EasY On ME

EasY On ME
Depend on You


Hari ini Kay bangun lebih pagi dari biasanya, tapi tetap saja secepat apapun dia bangun, Kay tetap memilih melamun di atas kasur empuknya. Sampai akhirnya bibi mendatanginya ke kamar dan menyuruh sarapan. Tapi seperti yang dilihat bibi saat ini Kay masih duduk melamun di kasur.


“Ya ampun non, udah jam berapa sekarang non, kok belum mandi juga, ntar telat loh,"


sambil menarik selimut Kay bibi terus mengomel.


Begitulah Bibi pada Kay dan sudah tidak diherankan lagi bibi berani ngomel-ngomel pada Kay, tanpa takut dimarahi orangtuanya. Karena Bibi sangat dekat dengan Kay dan keluarganya, bagaimana tidak Bibi sudah bekerja pada keluarga Kay bahkan sebelum Kay lahir dan sekarang Kay sudah berumur 17 tahun. Hmm, mungkin sudah hampir 20 tahun bekerja dengan keluarga Kay.


"Tetapi, kenapa bibi tidak tua-tua, wajahnya benar-benar awet muda. Apakah dia vampire. Ah ada apa dengan ku kenapa pertanyaan itu lagi yang muncul di benakku pagi in," Pikir Kay.


...----------------...


“Dadahhh aku berangkat," ucap Kay tanpa menoleh kepada orang-orang yang sibuk makan di meja makan siapa lagi kalau bukan mami, papi, dan abangnya yang resenya kebangetan.


“Non, mau kemana?," tanya Bibi.


“Ke Sekolah lah biii, ya kali aku pergi ke pasar," ucap Kay yang heran dengan pertanyaan bibi.


“Waduh non, bibi juga tau kok non mau ke sekolah. Maksud bibi non mau ke sekolah tanpa sarapan dulu gitu. Ini Bibi udah siapin sarapan buat non, dimakan dulu gih," suruh Bibi sambil menarik Kay ke meja makan.


“Aduhh biii, aku tuh udah telat," ucap Kay dengan nada yang sedikit kesal.


“Ya itu kan salah non juga, ngapain pagi-pagi melamun, bukannya bangun tidur langsung mandi ini malah menghayal dulu," cerocos Bibi pada Kay. Huftt benar-benar yah si Bibi, pintar banget ngomelin aku di depan Abang, pasti habis nih habis kena ledek sama dia. Mau nggak mau akhirnya Kay makan walaupun harus telat LAGI, camkan itu LAGI, ya telat LAGI.


Sampai di gerbang sekolah Kay langsung saja berlari ke kelas bahkan sampai lupa menutup pintu mobil. Sudahlah lupakan pintu mobil, Kay benar-benar akah habis diomelin sama Pak zamrud nih. Tapi saat Kay sibuk menyerocos tiba-tiba


Brrukkk...


“Wait wait bunyi apaan tuh, ada apa nih, aku barusan jatuh nggak sih, tunggu-tunggu tapi ini kok nggak sakit ya, atau jangan-jangan, mampus nih kayanya ada orang dibawah ya bener ini orang, haduh mampus aku. Bencana apa lagi ini God," batin Kay.


Kay membuka mata untuk melihat siapa yang ditabraknya dan mata Kay benar-benar terbelalak mengetahui siapa orang itu. Tanpa berfikir panjang Kay langsung berdiri dan memperbaiki seragamnya yang kusut. Orang yang barusan ditabraknya masih terbaring dilantai dan tak lama dia berdiri,memungut tasnya dan pergi begitu saja.


“WHATTT!!!!! Dia bahkan sama sekali nggak peduli sama kejadian barusan. Dia itu orang nggak sih. Bisa-bisanya dia tetap santai. Wah parah sih nih orang. Benar-benar aneh”.


Sambil memikirkan kejadian tadi Kay berjalan ke kelas. Kay benar-benar malu sama tuh cowok. "Mau ditaruh dimana muka ku nanti," batin Kay.


