
Didalam ruangan itu, Qing Shan lalu melipat salah saty tangannya kebelakang punggungnya sementara tangannya yang satu terjulur kedeoan sambil menunjuk dengan jarinya.
Saat itu juga, aliran cahaya pedang keluar dari ujung jarinya dan berubah menjadi api.
"Swoshh..!"
Qing Shan lalu menghentakkan kakinya dibawah lantai dan menyebabkan seluruh ruangan itu bergetar hebat. Ilusi tengkorak yang tak terhitung jumlahnya muncul dari tanah. Di antara ilusi tengkorak itu mengalir seutas darah samar yang terkondensasi dari niat membunuh.
Qing Shan mendapatkan kembali ketenangannya sambil memejamkan mata, dan menyentuh bagian atas kepalanya. Kemudian, sebuah cahaya keemasan menyelimuti seluruh tubuhnya, dan kemudian secara bertahap, tubuhnya membesar seperti raksasa hingga 20 meter.
Tubuhnya sekarang tetlihat berotot dan berurat saat ukuran badannya membesar.
Ini adalah Teknik Pemurnian Tubuh yang telah dia pelajari selain teknik dua elemen. Meskipun tubuhnya ini tampak tidak bisa dibandingkan dengan bentuk raksasa kaisar Iblis, ini adalah pertama kalinya Qing Shan mengolah Teknik Pemurnian Tubuh. Ketika dia berubah menjadi raksasa setinggi 20 meter, pertahanan fisiknya menjadi dua kali lipat dan kekuatannya juga meningkat,
Qing Shan lalu kembali ke bentuknya tubuhnya yang normal dan perlahan menghela nafas. Tak lama setelah dia beristirahat, ekspresinya membeku dan wajahnya mulai berubah dengan kecepatan tinggi.
Siapa pun yang pernah dilihat Qing Shan sebelumnya, dan yang memiliki alam indera roh yang lebih rendah daripada miliknya, wajah mereka akan berubah di wajah Qing Shan. Penampilan wajah Qing Shan tampak samgat mirip dengan orang asli pemilik wajah dan bahkan aura mereka persis sama.
Ini adalah Teknik Penyamaran yang memungkinkan seseorang untuk mengubah penampilan mereka atau menyembunyikan diri asli mereka terhadap orang lain. Tidak seorang pun kecuali mereka yang memiliki alam indera roh yang lebih tinggi dari Qing Shan dapat melihat melalui penyamarannya.
Kemudian, Qing Shan menepuk tas ruang spasilnya dan mengeluarkan pedang terbang kelas menengah. Dia mengulurkan satu jari dan pedang terbang itu melesat keluar. Setelah terbang sejauh sembilan meter, tiba-tiba berubah arah, terbang kembali menusuk kearah dada Qing Shan.
Swoshhh....!
Tapi yang aneh adalah pedang itu tiba-tiba berhenti, seolah-olah menabrak penghalang tak terlihat didepan Qing Shan. Di ruang kosong di depannya ada riak pola bergelombang yang dari energi roh dan ini adalah Teknik Pertahanan yang juga Qing Shan pelajari.
Qing Shan lalu menyimpan pedang terbangnya dan tersenyum senang melihat hasil pelatihannya.
Tidak ada yang tahu apa yang dilakukan Qing Shan saat ini. Saat hari pertempuran antara Qing Shan dan Bai Fei semakin dekat, banyak ahli mulai menuju ke Sekte Hantu Iblis untuk melihat pertandingan yang sangat langka.
Puluhan meter diatas udara lembah Sekte Hantu Iblis, telah dibuat platform batu yang melayang diudara seperti sebuah pulau dan sangat besar yang bisa menampung penonton. Hantu Iblis telah menghabiskan banyak biaya untuk membangun platform ini untuk duel antara Qing Shan dan Bai Fei.
Para penjaga dan pasukan yang bertanggung jawab atas keamanan Sekte Hantu Iblis dan menyambut para tamu adalah Pasukan Penjaga Hantu. Kultivasi setiap Penjaga Hantu berada di atas ranah Gerbang Vena Tingkat menengah dan memiliki wajah garang dan acuh tak acuh. Dengan menggunakan binatang iblis elang terbang mereka, mereka membawa tamu ranah ke atas langit tempat pertandingan satu demi satu.
