Kaisar Dewa Iblis

Kaisar Dewa Iblis
Ch. 158 - Kemunculan Qing Shan.


Beberapa kultivator Alam Roh Harmonis tidak bisa menggunakan teknik penghindar mereka dan tersedot ke dalam celah kekosongan yang gelap. Ratapan tak henti-hentinya terdengar segera setelah mereka dicabik-cabik oleh keretakan ruang disekitar mereka.


Sedangakan kultivator lainnya yang cukup beruntung untuk melarikan diri dari bencana itu merasa terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mereka semua putus asa begitu mereka melihat kekosongan yang retak.


Bahkan Lu Zen yang telah meminum pil peningkat kekuatan sedang menatap raksasa tengkorakitu, dja merasa tidak berdaya dan tidak berdaya karena teknik yang digunakan raksasa itu hanya memecah kekosongan menggunakan telapak tangannya. Itu hanya bisa digunakan oleh seorang kultivator dia atas Alam jiwa.


“Kapan Klan Lu kamimenyinggung makhluk yang begitu kuat ini...?! Kapan, kapan!"


Pemuda berpakaian hitam bernama Lu Ming itu menyentuh dadanya saat dia jatuh ke tanah, menyemburkan darah terus menerus. Dia terluka parah oleh terpaan kerekana ruang kosong yang mengenainya. Matanya dipenuhi dengan keterkejutan karena ini adalah pertama kalinya dia melihat kemampuan seorang kultivator tingkat tinggi, namun, hal yang menunggunya setelah itu bukanlah kegembiraan tetapi kematian.


Masing-masing dari mereka seperti serangga di hadapan seorang ahli ranah Langit Kekosongan. Siapa yang bisa menghentikan tengkora ini dari pembantaiannya. Klan Lu pasti akan jatuh hari ini.


“Huh! Ada baiknya kalian semua menerima nasib kalian..! ”


Raksasa tengkorak itu tertawa dingin dan mendekati Klan Lu. Setiap langkah yang diambilnya mengguncang tanah.


Boomm.. Booommm... Booommmmm !!!!


Saat dia tertawa gembira, ia juga mencakar secara acak, membunuh puluhan kultivator klan Lu setiap saat. Daging dan tulang para manusia yang tewas itu dikunyah dan ditelan oleh raksasa tengkorak. Seluruh tempat ini berubah menjadi tempat ladang pembantaian dan berdarah.


Tapi sekali lagi, di bawah tekanan dan niat membunuh dari raksasa tengkorak, semua kultivator dari Klan Lu tidak lagi bisa menahannya.


"Jangan, jangan makan mereka, jangan!"


Patriark Lu Zen berteriak sekuat tenaga. Dia melayang di langit dan menerjang raksasa itu, mempertaruhkan nyawanya. Tidak ada yang lebih menyakitkan dan menyiksa daripada menyaksikan keturunan dan murid klannya sendiri dimakan oleh iblis raksasa ini.


"Aku akan mempertaruhkan nyawaku kali ini!"


Saat dia bergegas ke depan, dia dengan sedih menemukan bahwa beberapa meter dari raksasa itu adalah jarak terdekat yang bisa dia lakukan. Jika dia mencoba mendekat lagi, dia akan terhalang oleh niat membunuh raksasa itu.


“Huh! Kau tidak memenuhi syarat untuk melakukannya! Mati kau....!"


Raksasa itu tersenyum dingin. Ketika raksasa itu hendak mengirim serangan lagi dengan jarinya, lelaki tua itu merasa tubuhnya meleleh dengan sendirinya. Matanya sekarang benar-benar dipenuhi dengan keputusasaan. Dia akhirnya harus mati, tetapi dia merasa ini masih lebih baik daripada dimakan.


Tetapi pada saat ini, niat membunuh yang halus muncul tiba-tiba, menghancurkan semua niat membunuh yang mengelilingi raksasa tengkorak itu.


Kemudian, bayangan pedang yang bergerak seperti cahaya bintang menembus kehampaan dan muncul tiba-tiba menusuk salah satu mata raksasa tengkorak, langsung menyebabkan kerusakan permanen pada matanya.


Satu napas kemudian, suara dingin seorang pemuda terdengar dari jauh..


“Dia tidak memenuhi syarat, tapi bagaimana denganku?”


Di dalam suara yang belum dewasa itu ada jejak perubahan kehidupan yang belum pernah dirasakan oleh orang lain. Itu juga memiliki tingkat aura yang sama dengan raksasa tengkorak.


