Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAB 23. Ketoprak Selingkuh


"Kita harus mikirin rencana, supaya Alma gak menang dalam Sedang gugatan perusahaan besok, kalau gak kita bakal jatuh miskin," Arlan menatap Ishaya yang tengah berpikir.


Sebenarnya beban pikiran Ishaya sudah benar-benar menumpuk saat ini, sedangkan Arlan sedari tadi mondar-mandir karena ancaman Alma padanya benar-benar nyata.


Ishaya yang melihat itu hanya menatap kesal kemudian menghentikan Arlan. "Lan! Tenang, kalau kamu panik begini aku gabisa mikir."


Arlan menatap Ishaya. "Mikir bagaimana lagi, kamu aja udah gajadi pewaris perusahaan Papa kamu."


"Ini semua salah kamu, setiap kita main kamu gamau pake pengaman, akhir jebol begini kan, sekarang aku hamil."


Ishaya berdecak kesal, dia sangat benci keadaan yang seperti sekarang, dia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.


"Kamu gugurin aja kandungan kamu."


Mendengar saran Arlan membuat Ishaya mendelik menatap tajam pria yang merupakan pemilik benih dalam dirinya.


/Plak/ Suara Tamparan.


Ishaya menampar kesal Arlan yang membuat Arlan memalingkan wajahnya dengan memegang sisi pipi yang baru saja di tampar oleh Ishaya.


"Kamu gila yah, walaupun anak ini penyebab dari semua kejadian ini, tapi dia anak kita, aku gamau tahu bagaimanapun keadaannya kamu harus bertanggung jawab."


Arlan menatap tajam Ishaya, ia kemudian berjalan duduk di sofa dengan kaki kiri menopang pada kaki kanan. "Kita harus memikirkan rencana agar Alma tidak datang di sidang besok."


Ishaya berpikir sejenak dia memikirkan cara agar bisa membuat Alma gagal datang dalam sidang besok.


"Aku tahu.".


Arlan menatap Ishaya, Ishaya berjalan dan mendekat ke arah Arlan kemudian membisikkan sesuatu, Arlan yang mendapat ide tersebut kemudian tersenyum perlahan.


"Kapan kita akan memulai?" tanya Arlan sepakat atas ide Ishaya.


"Sekarang."


Sementara itu setelah percakapan dengan konotasi perdebatan yang tumpul menyerah diantara Dirga dan Alma, tidak ada lagi percakapan diantara mereka.


"Kamu mau makan siang, dulu?" tanya Arlan melirik Alma.


Alma menatap Dirga sepenuhnya. "Kita tidak kembali ke kantor?"


"Nanti saja, ini sudah jam makan siang. Kamu mau makan apa?" tanya Dirga pada Alma.


"Ketoprak," jawab Alma memasukkan ponsel ke dalam tas-nya.


"Kedubrak?" Dirga mengernyitkan dahi atas jawaban Alma.


"Ketoprak, Om." jawab Alma membenarkan. "Ke-To-Prak."


"Kedubrak."


"Terserah Om, deh."


"Ayo, Om!" ajak Alma meraih gagang pintu mobil hendak membukanya.


"Kamu yakin?" tanya Dirga menatap lekat Alma.


"Yakin!" Alma turun dari mobil meninggalkan Dirga.


Dirga pasrah, dia berjalan menyusul Alma yang membuat keduanya kini sudah berada didalam tenda kaki lima tersebut.


"Mas, seperti biasa, tapi dua porsi yah," Alma memesan ketoprak kepada penjualnya yang sepertinya sudah sangat kenal dengan Alma.


Tak lama kemudian dua piring ketoprak sudah tersaji dihadapan mereka berdua, Alma yang sudah lapar langsung melahap ketoprak nya sedangkan Dirga tidak bergeming sedikitpun.


"Makan, Om."


Alma menegur Dirga yang tidak menyentuh makanannya sedari tadi, Alma meraih piring Dirga kemudian menyiapkan ketoprak tersebut dari piring Dirga sendiri, Dirga terpaksa membuka mulutnya dan memakan ketoprak itu.


"Enak, kan?"


Dirga masih mengunyah mencoba merasakan rasanya sejenak Dirga mengangguk kemudian mulai menyendok sendiri.


"Saya jadi kepikiran sesuatu," ujar Dirga tiba-tiba yang membuat Alma menatapnya.


"Apa?"


"Ketika nanti saya dan Ishaya bercerai, saya mau buka outlite ketoprak saja, menurut kamu bagaimana?"


"Setuju, nanti nama outlitenya Ketoprak Selingkuh," jawab Alma asal yang membuat Dirga tersenyum pelan.


Melihat itu Alma langsung antusias memergoki Dirga sedang tersenyum. "Om kalau senyum, ganteng loh."


Mendengar itu Dirga langsung menarik senyumnya dan meminum air dengan panik. "Pedes."


"Kan gak pake cabe, Om."


Dirga terdiam.





TBC


Assalamualaikum


Besok Crazy Up Insha Allah