
Sebenarnya, mereka tidak datang ke sini secara tidak sengaja. Tetapi mereka ditarik oleh qi darah yang menakutkan di tubuh Qing Shan.
"Ini adalah bau darah yang kuat dari makhluk-makhluk laut itu Hanya kultivator yang membunuh ribuan hiu manusia yang akan mengumpulkan bau yang begitu menyengat. Ternyata, pria ini menghadapi sekelompok hiu manusia dalam perjalanannya ke sini dan membunuh mereka saat keluar dari dari dalam laut dan melarikan diri.!" Sahut salah satu dari wanita itu dengan telepati.
"Bahkan seorang kultivator Alam Jiwa tidak akan berani bertindak dengan cara yang begitu bodoh seperti dia di wilayah lautan tak terbatas!" Ucap salah satunya lagi.
"Pria ini sangat kuat. Jika aku tidak salah, dia adalah seorang ahli Alam Jiwa tahap menengah! Meslipun luka-lukanya terlihat parah!" Ucap Sui Yao juga kepada dua orang lainnya saat merasakan bahaya dari Qing Shan. "Dia pasti memiliki beberapa teknik rahasia yang kuat. Kita harus bertindak dengan hati-hati!"
"Mmm.. Rekan ini-" Mata indah Sui Yao yang menawan membawa sedikit ketakutan ketika mereka berhenti pada Qing Shan. Namun, sebelum dia selesai berbicara, Wu Shi memotong perkataanya.
“Sui Yao?! Kau Sui Yao ?!”Tanya Wu Shi dengan gembira.
"Beraninya kau memanggil master sekte kami dengan namanya ?!" Saat kedua tetua itu ingin memberi Wu Shi pelajaran, mereka dihentikan oleh Sui Yao.
Selama ini, Sui Yao akan sangat tidak senang jika namanya dipanggil oleh kultivator biasa. Tetapu, ketika Wu Shi menyebut langsung namanya, tidak ada tanda-tanda kemarahan yang muncul di wajahnya. Sebaliknya, alisnya terangkat tak percaya dan bibirnya melengkung membentuk senyum lebar. Dia berjalan cepat menuju Wu Shi dan mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Wu Shi!
Ternyata kau, saudri Wu Shi! Aku tidak salah lagi! Aku tidak akan pernah bisa melupakan senyummu yang mempesona itu!”
"Oh.. Ternyata wanita ini adalah teman masa kecilnya yanv dia ceritakan itu." Ucap Qing Shan dalam hati sambil tersenyum tipis.
Dilihat dari cara Sui Yao, dia benar-benar senang melihat Wu Shi.
“Wu Shi, mulai sekarang, aku akan menyerahkan kembali murid-muridmu. Satu hal lagi, jika kau menghadapi kesulitan, beri tahu aku dengan slip giok pengirim pesan jarak jauh. Aku selalu siap membantu kapan saja!”
Tatapan Qing Shan beralih ke tiga wanita itu seolah-olah dia sedang menyampaikan pesan mendasar yang tersembunyi di dalam kata-katanya. Dia kemudian mengeluarkan Gelang Dewa miliknya dan menggoyangkannya dengan lembut.
WUSHHAAA
Para pembudidaya wanita yang dia simpan di dalam Gelang Dewanya muncul di hadapan semua orang.
Pada saat itu, tidak ada dari mereka yang bisa mempertahankan ketenangan mereka.
...
"Kemampuan untuk mengeluarkan orang dari dalam gelang itu, itu pasti Artefak Roh Dewa Kuno!"
Di suatu tempat yang gelap di bawah bayang-bayang bebatuan, ada seorang ahli Alam Roh yang menyembunyikan indera rohnya untuk melihat Qing Shan dari jarak jauh. Dia juga dikejutkan oleh gelang milik Qing Shan.