“Nah ini satu lagi langganan kita. Nggak kapok-kapok ya kalian berdua. Darimana kalian berdua hah, bisa-bisanya kalian terlambat lagi, dan kalian datang pun sama, jujur aja sama saya darimana kalian? habis ngapain, ayok jawab?,” tanya Pak Zamrud keroyokan.


“Ah elah Pak gimana saya mau jawab Bapak ngomong mulu, kasih saya kesempatan untuk jawab dulu kek baru nyerocos lagi Pak," ucap cowok yang Kay tabrak tadi.


“ I-i-iya pak, saya juga mau jawab kasih saya waktu nafas dulu kek Pak," lanjut Kay menambahkan.


Pak Zamrud yang mendengar omongan kami terlihat menahan emosinya yang mungkin sebentar lagi akan meledak. Ku lihat rambut Pak Zamrud yang gondrong semakin membesar, kumisnya yang panjang mulai bergerak-gerak sebelah. Kay takut diamuk tapi Kay juga nggak bisa nahan ketawa melihat Pak Zamrud. Perutnya mulai sakit dan telinganya mulai panas karena menahan ketawa.


“Kalian benar-benar ya, sekarang hukuman kalian saya tambah dari biasanya, Kalian bersihkan seluruh toilet di sekolah ini dan juga kalian bersihkan lingkungan sekolah, kalian cabut-cabut sana rumputnya , dan harus selesai jam istirahat pertama, kalau tidak selesai saya tambah hukuman kalian, dan kamu Sean saya mau selesai hukuman kamu temui saya di ruang guru, PAHAM!!!, KALIAN BERDUA PAHAM!!!!”. Emosi Pak Zamrud meledak.


Kami tidak menjawab Pak Zamrud dan Kay langsung berlari terbirit-birit keluar dan si Cowok Sean-sean ini malah santai saja berjalan dan melempar tasnya ke kursinya. Manusia apaan sih gini amat cueknya.


“ Lo," panggilnya sambil mengarahkan jari telunjuknya pada Kay.


“Aku?," tanya Kay.


“Ya iyalah lo, emang lo liat ada orang lain selain kita berdua," jawabnya sarkas.


“Nama aku Chailey, bukan lo," ketus Kay.


“Ya serah kek siapa nama lo, yang pasti lo udah nabrak gua tadi dan lo harus tanggungjawab," ucapnya dengan melihatkan smirknya.


“Apaan sih lo mesum, ngapain lo minta-minta tanggungjawab, terus ngapain lo barusan nyengir jahat gitu, lo mesum, gue lapor lo ke komdis," ucap Kay membentaknya hingga tak sadar dia barusan ngomong lo gue.


“Lo yang apaan, otak lu tu yang mesum, lagian gua nggak nyuruh lu tanggung jawab untuk nikah sama gue, gue nyuruh lo gantiin hukuman gue, karna gara-gara lo kaki gue cidera jadinya gue nggak bisa bersih-bersih hari ini," jawabnya santai namun datar.


“Lah lo gila kali, ya kali gua bersihin toilet cowok, ngada-ngada emang lo," teriak Kay.


“Gua nggak nyuruh lo bersihin toilet cowok, gua nyuruh lo bersihin lapangan, gua juga mikir kali, ngapain gua suruh cewe kaya lo bersihin toilet cowok, yang ada lo nge-nganjen sama cowok-cowok di toilet ntar," balasnya dengan senyum miring LAGI dan dia pergi begitu saja.


"WHAT!!! Apa barusan dia bilang ngenganjen. SEAN SAMUDRA, AWAS LOO YA, GUA BALES LO NANTI DAN JANGAN HARAP HIDUP LO BAHAGIA SETELAH INI," teriak Kay yang menggelegar di sepanjang lorong sekolah.


"Awas aja tuh cowok. Kalau ada kesempatan aku pasti balas dia. Enak aja nyuruh-nyuruh gantiin hukumannya. Dia yang terlambat juga, harusnya nanggung sendiri dong hukumannya. Pake alasan cidera. Gitu doang cidera, manusia lebai," Kay ngomel-ngomel sendiri sambil terus menyikat lantai toilet dengan kasar.