Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAN 52. Kondisi Baru


"Ehm!"


Arlan menggeliat diruangan rawatnya, ia tampaknya sudah tersadar dari koma, tidak ada siapapun disana, Arlan membuka mata dan menatap seisi ruangan itu gelap.


Pikirannya tidak bisa jernih sekarang, entah sudah berapa lama dia koma, sampai suara tepukan tangan datang menghampiri dirinya.


"Kamu sudah bangun?" tanya seorang wanita kepada Arlan yang masih menetralkan pikirannya.


"Siapa kau! Dimana Ishaya?"


Perempuan itu tertawa sinis, yang membuat Arlan merasa takut, siluet wanita itu perlahan menjadi nyata yang membuat Arlan terkejut.


"Diandra?"


"Hai Arlan, apa kabar, kau ingin tahu Ishaya sudah meninggal, karena Alma dan Dirga, dan sebentar lagi mungkin kau akan dibawa ke penjara karena kasus pembunuhan orang tua Alma."


Arlan menatap Diandra tajam, sosok itu membuat Arlan berdegup sosok dari masa lalu yang datang kembali.


"Kalau kau mau, aku bisa membantumu menyingkirkan Alma dan Dirga, karena merekalah aku kehilangan Ishaya adikku," jawab Diandra yang membuat Arlan meneguk ludah.


Deg!


Diandra menyuntikkan cairan penenang kepada Arlan agar dia tidak sadarkan diri kemudian membawanya pergi dari sana.





Tap! Tap! Tap!


Alma berlari di trotoar jalan membuat peluh membasahi wajahnya, dia sudah hampir terlambat menuju restoran milik Dirga.


"Den!"


"Kak Alma? Kok telat?" tanya Deno yang melihat Alma datang dengan napas ngos-ngosan.


"Gojek kakak mogok, terpaksa deh jalan kesini," jawab Alma yang membuat Deno mendelik.


"Kenapa sih kan punya mobil sendiri," Deno mengelap meja disana.


"Dilarang sama Mas Dirga kan kalau jam gini ga boleh ala-ala orang kantoran," Alma langsung duduk di kursi.


Deno melirik jam dan masih jam dua siang, mereka bertiga akan menjalani meeting jam tiga nanti.


Oh iya, Alma dan Dirga semenjak kejadian di bandara itu mulai dekat dan saling romantis satu sama lain, bahkan status sekretaris dan Boss itu sangat menyenangkan bagi Alma terlepas dari status resmi mereka sebagai calon pengantin.


Dirga dan Alma sengaja membuat perjanjian, mereka membuka restoran ketoprak dengan nama KETOPRAK SELINGKUH sebuah ide dari Alma dulu, tapi Dirga masih tetap Presiden Direktur di perusahaan Ayah Ishaya atas permintaan Ayah Ishaya, balas budilah dari selama ini yang Dirga lakukan.


Ketika jam dua belas siang mereka bertiga Alma, Deno dan Dirga akan meninggalkan atribute orang kantoran, dan playover menjadi seorang pegawai restoran, Dirga bos-nya, Deno pelayan dan Alma kasir.


Terniat, tapi mereka have fun, terkadang mereka harus dadakan back to atribut kantoran ketika ada meeting contohnya hari ini.


"Kamu terlambat lagi? Ikut saya ke ruangan saya!" bentak Dirga yang membuat Alma berdiri.


Alma menelan ludah sementara dua pelayan wanita lainnya berbisik karena Alma adalah kekasih Dirga tapi Dirga selalu dingin kepada Alma.


Deno sendiri hanya tersenyum geli.


Alma masuk ke dalam ruangan Dirga yang membuat Alma langsung dihadapkan dengan Om-nya itu.


"Dalam seminggu ini, kamu ada enam kali terlambat, dan harus potong gaji!"


"Terus?" Alma mendelik.


Dirga menatap dingin kemudian mengeluarkan seporsi Ketoprak dari bawa mejanya dan menaruhnya di atas meja.


"Sayang, suapin," Dirga tersenyum manis dihadapan Alma yang membuat Alma terpaksa menyuapi makan calon suaminya itu.


Jika kalian bertanya kenapa Alma dan Dirga belum sah, masa Iddah Alma belum lewat.


"Manja!"


"Habisnya kamu telat terus kan makan siang Mas jadi tertahan, lagipula Mas juga kangen sama kamu."


"Halah gombal!" Alma menjejalkan masuk ke dalam mulut Dirga ketoprak dengan sayuran yang besar membuat Dirga tersedak.


"S-sayang! Mas! Mas gapapa!" Alma langsung memberikan air kepada Dirga. "Maafin Alma yah."


Dirga menatap Alma kemudian mencubit pipinya. "Gapapa sayang."


Disaat momen begini, Dirga harus terganggu dengan suara dering ponselnya.


"Halo?"


Hening.


"Apa Arlan tidak ada!?"





TBC


Assalamualaikum


Doa kalian terkabul, Author khilaf dan akhirnya ada season 2


Semoga tetap suka yah! I love you!