EasY On ME

EasY On ME
Begin'


Almeera POV


“Sialan, siapa cewek ini hah, berani banget dia meluk-meluk Sean, sedangkan gue nggak pernah megang Sean, gue nggak mau tau Lo berdua cari tau siapa Cewek gila ini”. Emosi gue melihat foto yang gue dapet dari Poppy.


“Tenang Mir, gua tau nih anak, kelas 10-A, Chailey Yusviee”. Jawab Chatrine.


Besoknya pulang sekolah Gue berniat nemuin tuh cewek ke kelasnya, ya Gue pikir tuhan lagi nolong gue biar nggak capek-capek ke atas nyamperin tuh bocah, Gue ketemu sama Cewek gila itu di Lapangan, kelihatan dia mau menuju gerbang. Dan tanpa lama-lama gue teriakin aja.


“ WOII LOO”. Teriak gue sampai-sampai Gue jadi pusat perhatian semua orang yang ada di lapangan itu. Tapi biasanya juga gue jadi pusat perhatian kok. Siapa juga nggak kenal gue Vlogger yang subscribernya hampir 2 jutaan. Sialan tuh Cewek nggak dengar gue manggil. Akhirnya gue teriaki lagi dan gue samperin dia Sama teman culunnya.


Gue heran deh apa sih yang disukai Sean sama cewe kaya dia ini. Nggak ad cantik-cantiknya nih cewe. Seksi juga nggak, paling nih cewe cuma menang di akademik doang. Akhirnya gue tanpa berlama-lama langsung aja ngelabrak dan mempermalukan Si Chailey ini didepan anak-anak disekolahan, biar tau rasa dia. Tapi yang bikin gue cukup tercengang adalah si culun ini, temannya Chailey.


Gue nggak nyangka gede juga nyali si culun, baru kali ini ada orang yang berani jawab omongan gue, bikin kesabaran gue habis, ya dengan senang hati gue tampar deh mereka berdua tapi masih berani-beraninya si Culun ngancam gue. Kita lihat aja apa dia berhasil dengan ancamannya itu. Dan gue yakin, saat dia dipanggil kepala sekolah barulah dia tau dengan siapa dia bermain-main.


Seperti biasa setelah gue berurusan sama 2 orang Cewe gila ini, Gue bareng teman-teman gue pergi ke parkiran untuk ngambil mobil pemberian Papi gue waktu ulangtahun ke 19 kemarin.


Besoknya seperti biasa weekend gue pergi bareng Poppy dan Chatrine ke Mall, karaokean dan terakhir ke Bar tempat langganan kita. Gue lihat handpone ternyata udah hampir jam 10, dan Gue juga udah capek banget hari ini, tiba-tiba aja gue capek gitu, mau nggak mau gue ngajak Poppy sama Chatrine pulang. Dan sialnya mobil gue mogok dan gue baru ngeh terakhir gue service mobil 7 bulan yang lalu.


“Aishhh sialan, mobil sialan lo, ngapain lo mati sih, nyusahin orang lo”. Ucap gue ngacak-ngacak rambut gue, yakali gue mukulin mobil kesayangan gue.


“ Gimana nih Mir”. Tanya Poppy ke gue


“Ya mana gue tau lah, gue juga binggung”. Ucap gue yang sedang mecoba menghubungi siapapun yang bisa nolongin kita bertiga.


Kisaran 15 menit kita nunggu bantuan. Dan tiba-tiba sebua mobil bewarna hitam datang menghampiri. Orang yang berada di kursi penumpang membuka jendela mobilnya dan hanya memandangi kami bertiga selama beberapa detik sebelum dia mulai berbicara.


“ Hai Gaiss, bagaimana, apa kalian butuh bantuan?”. Tanyanya menawarkan kami tumpangan pulang.


“LO”. Teriak kita bertiga serempak. Kami benar-benar tidak menyangka siapa yang ada di depan kami saat ini. Orang yang tidak kami duga-duga.


“Kenapa? Kalian terkejut ngeliat Gue disini, gue Cuma bertanya sekali lagi, kalian mau gue beri bantuan atau nggak, gue kasih waktu 10 detik menjawab, kalau nggak selamat bersenang-senang disini malam ini”. Ucap nya seakan-akan menertawai kami.


“Satu, dua, tigaa, empat,li..”. hitungnya sambil menggunakan jarinya.


“ Iya, kita mau terima bantuan lo”. Ucapku memotong hitungannya. Karena jujurly kami memang takut jika dia meninggalkan kami disini.


“Tapi mobil gue gimana?”. Taya gue kepada orang yang ada dimobil itu.


“Lo masih mikirin mobil lo, haha, lo nggak ada otak atau gimana, lo bisa ninggalin mobil lo dan ngambil besok”. Ucapnya sarkas dengan tatapan yang berbeda dari biasanya. Tatapan apa itu, gue benar-benar takut sama dia sekarang.


Gue, Poppy dan Chatrine akhirnya menaiki mobil orang itu. Kenapa gue mau aja naik mobil dan menerima bantuan orang itu, ya karena gue kenal orang ini. Kalau gue nggak kenal ngapain gue terima tawarannya yang ada kita malah makin dalam keadaan bahaya.


Didalam mobilnya gue merasakan hawa yang sedikit aneh, seperti hawa mencekam dan sedikit horror. Entah kenapa gue merasa dia ingin macam-macam dengan kita. Tapi nggak mungkin dia adalah orang yang kita kenal, kalau sampai dia macam-macam dengan kita dia pasti tidak akan bisa kabur kemanapun.