Kaisar Dewa Iblis

Kaisar Dewa Iblis
Ch. 247 - Bunuh!


Pemuda itu adalah Qing Shan lalu menenangkan diri dan melirik reruntuhan Sekte Pemuja Iblis didepannya, dia kemudian merenung sebentar, lalu menghilang dibawah hujan gerimis.


Fenomena hujan yang aneh menyebabkan beberapa penebang kayu di bawah gunung merasa gemetar ketakutan.


"Ah! Kenapa hujan ini tiba-tiba berhenti… Kita di kutuk dan ini adalah benar-benar tempat yang mengerikan, sebaiknya kita cepat pergi dari sini. ”


“…”


Hujan di area puncak gunung itu baru berhenti sehari kemudian, dan garis cahaya pelangi jelas terlihat di langit.


Seorang pemuda berjubah hitam putih tiba-tiba muncul lagi dari udara tipis di reruntuhan Sekte Pemuja Iblis di bawah cahaya malam yang gelap.


Sekte Pemuja Iblis pada saat itu benar-benar telah hancur, dan reruntuhan bangunan masih memiliki banyak pil dan artefak roh yang sebagian telah hancur. Ini menyebabkan banyak kultivator mendirikan kemah mereka disekitar reruntuhan itu untuk berburu harta karun.


Ada beberapa dari mereka yang bersembunyi di reruntuhan itu. Jika ada kultivator yang berhasil menggali harta karun yang besar, maka kemungkinan besar mereka akan merampok hartanya.


Qing Shan muncul di atas reruntuhan dan memahami apa yang terjadi di sekitar setelah indra rohnya menyapu area seribu meter. Dia menutup matanya sedikit ketika dia melihat sekeiling reruntuhan. Dia datang ke sini bukan untuk berburu harta karun, tetapi untuk menjernihkan pikirannya.


Qing Shan lalu menutup matanya untuk waktu yang lama dan langit samar-samar ditutupi dengan Niat Hujan miliknya. Segera, hujan gerimis turun seolah-olah ditarik oleh kekuatan dari niat hujan dan dia berkata pada dirinya sendiri dengan mata tertutup.


“Dao Ilahi yang terkandung dalam Niat Ilahi San Wu memiliki tiga niat. Niat pertama adalah niat membunuh. Yang kedua adalah niat tempur. Yang ketiga adalah niat menentang. Niat ilahiku sendiri diperoleh melalui dari ketiga niat itu. Aku memiliki niat menentang, tetapi itu masih belum cukup. Namun, itu bisa sepenuhnya aku dipahami di masa depan. Aku juga memiliki niat membunuh, namun aku tidak bisa menahan niat membunuhku di reruntuhan ini!”


Dalam pikiran Qing Shan sekarana adalah tentang saudara laki-lakinya Qing Luo yang terluka berat saat di Sekte Malaikat Iblis. Qing Shan mengingat kepahitan hidup yamlg dirasakan Qing Luo yang tidak pernah bisa mengolah Dao selama sisa hidupnya karena kejadian itu dan hilang ingatan. Hati Qing Shan saat ini diliputi dengan niat membunuh yang dingin, dan niat membunuh itu meningkat dengan cepat saat ini juga.


Para pembudaya di area reruntuhan yang tau kebaradaan Qing Shan saat ini disekitar mereka karena mereka telah berburu harta karun selama berhari-hari tetapi hanya dapat menemukan sisa harta karun yang tidak berguna.


Mereka tidak tertarik pada Qing Shan tetapi setelah melihat Qing Shan, mereka sangat tertarik dengan harta yang ada di tubuh Qing Shan.


“Itu adalah Harta Karun Tingkat Tinggi! Ditambah dengan senjata Roh kelas atas. Bahkan dia memiliki Pil Bintang Tiga ditubuhnya! Mengapa kompas ini bersinar begitu terang?!”


Di dalam kerumunan orang yang ada disekitar reruntuhan, seorang pria berjanggut sedang memegang kompas pencarian harta karun dan memandang Qing Shan seolah-olah matanya terbakar menemukan harta karun besar.


