Kaisar Dewa Iblis

Kaisar Dewa Iblis
Ch. 246 - Kucing Dan Tikus


Kemudian, dia tersenyum lebar dan menatap An Ran, “Lihat, dia ada di sini sekarang. Dia benar-benar peduli padamu.”


SWOSHHHH!!!


Setelah itu, cahaya hitam melintas di sekitar Qing Shan. Hanya dengan gelombang Energi Spiritual dari langit dan bumi, Qing Shan menghilang begitu saja di depan kepala desa dan gadis itu!


Setelah menyaksikan ini, gadis itu tercengang. Sekarang, dia akhirnya mengerti bahwa saudara laki-laki Qing Luo bukanlah manusia biasa, tetapi seorang Dewa. Sedangkan ayahnya, hanya bisa menghela nafas lega setelah Qing Shan pergi.


'Melelahkan, memang sangat melelahkan! Berada di depan pemuda ini saja sudah membuat aku merasa hidupku telah dipersingkat.'Ucap ayah An Ran dalam hati.


Namun, ketika dia mengingat pemberian Qing Shan, matanya bersinar lagi dan dia bersemangat seperti sebelumnya. Dia tidak tertarik dengan jepit rambut kristal itu. Tapi, dia hanya tertarik dengan pil karena berdasarkan deskripsi Qing Shan, umur seseorang bisa meningkat 10 tahun hanya dengan mengonsumsi satu pil.


Umur adalah hal yang paling berharga bagi manusia! Bahkan jika orang itu adalah seorang kaisar, dia juga tidak bisa lepas dari kematian! Baginya, pil ini benar-benar sesuatu yang tak ternilai harganya


Setelah melihat hadiah Qing Shan kepada putrinya, dia menghela nafas dengan perasaan tertentu. Dia tahu bahwa hadiah ini terlalu berharga. Sudah cukup untuk mengambil hadiah ini sebagai pembayaran untuk mantel bulu itu. dan sebagai hadiah pertunangan Qing Luo untuk putrinya, An Ran.


Sedangkan An Ran masih bingung sambil memegang jepit rambut kristal dan botol giok berisi pil. Sementara dia menatap kosong ke udara, suara yang familiar terdengar di luar pintu. Itu adalah suara acuh tak acuh Qing Luo. Namun kali ini, suara itu membawa perhatian khusus padanya.


Dengan cepat, Qing Luo menerobos masuk ke dalam rumah. Saat dia masuk, dia bahkan tidak melirik kepala desa. Matanya yang dingin menjadi rileks ketika dia melihat An Ran aman dan sehat.


"Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Qing Luo menghela nafas lega.


“Hufft, apa yang bisa terjadi padaku? Karena kau bertanya tentang itu, apakah karena kau khawatir padaku?" An Ran tersenyum saat berbicara. 


Kebahagiaan di hatinya yang saat ini dia rasakan tak terlukiskan. Sedangkan Qing Luo, wajahnya berubah tanpa emosi lagi dan dia hampir ingin segera pergi.


Dia tidak suka melihat wajah bangga An Ran. Namun, jauh di lubuk hatinya, dia sangat mengkhawatirkan gadis ini.


'Aura dari seorang kultivator tadi terlalu kuat. Apa yang sebenarnya terjadi disini?' Ucap Qing Luo dalam hati


Ketika Qing Luo ingin pergi, pandangannya lalu jatuh pada jepit rambut kristal dan botol pil di tangan An Ran. Yang mengejutkannya, jepit rambit kristal itu adalah harta roh tingkat tinggi. Selain itu, berisi beberapa aliran indera roh yang kuat.


Alasan terpenting yang membuat Qing Luo menghentikan langkahnya adalah aura familiar pada jepit rambut kristal dan botol pil itu.


"Ini, ini ..." Qing Luo bergumam pada dirinya sendiri. Dia sangat akrab dengan aura ini tetapi dia tidak bisa mengingat apa pun tentangnya. Ketidakmampuan untuk mengingat hal ini membuatnya stres.


“Barang-barang ini diberikan kepadaku oleh kakak laki-lakimu!” Ucap An Ran. Ini adalah pertama kalinya dia melihat Qing Luo kehilangan ketenangannya. Harga dirinya mendorongnya untuk membual tentang benda yang di tangannya.


"Sini, biar aku lihat!" Qing Luo berkata dengan tergesa-gesa.