Bayangan pedang membawa kemampuan ilahi yang dapat membakar jiwa. Saat pedangnya menusuk ke dalam salah satu rongga mata raksasa tengkorak itu, ia menyalurkan energi panas ke dalamnya, membakar sebagian besar jiwa yang bersembunyi di dalam tengkorak itu.


Serangan jari yang akan dikirim oleh raksasa itu juga terputus.


Dia memaksa dirinya untuk berdiri dalam ruang kehampaan. Saat ini, pemuda itu mengungkapkan penampilannya yang terlihat biasa saja.


Pada saat kemunculannya, sekelilingnya dipenuhi dengan ilusi Tulang tengkorak yang tak terhitung banyaknya. Salah satu tangannya memegang pedang dewa. Di ujung pedang ada jejak tali darah yang bercahaya. Ini adalah pedang yang bisa melukai raksasa tengkorak.


Ilusi serangan Tengkorak ada di mana-mana, bersama dengan kabut merah dan angin kencang.


Namun, pemuda itu hanya berdiri diam diatas udara. Matanya memiliki ketenangan yang dalam. Niat membunuhnya berputar kembali ke tubuhnya setelah serangan itu.


Lu Zen merasa kecewa ketika merasakan kekuatan yang menghilang dari pemuda itu, tetapi ada sesuatu yang membuatnya bingung.


"Tidak, dia bukan ahli Langit Kekosongan, dia hanyalah kultivator Alam Roh Harmonis tahap puncak!"


Tapi dia pemuda ini mampu melukai raksasa itu dengan satu serangan pedang. Dia merasa ini tida mungkin.


Pemuda ini tampak agak familiar dimatanya. Dan setelah memperhatikannya, pemuda ini adalah murid berbakat yang baru direkrut oleh Sekte Hantu Iblis, Qing Shan.


Setelah salah satu matanya dirusak oleh Qing Shan, raksasa tengkotak itu berteriak kesakitan. Suaranya bergema dalam kehampaan seperti guntur.


Kekuatannya telah sangat terkuras setelah memecah ruang hampa. Saat ini, dia terluka parah oleh serangan pedang pembakar jiwa. Jadi dia harus kembali kebentuk manusianya.


Raksasa itu meledak menjadi kabut hitam, lalu seorang pemuda berjubah hitam keluar dari kabut itu.


Pemuda ini tidak diragukan lagi adalah Yao Wang, tetapi rambutnya menjadi putih setelah jiwanya terbakar parah dalam proses terkena swrangan pedang Qing Shan. Mata kirinya merah membara sementara mata kanannya telihat tinggal rongga mata yang kosong, mengalirkan darah berwarna hitam.


Dia lalu bergerak dan mencakar Qing Shan. Segera, kekuatan energi yang luar biasa yang tidak dapat dijelaskan dan tak terbayangkan melesat ke udara.


Namun, sebelum kekuatan energi ini mengenai Qing Shan, itu sudah dihancurkan oleh jiwa pedang yang tak terlihat menjadi angin sepoi-sepoi.


Raksasa itu menjadi lebih marah dan berteriak.


“Qing Shan, Qing Shan, Qing Shan! Aku bersumpah akan membunuhmu!”


“Kau tidak bisa melakukannya.” Qing Shan berkata dengan suara dingin. Matanya penuh dengan ketenangan yang ditunjukkan oleh seorang kultivator yang sangat kuat.


Satu mata sudah dihancurkan oleh satu serangan pedangmya. Setelah itu, Qing Shan dengan cepat menjauhkan diri dari Yao Wang dan mengungkapkan dirinya yang sebenarnya.


Dia telah mengikuti Yao Wang sampai ke sini secara diam-diam, bertaruh pada kecerobohan Yao Wang dan menunggu kekuatannya dikeluarkan sepenuhnya sebelum melakukan serangan mematikan.


Qing Shan memang tidak meremehkan lawannya sebelumnya, tetapi pada kenyataannya, dia tahu bahwa dia masih meremehkan Yao Wang. Lawannya memiliki kemampuan ilahi untuk memecah ruang hampa, serangan gelombang suara iblis dan bisa berubah bentuk mode raksasa tengkorak. Jika bukan karena serangan diam-diam barusan, kemungkinan mengalahkan lawannya ini akan kurang dari lima puluh persen.


Yao Wang jelas sangat kuat. Tubuhnya telah diambil alih jiwa Raja Hantu Tengkorak dan ini sangat berbeda dari tubuh avatar, karena jiwa ini dapat menggunakan semua jenis kemampuan ilahi. Jika dia tidak membunuh musuh ini sekarang, dia tidak bisa membunuh Yao Wang ini lagi begitu ranah kultivasinya meningkat lebih jauh.


Niat untuk tempur di mata Qing Shan melonjak.