
Ada banyak dari binatang laut itu dan masing-masing dari mereka berada di ranah Alam Jiwa.
Raja Iblis laut raksasa ini memiliki besar seratus meter dan memiliki penampilan yang mirip dengan gurita. Tentakelnya meraih mayat-mayat itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Akhirnya, salah satu tentakelnya bergerak menuju beberapa pembudidaya Alam Emas yang masih hidup. Akan tetapi, sebelum bisa menyentuh salah satu dari mereka, cahaya hitam melintas dan seorang pemuda muncul di depan binatang itu.
SWOSHHH!!!
Jutaan cahaya pedang lalu menembus binatang raksasa itu. Cairan hitam mengalir keluar dari lubang ditubuhnya yang dihasilkan dari serangan pedang itu.
Ketika cahaya pedang itu menyebar ke segala arah dari tubuh binatang itu, binatang itu meledak berkeping-keping, hanya menyisakan kabut darah hitam dan Jiwa kecil dari binatang itu. Jiwa kecil itu melarikan diri dengan kecepatan kilat, takut pemuda itu akan menyusulnya.
Jiwa pedang hitam itu lalu mengembun dan Qing Shan muncul kembali di laut dalam. Dia menyebarkan indra rohnya untuk memeriksa mayat-mayat di sekitarnya.
"Mayatnya tidak ada disini. Bagus. Dia pasti masih hidup!" Ucap Qing Shan dalam hati.
“Dia adalah senior Alam Jiwa! Senior, tolong selamatkan kami! Kami dari Kota Zhu Zhou. Jika kau menyelamatkan kami, kami pasti akan-”
"Diam!"
Qing Shan mengucapkan satu kata yang sekeras guntur, membuat orang-orang itu membatu. Itu membuat mereka semua merasa hidup mereka dalam bahaya jika mereka bahkan berbicara sepatah kata pun lagi.
Qing Shan melepaskan semua kekuatan dari lautan kesadarannya untuk berteleportasi menuju kapal ketujuh. Baginya, keselamatan orang-orang ini tidak berarti apa-apa baginya.
"Aku hampir sampai!"
Pada jarak yang tinggal tiga puluh ribu meter kapal ketujuh berada dan area yang dicapai Qing Shan, sisa-sisa kapal dan mayat penumpang ada di mana-mana.
Dalam jarak yang tidak berjauhan, ribuan hiu manusia membentuk tornado ikan, mengelilingi sisa-sisa kapal yang masih utuh dan orang-orang yang selamat.
Masing-masing dari binatang laut itu memiliki tubuh bagian atas setengah manusia dan setengah hiu. Beberapa dari mereka memiliki penampilan yang elegan sementara beberapa dari mereka memiliki wajah mengerikan.
Masing-masing dari mereka melolong sedih seolah-olah mereka menangis, mengetahui bahwa tubuh mereka tidak bertindak atas kehendak mereka sendiri. Ketika ada pembudidaya yang masih hidup muncul di depan mereka, mereka akan memamerkan taring mereka dan berubah menjadi binatang buas yang agresif yang didorong oleh rasa haus darah mereka.
Beberapa pembudidaya mencoba menyerang hiu manusia itu menggunakan artefak mereka. Akan tetapi, makhluk setengah iblis laut itu memiliki kekuatan hidup yang kuat yang memungkinkan mereka untuk mencabik-cabik para pembudidaya itu dengan tangan kosong bahkan jika kepala mereka hancur.
Di suatu tempat di atas kapal yang berada di dalam laut, tiga pembudidaya iblis ranah Alam Jiwa tahap menenhah tersenyum jahat.
“Kelompok manusia hiu ini tidak buruk. Tetua ketujuh pasti akan puas dengan mereka!”
"Hehe. Aku baru saja merasakan keberadaan wanita cantik di atas kapal itu. Tetapi, sangat disayangkan dia sudah dicabik-cabik oleh hiu manusia…”
Masing-masing makhluk iblis laut seengah manusia ini memiliki kekuatan untuk membunuh seorang kultivator Alam Emas hanya dalam sekejap. Tapi ketakutan Qing Shan hilang ketika dia memikirkan Wu Shi.
Dia lalu menyapu seluruh area disekitarnya dengan indera jiwa pedangnya dan ratusan dari manusia hiu itu mati di tempat.
Para pembudidaya manusia itu masih bisa hidup jika kepala merwka dipenggal tetapi tidak satupun dari mereka yang mampu bertahan hidup ketika seluruh tubuh mereka diubah menjadi daging cincang.
