Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAB 38. Perasaan Gamang


"A-Alma?"


"Om Dirga?" Alma menatap Dirga dalam dia kembali meraih tangan Dirga.


Tak lama setelah Alma menekan bel darurat tampak Adam masuk ke ruangan tersebut untuk memeriksa kondisi Dirga.


"Mas Adam, Om Dirga udah sadar," ujar Alma yang membuat Adam mengangguk.


Adam segera memeriksa kondisi Dirga, selama diperiksa Alma memilih menyingkir sejenak sembari menunggu proses tersebut selesai.


"Om Dirga kenapa?"


Adam membereskan bekas pemeriksaannya kemudian berjalan ke arah Alma yang sudah menunggu sedari tadi.


"Dirga tidak apa-apa, dia sudah siuman cuma mungkin akan merasakan pusing sedikit akibat pukulan itu," jelas Adam yang membuat Alma tersenyum lega.


"Terimakasih Mas Adam." jawab Alma yang membuat Adam mengangguk.


Adam kemudian pamit pergi dari sana, meninggalkan Alma dan Dirga di ruangan tersebut, Alma segera mengambil posisi duduk di samping Dirga.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Dirga yang membuat Alma kesal.


Kenapa dari sekian banyak kosakata, kalimat bahkan ucapan yang bisa Dirga ucapkan kenapa harus kalimat itu, seolah Dirga yang baik-baik saja disini.


"Ah!"


Dirga meringis kesakitan saat ingin mengambil posisi duduk, tapi dia tetap memaksa, Dirga kemudian duduk dengan bersandar pada punggung brankar.


"Saya nanya Alma, kamu tidak apa-apa?" tanya Dirga yang membuat Alma mendengus sebal.


"Om bodoh!" kesal Alma yang membuat Dirga mengangkat alisnya.


"Kenapa, saya melakukan kesalahan atau apa, coba jelaskan?" tanya Dirga.


Alma kesal bukan main, Dirga seolah merasakan tidak terjadi apa-apa di antara mereka padahal beberapa jam yang lalu dirinya hampir saja meregang nyawa.


"Kenapa Om nyelamatin aku?" tanya Alma yang membuat Dirga terdiam sejenak.


Dirga tampaknya tidak bisa menjawab p pertanyaan dari Alma seolah-olah itu pertanyaan paling berat dari Alma untuknya.


Alma menghela napas panjang, tampaknya dia salah mengajukan pertanyaan kepada Dirga yang notabenenya adalah pria yang tidak pernah jatuh cinta sehingga ketika dia jatuh cinta, dia tidak tahu bagaimana rasanya.


"Yasudah Om, istirahat saja."


Alma berdiri dan hendak pergi meninggalkan Dirga, tapi gagal ketika tangannya malah ditahan oleh Dirga sehingga membuat Alma jatuh tepat di dada Dirga.


Alma mengangkat kepalanya dan memperbaiki posisinya, sementara Dirga hanya terdiam menatap Alma. "Kamu belum menjawab pertanyaan saya."


Alma menarik napas panjang kemudian. "Om kenapa sih? Om itu ngeselin, nyebelin bahkan Bos paling prik di muka bumi ini, kadang Om bikin aku baper, kadang Om bikin aku kesel, kadang Om bikin aku khawatir, kadang Om bikin aku frustrasi, kadang Om bikin ak-"


Belum sempat Alma mengucapkan semua uneg-uneg nya Dirga sudah meraih tangan Alma sehingga membuat Alma jatuh ke pelukan Dirga dengan keadaan kepala yang berada di bahu Dirga, Alma terdiam seketika.


"M-maaf."


"Om itu control freak yang paling bikin aku gak bisa ngapa-ngapain, kenapa Om selalu ngebuat aku dalam posisi yang sulit?"


"Maaf."


"Aku pengen nangis tapi aku kayaknya lupa caranya."


Mendengar itu membuat Dirga semakin mempererat pelukannya yang membuat Alma perlahan terisak di dalam pelukan Dirga.


Perasaan gamang macam apa ini yang sedang menimpa Dirga, sangat sulit baginya mengatakan aku mencintaimu walaupun kadang raga dan hatinya tidak pernah sejalan.





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


Ah Om Dirga masih anget anget mpuss!