"Tidak. Kecuali, kau bisa menangkapku! ” Balas An Ran dengan licik sambil mengedipkan matanya. 


“Jangan berpikir bahwa aku tidak bisa menangkapmu. Aku masih bisa melihatnya bahkan jika kau tidak memberikannya kepadaku!”


Keduanya mulai saling mengejar satu sama lain di dalam desa.


Adegan ini menghangatkan hati orang-orang tua di desa itu. Bibir mereka melengkung ke atas, membentuk senyum indah di wajah mereka.


“Kucing dan tikus adalah pandangan yang sempurna untuk kedua anak ini. 'Sebanarnya Qing Luo ini menyukai gadis itu. Namun, bukankah mereka terlalu berisik hari ini?”


...


Di sebuah puncak gunung, kabut dan gerimis membasahi wilayah itu. Dua tahun lalu, Sekte Pemuja Iblis dibangun di tempat ini. Tapi sekte ini telah dimusnahkan dalam satu malam oleh Guru Qing Shan, Si tua Han.


Ini adalah tempat di mana salah satu murid Si tuan Han meninggal secara tragis, dan juga tempat pertama Tetua Han dan Qing Shan bertemu.


Ini adalah tempat di mana Qing Shan diperkosa  oleh banyak wanita, dan juga tempat di mana Qing Shan pertama kali bertemu dan kenal dengan Ling Yun.


Hanya tinggal reruntuhan yang tersisa dari Sekte Pemuja Iblis. Dengan urat spritual di bawah gunung telah dihancurkan, qi spiritual dintempat ini tidak ada lagi dan tidak ada pembudidaya yang datang untuk mendirikan sekte mereka di sini. 


Saat ini, hanya penebang kayu yang akan naik dan datang ke gunung ini sambil bersiul dan bernyanyi dari bawah jurang gunung.


Seorang pemuda berjubah hitam putih berdiri di puncak gunung ini dengan mata sedikit tertutup dibawah rintik hujan. Beberapa ingatan kembali diputar di benaknya. Seluruh tubuhnya masih kering dan tetesan air hujan itu tidak membasahi jubahnya. Lintasan tetesan hujan secara misterius menyimpang dari jalurnya dan tidak mengenai tubuh pemuda itu.


“Ini adalah tempat di mana aku telah terhindar dari nasib tragis, oleh karena itu aku bukan lagi diriku yang dulu.!”


Pemuda itu lau membuka matanya, dan di dalam matanya melintas sedikit niat ilahi yang berubah-ubah.


"Mengapa aku berkultivasi dijalan Dao iblis? Mengapa aku harus berkultivasi.?"


Iblis hati secara bertahap berkembang di dalam hati Qing Shan. Dia tidak akan bisa membentuk Inti Emas untuk bisa naik ke ranah Alam Emas sepanjang hidupnya jika iblis hati ini tidak dilenyapkan selamanya olehnya.


“Mungkin aku harus melakukan perkataan Guru dan melepaskan harapan dan mimpi kosong untuk bisa mencapai ranah Alam Surgawi dalam seratus tahun. Menghindari Kaisar Dunia Iblis dan terus berkultivasi dan mencapai ranah itu dalam waktu seribu tahun jauh lebih aman! Tetapi Guru dilukai oleh Kaisar Dunia Iblis sialan itu! Dendam ini tidak bisa dilupakan olehku begitu saja..!”


Iblis hati itu ditekan seketika olehnya pada kalimat terakhir dan tiba-tiba membuka matanya. 


Hujan di puncak gunung ini tiba-tiba diliputi dengan sedikit energi yang aneh dan hujan itu berhenti di udara. Hujan tidak turun dan bergerak lagi, itu tampak seperti mengambang, seolah-olah waktu telah berhenti.


Hal ini terjadi karena tekad dan Niat pemuda itu untuk menentang Surga. Niat ini telah membuat tetesan hujan berhenti dan iblis hatinya tertekan. Pemuda itu menjadikan niat ini sebagai alat untuk menebas iblis hatinya sendiri.


“Itu masih belum cukup… Jika aku bisa menggunakan niat dihatiku untuk membuat hujan ini kembali ke surga, maka aku bisa menentang surga. Pada saat itu, aku bisa memadamkan iblis hatiku tanpa menghilangkan perasaan manusiawiku! ”