
Setelah diam sejenak, Qing Shan akhirnya kembali membuka matanya. Tidak ada lagi keramahan di matanya yang telah berubah menjadi tatapan meremehkan dan mendominasi.
Qing Shan lalu mengeksekusi Teknik Hujan Es. Seketika, ribuan paku es muncul di langit, setengah dari mereka adalah es dan setengah lainnya adalah hujan.
Jejak Niat Ilahi diaktifkan di dalam hatinya.
Dia memegang beberapa tetes hujan yang mengandung Niat ilahi dari Dao Hujan yang ditinggalkan oleh San Wu. Dia membalikkan telapak tangannya dengan tiba-tiba dan semua paku es berubah menjadi hujan pada saat yang bersamaan. Meskipun ini hanya paku es yang berubah menjadi hujan dan itu bukan seramgan dari Niat Ilahi yang tekandung dalam Dao Hujan, kekuatannya setidaknya 30% lebih kuat dari sebelumnya.
Adegan ini membuat semua binatang iblis di tempat ini tercengang dan mata terbelalak karena masing-masing dari mereka telah menghabiskan waktu yang lama hanya untuk mendapatkan petunjuk tentang Niat Ilahi dari Dao Hujan. Kecuali kera putih dan beberapa binatang iblis lainnya, masih banyak dari mereka yang tidak mengerti penggunaan dari Dao Hujan.
Meskipun Qing Shan hanyalah kultivator ranah Alam Roh Harmonis, dia mampu memahami Niat Ilahi Hujan dimalam ini lebih cepat daripada kebanyakan dari mereka.
"Kakak cemilan, apakah kau ingin pergi ke lapisan makam keenam ...?" Gadis kecil di sebelahnya menggigit bibirnya dan berkata.
Meskipun dia sangat ingin mengisi perutnya, tetapi ketika dia melihat kemajuan Qing Shan dia takut keserakahannya akan mengganggu kondisi mental Qing Shan yang lagi tercerahkan.
“Tidak perlu, aku akan meramu pil untukmu sekarang...!” Jawab Qing Shan sambil tersenyum tipis. Kemudian, dia memulai membuat pil.
Pada pencerahan di lapisan kelima , dia telah memperoleh pemahaman awal tentang penggunaan Niat Hujan yang sebenarnya, tetapi kekuatan dari Dao Hujan seperti ini masih jauh melampaui kekuatannya untuk bisa dia manipulasi. Qi Qing Shan tidak cukup kuat untuk mengubah semua paku es menjadi hujan. Selain itu, dia menggunakan wawasan yang ditinggalkan San Wu untuk membentuk teknik serangan hujan es.
Hanya dengan melalui hal ini, Qing Shan akhirnya memahami misteri dari Dao Hujan yang ada di makam ini
Terlepas dari semua hal yang dia dapatkan dari tempat ini, Qing Shan ingin mencoba untuk menggunakan bagian kecil dari Dao Hujan ini untuk meramu pil bintang lima.
Dia tidak berniat untuk meramu pil bintang lima sekarang, karena mengingat teknik meracik pilnya saat ini, bahkan jika dia berhasil dalam upaya pertamanya, akan membutuhkan setidaknya setengah tahun baginya untuk menyelesaikan pil level itu.
Namun, dia memiliki cara untuk menguji apakah teknik meramu pil miliknya telah meningkat.
Dalam ingatan Kaisar Dewa Iblis, dia melihat kembali ingatan akan teknik ramuan pil milik Kaisar Dewa Iblis yang memiliki 9 lingkaran. Di antara jari-jari Qing Shan ada api berwarna hitam. Dia lalu menggambar garis besar lingkaran ruang kosng di depannya menurut beberapa pola tak terlihat yang mendalam.
Pola Bintang Satu, Bintang Dua, Bintang Tiga, Bintang Empat ... Empat lingkaran ditarik berturut-turut sebelum Qing Shan merasa bahwa jarinya tidak bisa bergerak lagi, seperti ada penghalang kekuatan yang membuat jarinya tidak bisa bergerak.
Empat lingkaran ini berarti Tekniknya dalam meramu pil telah mencapai Bintang Empat.
"Jika aku bisa menggambar lingkaran kelima, aku akan bisa meramu pil Bintang Lima!"
Sedikit niat ilahi dari Dao Hujan yang samar muncul di matanya yang acuh tak acuh. Niat hijan ini mengalir dari hatinya menuju jari-jarinya, dan bergabung ke dalam api di jarinya. Lapisan Niat Hujan sudah terbentuk di atas api yang menyala-nyala.
Pada saat ini, dengan memberi dorongan, jarinya lalu mengeluarkan lingkaran ilusi kelima di udara.
Lingkaran kelima bukanlah garis yang sempurna dan langsung bubar setelah ditarik. Ini menunjukkan bahwa teknik ramuan Qing Shan telah mencapai level bintang lima. Dia sekarang bisa meramu pil bintang lima tetapi masih memerlukan kerja keras. Jika dia meramu sepuluh pil, hanya satu pil yang akan berhasil terbentuk, namun dia harus senang akan hal ini.
Bagaimanapun, dia sekarang secara resmi telah menjadi Master Alkemis Bintang Lima saat dia telah berhasil membentuk lingkaran kelima.
