
Saat ini Xiao Mei hanya bisa mengungkapkan ekspresi malu dihadapan Qing Shan. Qing Shan memang tidak akan merasa nyaman jika dia tidak menceritakan semua yang dia katakan tentang pria dan wanita.
Namun, apa yang dikatakannga membuat ekspresi berubah seriusnya sekali lagi.
“Jika kau mati dan dikuburkan di kolam ini, aku akan mati bersama disini...”
Begitu dia mengatakannya, Qing Shan merasakan getaran di hatinya. Ekspresi menggoda menghilang di matanya, berubah menjadi sedikit serius..
Apa yang dia katakan wanita ini padanya membawa sentimen yang sangat besar. Kedengarannya seolah-olah Xiao Mei sudah jatuh cinta padanya.
“Aku tidak akan mati. Aku belum merasa cukup hidup terlalu lama.”
Di bawah sinar bulan, siluet Qing Shan menyala, muncul di depan Xiao Mei dengan senyum cerah.
Namun, pemandangan dan kehangatan yang tenang terganggu oleh senyum menggoda Qing Shan sekali lagi.
“Biarkan aku mengobati tempat itu. Jangan khawatir, itu tidak akan menyakitkan. Sebaliknya, itu akan sangat nyaman! ”
“Apa… apa yang kau katakan? Maksudmu di sini ?! ”
Xiao Mei tampak seolah-olah dia telah mendengar sesuatu yang mengerikan, tetapi rasa antisipasi tumbuh di hatinya. Dia sekarang tidak menjadi gadis keras kepala seperti biasanya, tetapi menjadi wanita pemalu.
Dia senang bahwa hari yang dia mimpikan selama ini akhirnya menjadi kenyataan.
"Mari kita jalan-jalan di sekitar kolam ini dulu. Aku butuh persiapan bagus.”
Permintaan Xiao Mei membuat Qing Shan terdiam. Selanjutnya, dia menemani gadis malu ini berjalan-jalan di sekitar kolam.
Qing Shan adalah satu-satunya yang menikmati area disekitarnya sambil mengagumi cahaya bulan, kolam dan keindahan tempat itu, sedangkan Xiao Mei menundukkan kepalanya, wajahnya ditutupi dengan rambutnya dan satu-satunya hal yang terlihat adalah lehernya karena dia sampai sekarang masih tersipu malu.
'Apa yang harus aku lakukan sekarang…? Haruskah aku mengungkapkan rahasiaku kepadanya ...? Tapi-tapi, aku belum siap untuk itu…!' Ucap Xiao Mei sambil mengerutkan keningnya dan agak gelisah.
Dia telah menantikan kunjungan Qing Shan selama ini dan akhir dari penantiannya akhirnya tiba, tetapi dia sekarang berharap pria ini segera pergi dan tidak akan mengobati penyakitnya. Namun, dia merasa enggan pada saat yang sama jika Qing Shan benar-benar pergi. Dia tidak mau melepaskan kesempatan untuk menyembuhkan penyakitnya yang tidak dapat diobati ini.
Setelah mengitari kolam selama beberapa putaran, Qing Shan tidak ingin memberi gadis ini waktu lagi. Dia menemukan bahwa bahkan jika dia memberi gadis ini waktu seratus tahun, dia tidak akan pernah berhenti berurusan dengannya.
'Sungguh wanita yang merepotkan!' Senyum Qing Shan lalu menghilang. Dengan menekuk lengannya, dia menarik tubuh Xiao Mei yang memiliki harum yang kulit yang lembut ke dalam pelukannya. Tanpa sengaja, lengannya menyentuh dada Xiao Mei.
"Ah! Apa yang sedang kau lakukan…!"
Dia ingin berteriak ketika dia ditarik oleh Qing Shan, tetapi Qing Shan menutup mulutnya, menciumnya dengan paksa.
Seluruh tubuhnya menegang, membuat tubuhnya yang lembut menjadi sekeras batu, matanya dipenuhi dengan sedikit ketakutan. Dia menggertakkan giginya dengan keras, tetapi dia masih bisa merasakan lidah Qing Shan menyentuh giginya.
*Umm… Ummmm… *
Dia merasa ini adalah ciuman paksa.