“Gelang Dewa Kuno! Bagaimanapun, pemuda ini hanyalah junior Alam Harmonis tahap puncak akhir. Selangkah lagi akan menerobos ranah Alam Emas. Tetapi, dia memiliki kekuatan tempur yang sebanding dengan seorang ahli Alam tahap menengah dan mampu membunuh ribuan hiu manusia. Selain itu, dia juga memiliki artefak itu bersamanya. Mungkinkah dia keturunan dari Ahli Tua Long Xu yang merupakan salah satu dari Tujuh Ahli Terhormat dari area laut dalam? Pemuda ini masih berani melakukan perjalanan terbuka di wilayah lautan tak terbatas dengan luka-luka itu. Sikapnya sangat mirip dengan Si tua Long Xu. Jika tebakanku ternyata akurat, pembudidaya wanita yang dia bawa ke sekteku tidak boleh diremehkan. Aku harus memberikan wajah kepada salah satu dari Tujuh Ahli Terhormat dari area laut dalam karena mereka semua setidaknya berada di Alam Roh keatas!”
Di sebuah gua yang terletak di tempat yang memiliki qi spiritual paling banyak di Pulau Bi Yao, ada seorang wanita tua yang ditutupi dengan rambut perak. Setelah merenung sebentar, dia memberikan instruksinya kepada pelayan Alam Emas di sampingnya.
"Baik!"
...
Setelah itu, Qing Shan naik kapal lain yang menuju ke Pulau Peng dan menangkupkan tinjunya sebagai salam perpisahan dengan para ahli dari Pulau Bi Yao.
'Kalau aku perkirakan, Jin Zhu pasti telah tiba di Pulau Peng sekarang!' Ucap Qing Shan dalam hati.
Kapal yang ditumpanginya hanya bisa berlayar di permukaan laut. Itu lebih lambat dibandingkan dengan kapal yang dia naiki sebelumnya yang bisa menyelam ke dalam laut dan memiliki kecepatan kilat.
Qing Shan lalu berdiri di tempat kesukaannya, di haluan kapal dan menatap langit. Rambut hitam panjangnya menari dengan anggun di udara saat angin laut bertiup menerpa wajahnya. Meskipun wajahnya mungkin tampak sedingin es, hatinya dipenuhi dengan kegembiraan.
Setiap kali dia memikirkan apa yang bisa dia lakukan setelah dia tiba di pulau Peng, matanya akan berbinar antusias.
"Setelah aku membentuk inti emasku, aku akan dapat membentuk inti jiwaku juga. Selangkah demi selangkah, aku akan mencapai puncak kekuatan di jalur kultivasi ini!" Gumam Qing Shan pada dirinya sendiri.
Pada bulan pertama, dia duduk bersila dan berkultivasi.
Pada bulan kedua, cuaca berubah menjadi hangat dan berangin. Dia terus melanjutkan kultuvasinya dalam diam.
Ketika sudah bulan ketiga berlalu, sebuah pulau yang diselimuti kabut hijau muncul di kejauhan.
Saat kapal semakin dekat ke pulau itu, Qing Shan mengangkat kepalanya dan menatap bayangan besar yang dilemparkan di atas laut oleh pulau yang mengambang di udara. Alisnya terangkat karena heran
Sebenarnya, pulau itu adalah tubuh mayat raksasa dari kura-kura kuno.
Kura-kura itu telah mati selama jutaan tahun dan telah berubah menjadi fosil. Dengan demikian, makhluk hidup mulai tumbuh di atasnya. Selain itu, qi spiritual yang terakumulasi di pulau ini jauh lebih terkonsentrasi dibandingkan dengan Negara Tang. Tidak diragukan lagi itu adalah tempat yang bagus untuk berkultivasi.
Sebuah bangunan keemasan besar menjulang ke awan seolah-olah akan menembus langit bisa terlihat jauh. Itu adalah Istana Emas.
"Akhirnya, aku sampai!"
Saat kapal berhenti, Qing Shan dengan cepat melompat keluar dari kapal dan terbang langsung menuju pulau.
Perbukitan hijau dan perairan pulau yang jernih membentuk pemandangan indah yang bisa memukau setiap pembudidaya yang datang ke sini. Bahkan ada burung bangau yang terbang di langit sambil bersiul seperti sedang menyanyikan lagu.
Beberapa gajah raksasa bersayap dapat ditemukan di pintu masuk pulau. Masing-masing dari mereka membawa kotak di punggung mereka, menyediakan tempat berlindung yang nyaman bagi para kultivator untuk menyegarkan diri dan mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah. Gajah raksasa itj mungkin tampak berat, tetapi ketika berlari, kecepatannya sebanding dengan seorang pembudidaya Alam Jiwa.