalah pemborosan sumber daya.
Kapal besar Qing Shan lalu mendarat di tanah dan kurang lebih 1500 pembudidaya turun dari atas kapal. Seolah diberi perintah, mereka bergerak cepat dan mulai membangun rumah. Terakhir, dari kapal itu, satu pemuda dan dua wanita muda keluar dari dalam kapal.
Dengan ujung jari seorang pemuda, kapal besar yang megah itu menyusut menjadi seukuran telapak tangan sebelum dia memasukkannya ke dalam tas penyimpanannya.
Pria muda itu tampak agak pucat seolah-olah sedang luka parah, namun dia memaksa dirinya untuk mengawasi konstruksi dan tata letak rumah baru yang sedang dibangun, kadang-kadang dia menggunakan batu giok abadi, logam abadi, dan perasaan ilahinya untuk mengatur pembentukan susunan bangunan
Kekuatan fisik kultivator lebih kuat dari rata-rata manusia biasa, dalam waktu kurang dari setengah hari kerja, di bawah instruksi pemuda itu, 1500 orang kultivator telah menyelesaikan lebih dari dua ribu rumah yang disusun dalam bentuk lingkaran terjalin menjadi formasi array tersembunyi. Tembok kota setinggi tiga meter dibangun di sekeliling yang mengelilingi seluruh kota baru di dalamnya, hanya menyisakan satu pintu masuk sebagai gerbang kota.
Pria muda itu menginvestasikan batu giok abadi yang tak terhitung jumlahnya dan logam abadi langka di dalam tembok kota untuk menyusun array formasi pertahanan tingkat tinggi. Dengan array formasi pertahanan ini, bahkan jika itu adalah ahli Alam Emas datang ke kota ini, mereka tidak akan berani menyombongkan diri di kotanya. Tetap saja, ada kerutan tidak puas di alis pemuda itu.