Kaisar Dewa Iblis

Kaisar Dewa Iblis
Ch. 150 - Shang Zi


Belajar Dao Alkimia adalah Dao yang sangat dalam. Sangat sulit bagi seseorang untuk membuat teobosan Tingkat Alkemis dan teknik mereka dalam meracik dan menyuling pil.


Sedangkan Qing Shan menggunakan ingatan Kaisar Dewa Kuno untuk maju ke tingkat Master Alkemis Bintang Empat sebelumnya. Namun, dia sampai sekarang belum bisa menyentuh ambang ketingkat Bintang Lima, seolah-olah ada sesuatu yang hilang atau ada penghalang yang menghentikannya untuk mencapai terobosan itu.


Di atas tempat tidurnya, Qing Shan mengetuk tas ruang penyimpanan miliknya untuk mengeluarkan gulungan buku pil kuno pemberian Tetua Xue dan membaca hal-hal yang dialami oleh seorang Master Alkemis Bintang Lima dalam Dao Ilkimia.


Setelah membaca gulungan buku kuno itu, Qing Shan lamu menyimpan gulungan itu dan kembali memulihkan energi Qi dalam tubuhnya sampai menjelang malam.


Dia akan segera pergi kedalam pengasingan. Karena dia telah berjanji pada Xiao Mei untuk mengobati penyakitnya dan juga karena sudah membuat pil untuk penyakitnya, sudah waktunya bagi Qing Shan untuk menyelesaikan masalah Xiao Mei.


Jadi, Qing Shan menunggu sampai malam hari sebelum keluar dari Istana Yin Yang menemui Xiao Mei. Sayangnya, beberapa murid perempuan Istana Yin Yang telah melaporkan kepulangan Qing Shan kepada Bai Yu ketika Qing Shan baru saja memulai memulihkan kekuatannya.


"Qing Shan keparat, kau memiliki keberanian untuk menghilang selama setengah bulan. Sebagai mitra kultivasiku, tidakkah kau tahu bahwa kau harus ada kapan pun aku perlu memperkosamu.?!”


Ada sedikit keluhan dan sedikit kegembiraan di matan Bai Yu saat dia berbicara.


Saat dia melihat Qing Shan, dia langsung melompat kedalam pelukan Qing Shan.


"Berbaringlah! Aku ingin memperkosamu lagi untuk menyerap kekuatanmu... !”


Qing Shan tidak banyak bicara padanya. Qing Shan kemudian berbalik dan menekan tubuhnya dari atas. Ternyata, Bai Yu tidak mengharapkan tindakan tiba-tiba Qing Shan barusan. Yang lebih mengejutkannya lagi adalah saat dia menyadari bahwa tigkat kultivasi Qing Shan telah naik ke puncak Alam Roh Harmonis.


Ekspresi wajah cantiknya langsung berubah. Dia mulai menyadari bahwa dia telah dibodohi oleh Qing Shan selama ini.


"Tidak mungkin! Aku telah memperkosamu dan menyerap kwkuatanmu terakhir kali dan tingkat kultivasimu seharusnya sudah turun drastis. K-kenapa kau malah telah maju ke puncak Alam Roh Harmonis. E....?”


Dia ingin terus berbicara tetapi mulutnya sudah diblokir oleh Qing Shan. Dia ingin mendorong Qing Shan menjauh tetapi tubuhnya mulai menjadi lemah setelah batang keras Qing Shan telah masuk ketempatnya. Semua perkataan karena ketidakpuasannya terhadap Qing Shan telah berubah menjadi erangan.


“Ahh...… Aku membencimu.… Ah, jangan..…”


Beberapa jam kemudian.


Saat malam sudah tiba, Bai Yu langsung pingsan di tempat tidur karena kelelahan dengan senyum manis dan menyenangkan di wajahnya. Qing Shan di sisi lain tampak sangat segar dan dipenuhi e energi. Semua rasa capeknya selama setengah bulan ini telah hilang. 


Qing Shan lalu mengenakan pakaiannya dan menuju ke Istana Murid Wanita di area dalam sekte untuk mengobati Xiao Mei.


Pada saat ini, Yao Wang yang tampak biasa saja muncul di salah satu klan. Dengan lambaian tangannya, semua pembudidaya di klan kecil ini dibantai habis olehnya.


Sejak dia meninggalkan sekte, dia telah terbang dengan kecepatan kilat, tetapi setelah melakukan perjalanan sejauh seratus kilo meter, dia samar-samar merasa bahwa dia sedang diikuti oleh seseorang.


