
Setelah membaca pesan yang dikirimkan ke Key aku juga terkejut dan khawatir. Tapi bagaimanapun aku tetap menyuruh Kay makan malam terlebih dahulu, aku takut dia sakit nantinya. Setelah makan malam aku pergi mengunci pintu luar dan memeriksa semuanya apakah sudah terkuci dan tertutup rapat. Setelah aman barulah aku mengajak Kay kekamarnya.
“Kay udah tenang ya, aku yakin kita aman disini, kamu jangan takut, kamu nggak usah dengerin omongannya, aku yakin itu hanya ancaman semata, mana mungkin dia mengawasimu, lebih baik besok kita lapor polisi ya”. Aku mencoba menghibur Kay yang masih ketakutan dan Kay hanya mengangguk dan mulai menangis. Aku bersyukur setidaknya aku menemaninya malam ini. Jika tadi aku tidak jadi nginap disini mungkin Key akan semakin ketakutan.
“Sekarang lebih baik kita tidur aja”. Bujukku
...----------------...
Besoknya sopir yang bekerja dengan Keluarga Key datang menjemput untuk mengantar kami kesekolah. Dan kami berencana pulang sekolah untuk melapor kepolisi masalah pesan ancaman semalam. Dan Kay akan menginap dirumahku malam ini.
Sepulang sekolah aku menyuruh sopirku menjemput kami ke sekolah dan menuju ke kantor polisi. Di tengah perjalanan tiba-tiba ponsel Key kembali berbunyi tanda pesan masuk.
+628*******496: Saya sudah memperingatkan kamu untuk tidak melapor ke Polisi dan kamu tidak mendengarkan apa yang saya katakan. Baiklah jika itu maumu, kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan abang kesayanganmu lagi
+628*******496: Foto (abang Key yang sedang pingsan ditempat aneh)
“Bagaimana ini Sher, orang ini benar-benar nekat, aku nggak mau kehilangan abang, aku yakin jika aku semakin nekat aku juga bisa kehilangan kamu dan orang tua ku, apa yang harus aku lakukan”. Tanya Kay yang menangis sejadi-jadinya dipelukkanku
“ Kay aku-aku juga nggak tau harus berbuat apa, satu-satunya cara adalah kita harus berani bertanya pada orang itu apa yang dia mau dari kamu dan ikuti aja dulu permainannya. Kamu harus kuat dan berani. Kalau kamu lemah pasti orang itu lebih mudah mempengaruhi kamu”. Ucapku yang juga panik saat ini
“Pak kita langsung kerumah saja ya”. Kataku pada sopir ku.
“Baik Non”. Jawab Pak Kaesar sopirku.
Sesampainya dirumah, aku meminta Bibi untuk membuatkan minuman hangat untuk Kay dan aku membawa Kay ke kamarku. Seharian Kay berada di kamar tidak mau keluar yang akhirnya aku membawa makan malamnya ke kamar. Aku khawatir Kay sakit dan stress karena ini. Saat ini dia pasti memikirkan abangnya, apakah orang tuanya tau dengan masalah ini.
Tak lama Mami Kay mengabarkan lewat chat dan mengatakan bahwa dia mendapat ancaman abang Kay diculik dan malam ini juga Orang tua Kay akan pulang. Kay semakin menangis dan aku mengambil alih ponsel Kay dan mengirim pesan pada Maminya Kay.
Key: Halo tante, kenalin aku Sherra teman sekelas Kay, Sekarang Kay dirumah aku tante, dan disini Kay aman-aman aja tante, aku Cuma bisa nyampaiin kalau sejak kemaren Kay diteror oran tante dan aku benar-benar khawatir sama keadaannya, jadi om sama tante cepat pulang ya”.
Mami❤️ : Ohh Iya Sherra makasih ya Nak, tolong jagain Kay baik-baik ya sampai om dan tante pulang, malam ini juga Tante sama Om pulang dan tante mau lapor polisi”.
Key: Tante sama om hati-hati aja ya.
Aku menyerahkan ponsel kembali ke Kay. Aku menyuruh Kay tidur dan menemani sampai dia bisa benar-benar tertidur. Setelah Kay benar tidur barulah aku bisa tidur.
...----------------...
Paginya Kay mengecek ponselnya lagi dan mendapatkan pesan berupa foto mobil orangtuanya yang terbakar Di tepi jurang. Seaakan-akan mimpi buruk dipagi hari, Kay benar-benar Shock dan pingsan. Aku membawanya ke rumah sakit dan mau tidak mau aku membawa beberapa orang untuk menjaga kami di rumah sakit nanti. Dan sementara Kay belum sadar aku memilih pergi ke kantin Rumah sakit untuk sarapan dulu sekaligus menelpon Bu Inez untuk meminta izin tidak masuk sekolah hari ini.
Kay POV
Aku sadar dan mencoba menelpon orang itu karena Key benar-benar tidak tahan lagi dengan ancaman orang itu.
+628*******496: besar juga nyalimu mencoba untuk menghubungiku. Hahahahah
Key: Siapa anda? Mengapa anda melakukan ini kepada saya, apa salah saya kepada anda HAH, kalau memang saya salah seharusnya anda menghukum saya bukan abang saya apalagi orangtua saya.
+628*******496: kamu bertanya salahmu? HAHAHAH. Salahmu adalah karena kamu adalah anak dari orang tuamu dan kamu sama sekali tidak mengetahui kejahatan orangtuamu sayang. Aku hanya menggunakanmu sebagai permainanku untuk orangtuamu.
Key: kesalahan, kesalahan apa yang anda maksud?
Tuutt...tuutt..tuuttt
Orang itu mematikan ponselnya begitu saja. Apa maksudnya. Kesalahan? Orangtua ku? Apa-apaan ini, Oh God jelaskan apa yang terjadi. Sekarang aku benar-benar frustasi memikirkan hal ini.
“Eh Kay , syukurlah akhirnya kamu sadar juga". Kata Sherra yang tiba-tiba datang membawa sekotak makanan.
“ I-Iya”. Jawab ku yang masih shock dengan telepon tadi.
“ Kayy, kamu nggak papa kan, apa orang itu ngancam kamu lagi?”. Tanya Sherra yang melihat wajahku pucat dan ketakutan.
“Iya Sher dia menelepon barusan, Sher gimana ini sekarang bagaimana keadaan Abangku, dimana Orangtua ku sekarang, apakah orangtua ku masih hidup”. Jawabku jujur dan sekarang lagi-lagi airmata ku tumpah, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada keluarga ku.