Komandan Penjaga Hantu adalah Hou Yan. Dia adalah orang yang bertanggung jawab untuk menyambut tamu yang memiliki status dari setiap sekte maupun Klan besar.
Hou Yan adalah seorang pria paruh baya menghunakan armos besi dengan wajah bekas luka diwajahnya, sambil menunggangi seekor elang diatas langit.
Dia akan menyambut setiap ahli yang terbang ke pulau diatas langit, tetapi cara dia menyapa mereka akan sangat bergantung pada basis kultivasi para ahli yang temui.
Sebagai Tetua Alam Roh Harmonis Tahap Puncak dan komandan Pasukan Hantu, dia secara alami memiliki harga diri dan martabatnya sendiri.
Secara alami, para master atau ahli yang senior tidak akan lupa bertukar pandangan tentang kultivasi kepada orang yang mereka temui. Mungkin, ini adalah alasan sederhana mengapa begitu banyak master tingkat atas datang menonton pertempuran besar ini.
"Tapi kali ini, jumlah ahli yang datang luar biasa banyak."
Huo Yan menggelengkan kepalanya dan menghela nafas. Segera setelah itu, satu siluet muncul di langit dan berbicara dengan acuh tak acuh.
“Tentu saja, para ahli ini datang untuk mendukung aku! ”
Suara itu terdengar entah dari mana, membuat punggung Huo Yan merinding. Dengan cepat, dia memutar badannya. Dia menghela nafas lega ketika dia melihat pria itu.
"Huo Yan menyapa Tetua Bai yang Terhormat!"
Mata Huo Yan mengungkapkan jejak keterkejutan saat dia melihat Bai Fei. Kultivasi Tetua Bai telah naik lagi, tetapi dia tidak dapat mendeteksi tingkat apa. Dia merasa kalau Tetua Bai yang Terhormat telah mencapai kemacetan dari ranah Alam Emas tahap puncak.
"Tidak perlu formal komandan Huo ... Apakah Qing Shan sudah muncul?" Bai Fei menyipitkan matanya dan bertanya.
"Masih belum, Tetua Qing masih dalam pengasingan ..."
“Huh! Betapa tidak sopannya anak ini! Bagaimana dia bisa membiarkan seorang senior menunggunya?” Bai Fei mengerutkan kening dengan ketidakpuasan.
Dia sengaja menunda keluar dari pengasingannya selama beberapa hari sehingga Qing Shan harus menunggunya.
"Benar sekali. Tetua Aing itu benar-benar tidak sopan karena membiarkan Tetua Bai menunggunya.” Huo Yan menjawab dengan tergesa-gesa sambil tersenyum.
Secara alami, dia harus mengatakan apa pun situasi yang mengharuskannya untuk mengatakannya, tetapi begitu kata-kata ini terdengar, dia bisa merasakan bahaya yang bahkan lebih kuat daripada Bai Fei yang datang dari belakang.
Untuk sesaat, tidak hanya Huo Yan, tetapi Bai Fei juga menunjukkan sepasang mata yang terkejut, karena bahkan Bai Fei tidak merasakan aura pria ini. Mereka sama sekali tidak tahu bagaimana dan kapan pria ini muncul.
"Oh? Sepertinya komandan Pasukan Hantu Huo Yan memiliki banyak keluhan tentang diriku…”
Seorang pemuda dengan jubah putih muncul di belakang Huo Yan. Meskipun ada senyum samar di wajahnya, tatapan matan pemuda ini membuat pikiran Huo Yan menggigil, seolah-olah dia akan langsung mati ditrmpat.
“T-tetua Qinng, aku bersalah dalam perkataanku! Mohon pengampunannya!” Ucap Huo Yan karena benar-benar merasa takut.
Ini adalah pertama kalinya dia sedekat ini dengan Qing Shan. Dia sekarang baru menyadari betapa menakutkannya Qing Shan ini. Dia mulai mengerti bahwa reputasi Qing Shan ada karena kekuatannya yang sebenarnya.
“Hehe, kesalahannya bukan padamu, Komandan Huo Yan. Jadi, kau tidak perlu panik… Senior Bai, melihat dari kondisimu, sepertinya kau baru saja keluar dari pengasingan dan kekuatanmu belum pulih ke puncaknya. Kau mungkin perlu beberapa hari lagi untuk memulihkan kekuatanmu. Bagaimanapun, junior ini akan menuju ke Pulau diatas Langit terlebih dahulu. Aku akan menunggu kedatanganmu disana.!"