Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAB 58. Plus One


"Saya pribadi tidak yakin, kamu beneran Arlan?" tanya Dirga yang membuat Albert disana menatap Dirga dalam.


"Saya Arlan, saya dijebak oleh Diandra, saya akui saya salah, tapi saya ingin berubah," jawab Albert membuat Dirga berpikir sejenak.


Alma dan Deno yang ada di ruangan itu juga hanya bisa menatap dalam, terlebih Alma masih menyimpan kekesalan karena belakangan dia mengetahui bahwa Arlanlah pembunuh kedua orang tuanya.


"Kalau kamu beneran ingin itu, saya akan membantu kamu, Arlan."


Dirga memberikan keputusan sementara Alma, dia merasa belum bisa memberi keputusan, Alma memilh pergi dari sana, sadar akan kepergian kekasihnya, Dirga segera berdiri dan menyusul Alma.


Alma berjalan melewati koridor kantor dan tidak menghiraukan Dirga yang mengejarnya sampai akhirnya Dirga menarik tangan Alma dan mencegahnya.


"Alma, tunggu."


"Aku gak mau bantu Albert atau Arlan siapalah itu," jawab Alma yang seolah tahu tujuan pertanyaan Dirga adalah itu.


"Kenapa?"


"Pertama, dia itu licik, bisa aja ini siasat dia sama Diandra, dan yang kedua, dia itu pembunuh kedua orang tua aku," jawab Alma menatap Dirga dalam.


Dirga terdiam sejenak, sementara Alma dia memilih ikut diam, suara langkah kaki terdengar dari sana, itu adalah Albert dan Deno.


"Alma, saya tahu, saya salah, setelah semuanya selesai saya akan menyerahkan diri ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan saya."


Ucapan Albert membuat Alma dan Dirga beralih menatapnya, Alma menghela napas panjang, rasanya masih belum begitu rela.


"Saya berjanji," Alma menatap dalam tatapan Albert yang begitu tulus.


Tidak ada kebohongan disana, perasaan Alma sebenarnya masih kalut antara ingin menolong atau tidak, sementara itu Deno dan Dirga hanya mengangguk kepada Alma.





"Diandra, akan menggelar pesta perusahaan Senin ini, dan yang di undang adalah Mas Dirga, hanya Mas Dirga, kita harus mencari cari agar kita bisa masuk juga ke dalam area itu," Alma menerangkan rencana mereka.


Yah, Alma menyetujui untuk membantu Albert yang sebenarnya adalah Arlan, dan saatnya mereka berempat beraksi untuk mengungkap kejahatan Diandra.


"Tapi kita tidak ada bukti kriminal agar Diandra bisa ditangkap oleh polisi," Deno angkat suara.


"Kau yakin?" tanya Alma tersenyum sinis.


Deno dan Dirga meneguk ludah, kalimat itu membuat mereka merinding, bagaimana tidak, Alma adalah wanita genius dengan segudang cara.


Deno, Dirga dan Albert mengangkat alis, Alma berjalan ke arah Albert dan memegang punggung kursi Albert.


"Diandra sudah melakukan eksploitasi terhadap Mas Arlan dan memalsukan identitasnya, ini bisa menjadi bahan untuk kita menjebak Diandra," jelas Alma yang membuat ketiga pria disana mengangguk.


"Lalu, bagaimana rencananya?" tanya Dirga yang membuat Alma tersenyum.


Alma mencoret beberapa hal di papan tulis penjelasan. "Karena Mas Arlan dan Mas Dirga saja yang akan masuk ke dalam acara itu, aku dan Deno tentunya harus ikut masuk melalui kalian berdua."


"Setelahnya?" tanya Deno.


"Gampang, kita hanya perlu mencari berkas identitas palsu dan bukti bahwa Diandra sudah melakukan pemaksaan terhadap Mas Albert ah maksudku Mas Arlan."


"Kapan, kita mulai rencananya?" tanya Dirga.


"Malam ini!"


Mendengar itu sontak membuat mereka bertiga menengok tanggal dan benar saja acara yang di adakan Diandra adalah hari ini.


"Hari ini? Tapi-"


Dirga belum menyelesaikan ucapannya tetapi Alma sudah memotongnya dan memberikan sebuah kartu undangan yang diberikan Diandra melalui staff kantor.


"Lalu, kita?" Deno menatap kepada Alma.


"Plus one," jawab Alma mengambil kartu undangan tersebut dan menunjuk tanda plus one dibawah nama Dirga sebagai tamu undangan.


Alma menulis namanya dan Deno pada list plus one dan memberikan kembali kartu undangan tersebut kepada Dirga.


"Kamu, genius sayang!" puji Dirga yang membuat Deno dan Albert tercengang mendengar rencana Alma kali ini.





Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


Pada kangen gak? Kangen dong hehehe mulai hari ini rutin update yah :)