Contract Dating (Pacaran Kontrak)

Contract Dating (Pacaran Kontrak)
32. PAST TRAUMAS (1)


Irene membuka pintu ruang organisasi jurusan kedokteran.


"Sha.. Jeng.. Jeng.. Gue coass di rumah sakit YS Group..!!" Irene dengan bangganya memamerkan surat rekomendasi ke Shasha.


"Akhirnya perjuangan loe gak sia-sia kan.. Ah.. Wait.. Wait.. Gue juga punya tiket eksklusif juga nih.. Bisa ketemu senior Jerry sama senior Radit.. Yuhuu..." Shasha menunjukkan surat rekomendasinya juga.


"Kyaaaaa" Shasha dan Irene teriak kegirangan.


"Gue gak nyangka bisa satu rumah sakit sama senior Jerry, Sha.." Irene kesenengan sendiri.


"Senior Radit juga magang dirumah sakit YS juga gak kalah menawan.. Kan bisa sekalian cuci mata.. Hohohoho.." Shasha membayangkan wajah senior idamannya itu.


"Loe kalo mau pedekate nanti pake jurus satsetsatset Ren.. Senior Jerry kan pasti bentar lagi persiapan ujian kan.." ucap Shasha tak kalah antusias.


"Apaan sih loe.. Mana mungkin senior Jerry ngeh sama gue.. Dia kan banyak yang deketin.. Cukup liat senior pake jas putih aja pasti cakep banget kan Reen.. Kyaaa..." Irene menutup mulut menahan teriakannya.


"Gue akuin dia emang cakep.. Udah pinter, sopan, ramah, pokoknya dia cowok perfect Ren.. Tapi ye tapi.. Lebih cakep Taehyung oppa.." Shasha mencium kipas tangannya yang bergambar idolanya itu.


"Hiihh.. Loe suka banget sama kpop-kpop kayak gitu.. Mending belajar woy belajar.." Irene sedikit risih dengan hobi sahabatnya yang menjadi fans fanatik itu.


"Hey you.. Coba liat para oppa ku yang cakep kayak manekin hidup ini.. Mereka itu ciptaan Tuhan made in Korea paling tampan tau gak sih.." ucap Shasha gak trima.


"Iye iye.. Ampun.. Bisa-bisa gue diserang sepasukan ARMY loe.." Irene memilih mengalah menyudahi perdebatan mereka.


Saat ini Irene hanya berfokus belajar dan gak peduli tentang hobi fandom seperti sahabatnya itu. Hobinya belajar. Kesibukannya belajar. Rutinitasnya pun belajar. Dia ingin mewujudkan cita-cita mulianya segera mungkin dengan berusaha belajar lebih keras.


***


~6 bulan setelah coass dirumah sakit...


"Irene.. Kamu hari ini sift malam ya?" Jerry memberikan kopi kaleng untuk Irene.


"Iya senior.. Udah 2 minggu nih dapet giliran sift malam terus.. Huhuhu" keluh Irene sembari menerima kopi pemberian Jerry.


"Makasih ya kak untuk bantuannya selama ini.. Udah pinjami makalah juga.. Padahal kak Jerry lagi sibuk persiapan ujian".


"Iya sama-sama.. Tapi yang lain pada kemana nih kok sepi disini?" tanya Jerry menyapu pandangannya.


Jerry tersenyum menatap Irene.


"Nanti kamu temani aku kontrol pasien ke bangsal vip ya,"


"Uhuk..uhukk.. A..aku kak?" Irene tersedak tak percaya Jerry mengajaknya.


Jerry memberikan tisu ke Irene dan tersenyum.


"Iya.. Kita kan sama-sama sift jaga malam ini. Dan aku lebih nyaman kontrol sama kamu daripada sama yang lain".


Wajah Irene memerah dan salah tingkah.


Pintu ruangan terbuka, petugas piket dan para mahasiswa coass memasuki ruangan untuk membagi tugas.


Shasha diam-diam memberikan coklat ke Irene.


"Apa ini?" bisik Irene.


"Gue dijajanin Kevin tadi.. Hehehehe.." jawab Shasha cengengesan.


"Hiisshh.. Kalian makan berdua tanpa gue?"


"Sssttt.. Kan niat gue baik biar loe bisa ngobrol sama kak Jerry di ruang rehat," Shasha menggoda Irene.


Irene hanya malu-malu dan wajahnya memerah.


Irene sudah menyukai Jerry semenjak kuliah semester kedua. Dia sangat mengagumi kakak tingkatnya yang selalu ramah dan mendapat ipk terbaik sejurusannya. Menyukai seniornya yang hebat itu seperti memberi Irene motivasi untuk menjadi mahasiswa terbaik melebihinya.


Irene dan Jerry berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang sepi karena sudah lewat tengah malam. Mereka menuju bangsal vip untuk mengecek kondisi pasien.


"Senior.. Aku masih gak terbiasa dengan suasana sepi kayak gini," ucap Irene sedikit takut.


"Lama-lama nanti terbiasa.. Ayo masuk.." ajak Jerry memasuki kamar pasien.