Pelukan ini terasa sangat menghangatkan. Aura kejantanan Qing Shan memabukkannya. Tubuhnya tidak lagi kaku karena perlahan-lahan menjadi rileks. Perlahan, dia mengulurkan tangannya di leher Qing Shan, mengangkat kakinya sedikit dan dengan rela menawarkan bibirnya kepada Qing Shan.
Ini adalah ciuman pertamanya. Sebelum ini, dia tidak pernah melakukan kontak fisik dengan laki-laki manapun. Oleh karena itu, kontak fisik pertama ini benar-benar sangat intim.
Ini membuat pikirannya seperti merasa mabuk, tubuh lemah dan merasa bingung.
'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Dia menjilatiku…!'
Xiao Mei tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang saat dia bergumam dalam hatinya. Dia tidak percaya sebenarnya ada ciuman lidah di dunia ini. Meskipun itu hanya sensasi sebagai pelemgkap, dia merasa malu ketika lidah Qing Shan masuk ke mulutnya. Dia terus mengatupkan giginya dengan keras untuk menghindari dimanfaatkan Qing Shan, tetapi hal berikutnya yang terjadi membuatnya merasa semakin malu.
Di tepi Kolam dibawah pantulan cahaya bulan, tamparan lembut terdengar. Suara tamparan ini bahkan lebih jernih dari suara serangga.
"Pah...!"
Telapak tangan Qing Shan bertingkah aneh dengan menepuk pantat Xiao Mei dengan sedikit kekuatannya. Tubuhnya menegang ketika bagian belakangnya disentuh oleh Qing Shan, tetapi rahangnya mengendur. Qing Shan langsung mengambil kesempatan untuk menjilat lidahnya yang berminyak, mencicipi aroma lidahnya.
Ada sensasi terbakar dari pantatnya, tetapi di dalam rasa sakit itu ada rasa senang. Kemudian, pikiran yang memalukan dan tidak masuk akal muncul di dalam dirinya ketika dia berharap Qing Shan akan terus memukuli pantatnya.
Saat lidahnya diserang oleh Qing Shan, dia merasa seperti akan meleleh dalam pelukan pria ini. Dengan patuh, dia berhenti melawan, tubuhnya menempel pada Qing Shan dan lebih dekat.
"Ummm… Ummhhh…!"
Perasaan ciuman pertama sangat indah dan nikmat. Selain merasa kaget dan malu, dia juga merasa mabuk, seperti tersengat listrik.
Setelah waktu yang lama, Qing Shan berhenti berciuman dan dengan lembut mendorong tubuh Xiao Mei menjauh. Dia membuka matanya yang jernih dan cerah yang dapat memikat dan menggerakkan orang secara emosional.
Dia sedikit menghela nafas dan menatap Qing Shandengan tergila-gila. Sepertinya dia sudah jatuh cinta pada Qing Shan karena lengannya tidak melepaskan leher Qing Shan.
“Aku akan mengobati penyakitmu sekarang istriku...!"
Qing Shan yang memanggilnya dengan kata istri membuatnya menyandarkan kepalanya di bahu Qing Shan. Kemudian, dia menjawab, "Baiklah...!"
Setelah tubuhnya dibelai oleh Qing Shan, gairah mulai muncul di dalam dirinya dan rasa malu yang dia rasakan berkurang sedikit demi sedikit. Dia bahkan memiliki keinginan sekarang, keinginan Qing Shan untuk menyentuh sampai ke dalam tubuhnya, menikmati dan menyenangkan sebanyak yang Qing Shan bisa.
Melihat gadis yang terlihat seperti seorang gadis patuh menunggunya untuk berhubungan intim, Qing Shan hanya menghela napasnya sedikit.
Jika dia tahu bahwa berciuman akan menyelesaikan masalah, Qing Shan tidak akan membuang banyak waktu untuk berjalan tanpa tujuan selama belasan putaran dengan gadis ini. Jika seperti itu terus, pagi akan segera datang.
Qing Shan lalu membawa Xiao Mei ke semak-semak terpencil dan menempatkannya di sepetak padang rumput yang lembut.
Dinginnya embun dan suhu malam hari dan sisa tamparan telapak tangan Qing Shan dipantat membuat pikiran Xuao Mei menjadi gila. Karena penyakitnya, tubuhnya menjadi sangat sensitif. Setelah digoda oleh Qing Shan, perasaannya terhadap Qing Shan semakin dalam.
“Aku akan melepaskan pakaianmu…”