Reruntuhan Sekte Pemuja Iblis telah dibongkar oleh banyak dari kultivator yang darang dan hanya sedikit harta karun yang bisa ditemukan. Tapi Qing Shan yang tiba-tiba muncul di depan mereka tampak seperti domba besar dan gemuk yang memiliki banyak hal yang tidak diketahui di tubuhnya yang membuat kompas pencarian harta karun bergetar hebat.


Pria berjanggut itu melihat sebuah pita di rambut dan gelang yang ada di pergelangan Qing Shan yang merupakan artefak roh yang sangat berharga. Dia merasa Qing Shan adalah domba yang gemuk dan juga sangat muda dengan kultivasi yang terlihat lemah.


Semua orang yang ada disekitar pria berjanggut itu juga tidak dapat mendeteksi kultivasi Qing Shan yang membuat mereka menganggapnya seorang tuan muda dengan tingkat kultivasi yang lemah.


"Bunuh…!"


Namun, semakin dekat dia dengan Qing Shan, semakin kuat rasa krisis yang dia rasakan di dalam hatinya dan secara bertahap langkah kakinya menjadi lebih lambat, seolah-olah ada binatang buas yang menguncinya.


Dia dikejutkan oleh niat membunuh yang terasa seperti binatang buas primodial ketika dia hanya tinggal dua puluh meter dari Qing Shan berada. Ini membuat aliran qi dan darahnya melonjak drastis, dan dia dengan ketakutan menemukan bahwa dia tidak bisa bergerak untuk lebih dekat lagi.


Pada saat ini, tidak peduli seberapa bodohnya dirinya, dia dapat melihat bahwa Qing Shan bukanlah tuan muda atau domba yang gemuk, tetapi seorang ahli tersembunyi yang sangat kuat!


Kulit pria berjanggut itu memucat dan dia langsung berteriak ketika melihat kelopak mata Qing Shan bergerak-gerak.


"Kalian semua, cepat lari!"


Pada saat ini, Qing Shan sudah membuka matanya, dan setiap butiran rintik hujan yang sedang turun dari langit dalam jarak ratusan meter tiba-tiba menjadi setajam pedang.


"Sudah terlambat!" Sorot mata Qing Shan yang setajam tatapan elang menjadi dingin di bawah tirai rintik hujan yang turun dari langit. 


SWOSHHH!!!


Pria berjanggut dan komplotannya segera dilubangi oleh tetesan hujan itu, dan darah memercik di bukit gunung yang sunyi.


Qing Shan tidak menggunakan teknik membunuh apa pun ketika dia membunuh para pembudidaya ini, dia hanya menggunakan kekuatan dari Niat Ilahi dari Dao Hujan yang telah dia pelajari yang menyatu dengan niat membunuhnya.


Niat Menentang dan Niat Membunuh serta Niat Bertarung milik San Wu berbeda dari milik Qing Shan, karena alasan kultivasi Dao Iblis Qing Shan bukan untuk mendominasi. Alasan dia meningkatkan kemampuannya bukanlah untuk melawan segala sesuatu di bawah langit.


Para pembudidaya lain di luar menyadari keributan di dalam reruntuhan dan seseorang segera mengenali penampilan Qing Shan.


"Iblis Putih Qing dari Sekte Hantu Iblis! Seorang pemuda kejam yang bisa membunuh Iblis terkenal Zu Yi! Mengapa orang seperti dia datang ke reruntuhan Sekte Pemuja Iblis, apakah dia berada di sini juga untuk berburu harta karun?”


Qing Shan tidak menjawab pertanyaan itu. Hanya dengan jejak cahaya, dia pergi dengan membawa aura dingin sedingin es.


Aura Qing Shan yang sudah melesat ke atas langit secara bertahap menghilang dalam tirai hujan, dan hujan berangsur-angsur berhenti.


Para pembudidaya lainnya menghela nafas lega setelah Qing Shan pergi.


...


Klan Lu Utara terletak di Gunung Berkabut Musim Semi di wilayah Utara Negara Xin dan pernah terkenal dengan Mata Air spritual mereka. Klan Lu pernah menjadi klan yang makmur saat Lu Zen masih ada.


Namun, pasukan elit klan Lu semuanya tewas ketika Yao Wang datang ke klan mereka waktu itu. Lu Zen bahkan meninggal secara tragis karena meminum pil Mayat untuk meningkatkan kekuatannya. Sejak saat itu, kekuatan Klan Lu telah menurun.