Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAB 35. Permulaan Yang Salah


BUGH!


Alma menginjak kaki orang yang memegang nya, sehingga membuat orang tersebut mengadu, sementara satu orang lain yang memegang Alma ikut melepas Alma karena kaget.


Untungnya Alma sedang memakai celana panjang sekarang sehingga dia tidak kesulitan dalam bergerak, merasa dirinya sudah bebas, Alma berjalan cepat ke arah Dirga, Alma meraih sebuah Vas bunga dari atas nakas kemudian melemparkannya tepat kepada orang yang hampir membekap Dirga.


"Argh!"


Orang tersebut mengadu, perasaan pusing akibat kepala yang terbentur dengan vas bunga membuatnya tidak sadarkan diri, Alma segera mengecek kondisi Dirga yang semuanya baik-baik saja.


"Alhamdulillah-"


Alma sejenak mengucap syukur kemudian menatap kedua orang yang tadi memegang Alma.


"Sudah kubilang jangan menyentuhnya, kalian yang membuatku begini."


Kedua pria tersebut tersenyum licik kemudian menatap Alma dengan tatapan membunuh. "Kau pikir sehebat apa dirimu hah?"


Alma mengambil kuda-kuda, jika dia harus bertarung melawan dua orang asing dan dirinya mati, setidaknya dia dalam keadaan melindungi Dirga.


Pria pertama mendatangi Alma dan hendak memberi Alma pukulan pada kepala sebelum Alma menghindar dan menangkap pria tersebut, dengan sekali hentakan, Alma memukul keras dagu bawah pria itu yang membuat pria itu langsung terjungkal ke belakang.


Deno yang berada di koridor dalam keadaan tertidur, terbangun, saat mendengar suara bising dari dalam ruangan rawat tersebut, dengan segera Deno berjalan masuk dan mendapati seorang pria tengah berkelahi dengan Alma.


Berkelahi?


Deno speechless untuk beberapa saat apakah benar sosok di hadapannya itu adalah Alma yang sedang dalam mode insting terancam dan ingin melindungi.


BUGH!


Alma menendang perut pria tersebut yang membuat sang pria jatuh ke lantai, sementara satu orang lainnya mengambil kursi hendak memukul Alma dari belakang, namun sigap Deno langsung berlari dan menendang pria tersebut sehingga ia gagal memukul Alma.


"Bu, Bu Alma tidak apa-apa?"


Alma terdiam sejenak, dia mengatur napas, apa yang barusan dia lakukan, dari tiga pria, dua sudah tidak sadarkan diri dan satu lainnya meringis kesakitan akibat tendangan Deno.


"S-saya tidak apa-apa Den."


Alma segera berlari ke arah brankar Dirga, meraih lengan Dirga dan mendekapnya erat. "Om, gapapa kan?"


"Aku tidak mengenal kalian, kenapa kalian ingin membunuhku dan Om Dirga?" tanya Alma pada pria itu.


Pria itu enggan menjawab, seperti ada sesuatu yang memaksanya untuk tidak membuka suara, Deno yang melihat itu mempererat kunciannya sehingga membuat pria tersebut kesakitan.


"Kau ingin bicara atau aku akan melepas kedua lenganmu dari badanmu," ancam Deno yang membuat tersebut masih enggan bicara.


Deno tidak ada pilihan lain, dia mengarahkan lengan kokohnya ke leher pria tersebut dan mencekiknya erat sehingga membuat dia kesulitan bernapas.


"Kau mau bicara atau tidak!" ancam Deno.


"Tidak ada yang menyuruhku!" ujar pria tersebut.


Deno mempererat cekikannya. "Mau bicara atau todak!"


Pria tersebut masih bertahan dengan pendiriannya, Deno kini semakin mempererat cekikannya sehingga membuat wajah pria itu memerah kehabisan napas.


"BICARA ATAU TIDAK!"


"Baiklah! Bu Ishaya yang menyuruhku, dia menyuruh kami membunuh Bu Alma dan Pak Dirga."


Deg!





TBC


Assalamualaikum


Jangan lupa like


Ishaya emang gaada kapok nya ya