
"Bagaimana, apa kakimu terluka, mau ku antar ke dokter?" Alma mengeluarkan kunci mobil dan menekan tombol pada kunci itu membuat sirine mobil itu menyala seketika.
Alma meraih tangan Diandra memaksanya masuk ke mobil tapi Diandra langsung memberontak dan pergi meninggalkan Alma disana.
Melihat itu Alma hanya tersenyum pelan karena dirinya hanya menggertak saja, melihat Diandra pergi, Alma segera menghubungkan sambungannya dengan Deno yang sedang berkutat di ruang keamanan.
"Kak, penjaga cctv sudah aku lumpuhkan, kakak bisa masuk ke kamar Diandra sekarang," ujar Deno yang membuat Alma mendelik.
"Penjaganya kamu apain?"
"Kupukul sedikit," jawab Deno tanpa merasa berdosa sedikitpun.
Alma hanya menggelengkan kepalanya kemudian memberikan kode kepada Deno bahwa dia akan segera masuk, Alma pun memilih masuk kedalam rumah itu kembali.
Suasana pesta masih Alma rasakan karena memang rumah itu sedang rame-ramenya, Alma sendiri, dia hanya perlu masih ke dalam kamar Diandra melalui lorong yang sedikit sepi.
"Aku, yakin banget kalau berkas pemalsuan identitas punya Mas Arlan, ada di kamar Diandra!" gumam Alma yang kini sudah berada di lorong menuju kamar Diandra.
Disaat Alma sudah hampir sampai di kamar Diandra, Deno tiba-tiba saja memberikan peringatan kepada Alma bahwa ada Diandra sedang bergerak ke arahnya karena memang Deno memantaunya dari ruang keamanan.
"Aku, sembunyi dimana nih, Den!" ujar Alma yang membuat Deno ikut berpikir.
"Didepan kakak ada ruangan, coba masuk kesana dan cari tempat sembunyi disana," saran Deno yang membuat Alma segera masuk ke ruangan tersebut.
Dan benar saja. Ketika Alma bersembunyi yang lewat dan berjalan ke arah Alma tadi adalah Diandra, Diandra tanpa kesal karena tadi berseteru dengan Alma membuat bajunya kotor.
"Dasar, wanita yang suka ikut campur dengan urusan orang, liat aja Alma aku bakal nyingkirin kamu lebih dulu," kesal Diandra yang kini sudah ada di dalam kamar.
Diandra memilih mengganti bajunya dengan baju yang lain. Karena memang baju sebelumnya sudah kotor akibat terjatuh, setelah mengganti bajunya, Diandra berjalan keluar dari kamar menuju aula utama pesta yang sedang dia buat.
Dan disaat dia kembali, tanpa sengaja dia melihat kehadiran Alma yang membuat Diandra ingin memergokinya tapi tidak jadi.
"Sepertinya, dia ingin bermain-main denganku, sebelum aku menyingkirkanmu, akan kubuat malu dirimu!" batin Diandra berjalan keluar seolah tidak mengetahui keberadaan Alma.
Diandra sendiri tidak tahu apa tujuan Alma menyusup masuk. Tapi Diandra tidak akan membiarkan Alma keluar dengan sendirinya dan dengan mudah.
Alma sendiri yang tidak sadar bahwa sebenarnya dia sudah ketahuan, segera melanjutkan aksinya. Tidak butuh waktu lama bagi Alma masuk ke kamar Diandra yang tidak terkunci.
Sebenarnya Alma ingin langsung keluar dari sana. Tapi Alma merasakan bahwa ada sesuatu, tidak akan begitu mudah bagi Alma keluar dari sini.
"Deno! Kamu kesini sekarang, ada perubahan rencana."
•
•
•
"Mas. Kayak nya kita sudah harus pulang deh " Alma menghampiri Dirga yang sedang mengobrol dengan Diandra dan beberapa teman kerjanya.
"Oh iya," Dirga melirik arlojinya sejenak. "Kayaknya benar sayang. Kita harus pulang sekarang, Deno kamu siapin mobil yah, kuncinya minta ke Bu Alma."
"Den, tolong yah sebelum kamu nyalakan mobilnya kamu cek dulu, barangkali ada tikus yang baru aja ngegigit mesin mobil itu," Alma menyindir Diandra dan memberikan kunci mobil kepada Deno.
Diandra yang disindir hanya tersenyum sinis kemudian menatap tajam Alma. Akhirnya Alma dan Dirga pun berpamitan kepada mereka semua dan keluar.
Namun disaat mereka sudah di pintu keluar. Alma dan Dirga malah ditahan oleh dua penjaga rumah Diandra.
"Kalian tahu! Perempuan ini sudah masuk ke dalam kamar saya. Dan mengambil benda berharga saya!" Diandra bersuara lantang dan menunjuk Alma.
Sontak semua mata tertuju kepada Alma dan Dirga. Diandra langsung berjalan ke arah Alma dan menatapnya dengan tatapan kebencian.
"Kalian berdua! Geledah tasnya!" perintah Diandra kepada dua penjaganya.
•
•
•
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like