Peningkatan teknik nya dalam meracik pil membuat ramuan pil bintang tiga sekarang menkadi lebih mudah baginya. Sebelum pil itu selesai, gadis kecil itu tidak bisa menahannya lagi dan terus meneteskan air liurnya.
"Baunya enak. Baunya sangat enak! Jauh lebih enak dari sebelumnya! Kenapa bisa seperti ini?”
“Wah! Kakak Cemilan, kau adalah orang yang sangat luar biasa! Jika Kakek tahu betapa menakjubkannya dirimu, dia pasti akan menyukaimu.”
Gadis kecil itu mengambil pil langsung dari kuali, mengabaikan bahwa pil itu mungkin melepuh tangannya, lalu memasukkannya ke dalam mulut kecilnya.
Ketika Qing Shan mendengar bahwa dia mengucapkan kembali kata 'Kakek', rasa dingin langsung menyelimutinya. Qing Shan bertanya-tanya apakah dia sedang diawasi oleh Kakek yang dsebutkan oleh gadis kecil inim
Segera, Qing Shan lalu berpikir, jika dia bisa mendapatkan Qi Yin Surgawi di makam ini seperti tujuan awalnya, perjalanannya kali ini akan mendapatkan panen yang banyak …
Qi Yin Surgawi adalah Qi Es Gelap dan banyak pembudidaya dari Dunia luar telah datang ke Makam ini, tetapi tidak menemukan jejak Qi ini.
Qi Es Surgawi ini tidak memiliki roh, sehingga tidak bisa menyembunyikan dirinya sendiri. Sebelum ini, Qing Shan tidak tahu alasan mengapa semua orang tidak dapat menemukan Qi Es Surgawi di tempat ini, tetapi sekarang, dia sudah bisa menebak jawabannya. Mungkin, Qi Es Surgawi telah disembunyikan oleh gadis kecil ini sebagai Harta Karun miliknya.
"Adik, apakah kau tahu di mana Qi Es Surgawi ...?"
"Aku tahu ... Eh, tidak, aku tidak tahu ... Apa yang ingin kau lakukan dengan Harta Karun Es Surgawi ...?" Gadis kecil itu berhenti makan pil dan mundur dua langkah, menatap Qing Shan dengan prihatin.
Namun, kecanggungan melintas di matanya ketika dia melihat pil di tangannya. Lalu berkata pada Qing Shan, "Kau jauh lebih baik bagiku daripada Harta Karun Es itu. Mereka bahkan tidak peduli denganku dan tidak bisa membuatkan aku pil enak untuk aku makan. Jika,-jika kau dapat membuat pil yang lebih enak dari ini, seribu kali atau sepuluh ribu kali lebih baik dari ini, aku akan memberi tahumu di mana Qi Es Surgawi itu berada ... "
"Kalau begitu, kau harus menungguku untuk memperbaiki Pil Bintang Lima dan menggunakannya untuk menukarnya untukmu..."
Jawab Qing Shan sambil merenungkannya sebentar. Dia takut hanya Pil Level Bintang Lima yang bisa memenuhi syarat untuk menukar Qi Es Surgawi. Tidak pantas baginya untuk merampoknya dari gadis kecil ini. Ditambah lagi, ada seorang ahli tua yang kuat mengawasinya.
Selain Qi Es Surgawi ini, ada juga hal lain yang sangat membangkitkan minatnya.
“Bagaimana dengan Buah Mimpi ? Itu tumbuh dimana.? ”
"Buah Mimpi apa yang kau bicarakan?" Gadis kecil itu memiringkan kepalanya, tampak bingung.
"Buah Minpi yang kau makan ..."
“Buah itu tumbuh di lapisan kesembilan, dalam pengawasan Kakek… Karena kakek berkata bahwa bahkan aku hanya bisa makan satu Buah Mimpi sekali sepuluh tahun…”
"Begitukah? Bikalah, lupakan saja hal itu ..." Qing Shan menggelengkan kepalanya. Jika Buah Mimpi benar-benar berada dalam kendali ahli kuat yang di tebaknya, dia harus mengakui bahwa dia tidak akan pernah bisa menipu seorang ahli Alam Surgawi untuk memberinya Buah Mimpi.
Buah Mimpi dapat memberikan mimpi yang akan meningkatkan lima puluh tahun kultivasi kekuatan jiwa. Sepertinya dia tidak punya pilihan lain selain melepaskan kesempatan ini meskipun sudah sangat dekat untuk mendapatkannya. Tapi saat dia menggelengkan kepalanya, sebuah suara terdengar dari belakang.
"Master Alkemis Bintang Lima terhormat ... Kau cukup untuk memenuhi syarat untuk berbicara denganku dan dapat memiliki Buah Mimpi, tetapi kau harus menjanjikan satu syarat kepadaku ..."
Suara itu terdengar tanpa peringatan. Terlepas dari kepolosan nadanya, itu dipenuhi dengan niat membunuh. Orang misterius ini tidak memberi Qing Shan ruang untuk menolak tawarannya.
Qing Shan hanya bisa menyetujui kondisinya, atau dia pasti akan mati di makam lapisan kelima ini.
Ketika suara itu terdengar, gadis kecil yang selalu melanggar hukum kakeknya itu segera menunjukkan ekspresi ketakutan, dan menyembunyikan tangannya yang memegang pil di belakang punggungnya.
“Kakek… A-ku tidak mencuri pil cemilan…!”