"Apakah ada seorang bandit yang sedang mengikutiku?" Ucap Niu Wei saat ekspresi wajahnya menjadi gelap sambil melihat kebelakang.. Dia telah mendengar tentang betapa menakutnya para bandit diwilayah ini. Dia hanya tidak pernah berpikir bahwa suatu hari dia akan menjadi sasaran mereka. Tapi setelah beberapa saat, jejak energi seseorang terlihat di matanya.


Mata Niu Wei menunjukkan ketegasan yang menggantikan rasa takutnya saat melangkah dengan cepat melawati ruang hampa yang gelap disekitarnga. Dia telah mengubah rutenya berkali-kali, tetapi orang ini masih tetap mengikutinya dari belakang.


Baru setelah dia berhenti diatas sebuah lembah yang terlihat sepi dan memiliki area yang sangat tandus, bayangan hitam muncul di depannya, menghalangi jalannya di depan.


Dia lalu berhenti dan mengeluarkan senjatanya karena mengetahui bahwa pertempuran tidak dapat dihindari lagi.


Di bawah sinar bulan, sosok itu adalah seorang penatua berjubah pitih yang berdiri melayang diatas udara. Meskipun dia terlihat tua, dia memiliki tubuh yang tinggi dan kuat. Wajahnya ditutupi dengan sembilan bekas luka dan matanya memiliki niat membunuh.


“Huh! Seorang ahli Alam Roh Harmonis tahal awal belaka membawa begitu banyak pil berkualitas baik sendirian? Kau tentu saja mencari kematian! Aku akan menggunakan Niat pedangku untuk memberimu pelajaran bahwa orang yang tidak bersalah akan mendapat masalah karena membawa kekayaan.!"


Penatua berjubah putih itu mendengus dingin, dan kemudian menekan Niu Wei dengan auranya melawan Niu Wei, membuat energi Qi dan aliran darah dalam tubuh Niu Wei menjadi kacau dan hampir membuatnya jatuh dari langit.


Segera, Niu Wei mundur sepuluh meter, menjauh dari pria tua itu.Untungnya dia tidak jatuh tetapi terlihat sangat tertekan. Pada saat yang sama, dia menggerutu tanpa henti di dalam hatinya.


Niu Wei tidak percaya mengapa dia akan menjadi sasaran tetua ini. Selama ini, dia hanya mendengar rumor kalau tetua ini adalah seorang kultivator jahat dengan memiliki jurus pedang tingkat tinggi dan memiliki sifat yang kejam. Dia telah membunuh banyak murid dari berbagai klan dan sekte, dan diburu oleh banyak sekte. Dia jelas bukan tandingan pria tua ini.


Pria tua ini tahu bahwa Niu Wei baru saja menerobos baru-baru ini.


Nama pria tua ini adalah Shang Zi. Dia menatap Niu Wei dengan sinis, kemudian menekuk jarinya dan niat pedang yang telah dia latih selama bertahun-tahun mengeluarkan hembusan angin yang kuat sebelum dia menjulurkan jarinya kearah Niu Wei.


Seketika, di bawah sinar bulan , cahaya pedang sepanjang dua ratua meter bercampur dengan percikan api berwarna biru menebas ke arah Niu Wei.


Saat ini, wajah Niu Wei penuh dengan keputusasaan. Kemudian, dia mengertakkan giginya dan memutuskan untuk menggunakan teknik rahasia miliknya. Ini adalah Teknik Pembakar Jiwa yang yang diberikan oleh ayahnya. 


Namun, saat dia hendak menggunakan teknik rahasianya, energi indera roh yang tak terlihat memancar keluar dengan mengerikan dari tas ruang penyimpanan yang dia kaitkan di pinggangnya. Dia merasa indera roh ini sangat mirip dengan energi daei niat pedang.


Di hadapan indera roh yang tiba-tiba muncul ini, cahaya pedang dua rarus meter yang menuju kearahnya sedikit bergetar, seolah-olah menghadapi hal yang paling menakutkan bagi mereka. Begitu indera roh ini melesat kedepan Niu Wei, cahaya pedang yang akan meyerangnya meledak menjadi butiran partkikel kecil menyebar di udara dan tak terhitung jumlahnya.


"Tidak mungkin! Bagaimana bisa serangan pedang milikku dihancurkan olehmu?! Kau bocah sialan! Apa yang barusan kau lakukan..?"