Darah mulai merembes ke dalam air. Di tengah adegan berdarah ini, seorang pemuda yang tampak kejam muncul dan mulai membantai setiap makhluk manusia hiu tak berakal yang dia temui di dalam air.
Bagi Qing Shan, Laut Kesadarannya akan menerima kerusakan setiap kali dia menggunakan indra pedangnya. Tapi kegilaan dan niat membunuhnya yang tak terpadamkan membuat rasa sakitnya mati rasa.
“Seorang kultivator yang bodoh! Siapa yang memberinya nyali untuk menyentuh manusia hiu itu?!”
Tiga pembudidaya iblis yang berada dibalik layar dari kejadian ini terkejut oleh kehadiran Qing Shan. Satu nafas kemudian, kejutan di mata mereka berubah menjadi niat membunuh. Masing-masing dari mereka mengeluarkan senjata mereka termasuk seruling tulang dan cangkang yang memungkinkan mereka untuk memanipulasi pikiran makhluk manusia hiu. Tidak diragukan lagi, mereka ingin Qing Shan mati!
Sebuah suara bisa terdengar dari kelompok pembudidaya iblis dan manusia hiu yang dalam mode kemarahan, menggeram keras pada Qing Shan.
Makhluk laut manusia hiu itu memegang kepala mereka dengan tangan seolah-olah mereka mengalami rasa sakit yang tajam di kepala mereka, menyebabkan mereka mengeluarkan jeritan yang memekakkan telinga.
Jeritan ribuan manusia hiu itu membentuk gelombang suara yang kuat yang membuat tubuh Qing Shan gemetar tak terkendali, hampir mematahkan semua darah dan mematahkan tulangnya.
Sebenarnya, kekuatan bukanlah hal utama dalam melakukan serangan paling kuat dari manusia hiu, tetapi justru teriakan mereka. Ketika ribuan manusia hiu itu berteriak pada saat yang bersamaan, menggabungkan gelombang suara mereka menjadi satu, itu bahkan bisa membunuh seorang kultivator biasa di ranah Alam Jiwa.
Qing Shan lalu menghindar dan selamat dari serangan teriakan suara yang memekakakn telinganya, jelas sangat merugikan tubuh fisiknya. Dia lalu mengeluarkan token Perintah Pembunuh Dewa. Itu adalah item yanh dia dapatkan di Hutan Iblis dan hal terakhir yang dia miliki saat ini. Tanpa ragu, dia memecahkan token itu.
KRAKKK!!!
Dalam sekejap, empat bayangan pedang muncul di dalam laut, membawa niat pembunuh dewa. Empat bayangan pedang itu mengunci salah satu pembudidaya iblis yang wajahnya menjadi sangat pucat seolah-olah semua darah terkuras dari wajahnya.
Ketika bayangan pedang itu muncul, manusia hiu yang tak terhitung jumlahnya mundur dan merasakan bahaya.
Qing Shan lalu menekan dadanya saat dia batuk darah dan dengan paksa menyebarkan indera rohnya untuk menentukan dimana posisi Wu Shi berada. Begitu dia menemukan lokasi Wu Shi, Qing Shan lalu berencana akan menggunakan kekuatan dari indra jiwa pedangnya untuk membersihkan jalan dan berteleportasi ke tempat Wu Shi berada.
...
Seribu meter jauhnya, beberapa pembudidaya yang masih hidup dengan sengit membela diri melawan manusia hiu yang akan menerkam mereka.
Salah satu dari mereka adalah seorang wanita yang hampir menghabiskan semua Qinya. Wajahnya tampak lelah dan gelisah dan dia hampir tidak bisa berdiri lagi. Dia terus mencambuk manusia hiu yang terus menyerangnya satu demi satu, memberikan pukulan mematikan di setiap serangannya.
"Sungguh melelahkan… Makhluk-makhluk ini tidak ada habisnya. Tidak ada jalan keluar selain kematian. Mungkin aku benar-benar tidak punya kesempatan untuk bertemu dengannya lagi di masa depan. Tapi apakah dia akan baik-baik saja? Apakah kapalnya akan diserang oleh makhluk-makhluk ini juga? Mungkin tidak. Dia terlalu kuat. Kurasa dia bahkan tidak akan tahu bahwa aku sudah mati di sini. Aku menyesal tidak mengungkapkan perasaanku padanya saat aku masih punya kesempatan!” Ucap Wu Shi saat dia sudah pasrah akan nasibnya.