
Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita
Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita
Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita
Daechwita daechwita?ja?ullyeora daechwita
Daechwita daechwita?ja ullyeora daechwita
Bichina bichina nae wanggwani?bichina
Itjima itjima jinan nareul itjima
We so fly we so fly jeonsegiro we so fly, yeah
Daechwita ~ August D / Suga BTS
Suara teriakan penonton termasuk Irene, Shasha, Yonna dan juga teman-temannya memeriahkan konser salah satu member BTS itu.
Setelah konser berakhir Irene dan Shasha menuju tempat Yohan dan Kevin menunggu mereka.
"Wah.. Sabarnya suami nyataku.. Makasih ya ayank.." Shasha memeluk dan mencium pipi Kevin setibanya mereka di cafe tempat kedua laki-laki menunggu.
"Sayang kan udah janji gak akan ngambek.." ucap Irene yang melihat wajah Yohan yang masih bete.
"Apa-apaan sayang.. Kamu udah beli tiket ke Korea bertiga? Bertiga?" Yohan semakin merajuk.
"Hehe.. Aku lupa bilang ya.. Sorry.. Aku udah boking dari lama tiketnya buat hadiah honeymoon Kevin ma Shasha," ucap Irene cengengesan tanpa dosa.
"Masalahnya kenapa kamu juga ikut, sayang...??" tanya Yohan semakin gemas.
"Kan aku juga pengen ke Korea setelah dapet jackpot.. Kenapa gak boleh.." jawab Irene santai.
"Huh.. Lagi-lagi kontrak si*lan itu lagi ya.." Yohan tak bisa berkata-kata lagi.
"Lagian awal hubungan kalian kan emang karena kontrak itu.. Meskipun dari awal kalian udah saling terhubung.." ucap Shasha berkomentar.
"Anggap aja garis penghubung takdir kalian emang karena pacaran kontrak kalian kemaren," sambung Kevin.
"Semuanya kan udah berakhir baik kontrak pacaran dan juga mega proyek yang kugarap kemaren," jawab Yohan menyangkal.
"Tapi bukankah ceritanya cinta kalian jadi sedikit unik karena kontrak pacaran itu.. Hahahaha.." Shasha tertawa mengejek.
"Kalo diingat-ingat lagi emang sedikit lucu juga sih.. Hehehe.." jawab Irene dengan polosnya.
"Apalagi tiap ingat cerita para kandidat pasangan kencan buta Irene.. Gak ada yang beres semua.. Hahahahaha" tawa Kevin pecah mengingat cerita Irene.
"Haiissh.. Jangan diinget-inget lagi deh.." ucap Irene yang mulai bete mengingat masa lalu.
"Jadi kapan kalian mau berangkat ke Korea?" tanya Yohan penuh selidik.
Irene, Shasha dan Kevin saling pandang dan tersenyum smirk.
Yohan menghela nafas panjang. Banyak yang harus dipersiapkannya untuk ikut bersama mereka ke Korea.
Hampir seminggu penuh Yohan lembur untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya. Tenaga dan pikirannya terkuras habis.
Hari keberangkatan mereka pun tiba. Di bandara mereka duduk di boarding room menunggu jadwal pesawat mereka.
"Sayang.. Are you okay?" tanya Irene khawatir melihat kondisi Yohan yang tampak kelelahan.
"I'm okay.." Yohan bersandar dibahu Irene manja dan memejamkan matanya.
"Sayang.. Ini kan liburan pertama kita ke luar negri.. Eh.. Btw liburan pertama kita waktu di Bali kan ya.." celoteh Irene.
"He'em.." Yohan menjawab dengan lemas.
"Padahal kan kamu bisa nyusul setelah pekerjaanmu benar-benar selesai sayang.. Kenapa kamu harus memaksakan diri kayak gini sih.. Ckck.." Irene mengelus lembut rambut Yohan.
Yohan membenarkan duduknya.
"Sayang.." ucap Yohan lembut.
"Ngh?" sahut Irene bertanya-tanya.
"Aku sudah memikirkan baik-baik. Untuk kedepannya aku pasti akan menjaga kamu dengan baik. Aku janji!" Yohan berikrar penuh keyakinan.
"Kenapa tiba-tiba?" Irene masih kebingungan, "Sayang.. Aku dapat saran yang bagus.. Emm.. Katanya dalam hubungan yang paling utama adalah saling komunikasi sesibuk apapun itu.. Untuk menghindari salah paham.. Bukankah itu saran yang bagus?"
Yohan tersenyum dan mengecup tangan Irene, "Iya.."
"Si balok es ku udah gak sok cool lagi ya.. Hehe.." Irene mencubit pipi Yohan gemas.
"Meskipun hubungan kita berawal dari pacaran kontrak, aku janji untuk masa depan kita karena kamu takdirku Irene sayang.." ucap Yohan serius.
"Yank.. Kita ini lagi nonton melow drama ya?" ucap Shasha yang sedari tadi duduk dibangku belakang Yohan dan Irene.
"Biarin aja yank.. Mereka kan lagi bucin-bucinnya.. Biarkan mereka dengan dunia mereka sendiri dan kita dengan honeymoon kita.." jawab Kevin mencoba menghibur Shasha.
Prok.. Prok.. "Ayo.. Ayo.. Kita siap-siap menuju Korea.. Gaja!" Shasha berdiri dan bersiap untuk memasuki pesawat setelah gate dibuka.
"Btw.. Kita kerasa kayak doubledate ya Sha.." ucap Irene dengan polosnya.
"Ngawur.. Gue lagi honeymoon.. Nanti loe sama pak bos jangan aneh-aneh ya.. Belum sah ngikut orang honeymoon aja," Shasha mode ceramah on.
Mereka berempat pun berjalan memasuki pesawat dengan tawa ceria.
.
.
.
~fin